INDUSTRY.co.id - Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, memperkirakan perputaran uang makan para pekerja pembangunan ibukota baru, dalam sehari bisa mencapai Rp 7,5 miliar.
Dijelaskan Isran, tahap pembangunan proyek ibukota baru ini akan memicu peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah. Bahkan menurutnya, pembangunan ini diperkirakan bisa memberikan lapangan kerja hingga 150.000 orang.
"Sehari terjadi transaksi sekitar Rp 7,5 miliar. Itu baru makan-nya saja. Belum lagi jasa-jasa dan barang lainnya. Maka wajar keberadaan ibu kota baru sangat berpengaruh dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Isran Noor, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kaltim masih memberikan kontribusi paling besar di Kalimantan dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2020 mencapai Rp 600 triliun lebih. Kontribusi itu akan makin tumbuh setelah adanya ibu kota baru.
"Ke depannya, ini membuat sebuah perspektif yang bagus dan pemerintah pusat sudah memiliki komitmen. Salah satu pemacu pertumbuhan ekonomi Kaltim adalah melanjutkan pembangunan ibu kota negara (IKN) yang baru," ujarnya.
Isran Noor menilai kehadiran IKN bisa meningkatkan kinerja perekonomian hingga tumbuh dua kali lipat, bahkan bisa mencapai 9-11 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional.
"Dan itu besar sekali, karena memang tidak sedikit investasi dan transaksi di wilayah IKN. Juga momen-momen yang bisa kita kembangkan dan kaitkan dengan rencana strategis lainnya," tutur politisi partai Nasdem itu.
Ia juga memastikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan ibu kota baru di Kaltim akan dilakukan Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat.