INDUSTRY.co.id - Sidoarjo- Mengawali bulan Ramadan tahun 1442 Hijriyah, Prajurit Brigif 2 Marinir Pasmar 2 melaksanakan kauseri agama di lapangan apel Kesatrian Marinir R. Suhadi Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Rabu (14/04/2021).
Kauseri Agama yang dilaksanakan setelah apel khusus Brigif 2 Marinir tersebut , bertindak sebagai penceramah Bintara Rohani (Baroh) Brigif 2 Mar Serda Mar Eko Puji Nuryatin dengan tema “Menjalankan ibadah puasa Ramadan dan hal-hal yang membatalkannya“.
Dalam ceramahnya, Serda Mar Eko Puji Nuryatin menyampaikan bahwa puasa di bulan Ramadan hukumnya wajib. Hukum puasa Ramadan menjadi wajib apabila orang-orang yang melakukannya memenuhi syarat wajib, yaitu pertama, berakal artinya orang yang gila tidak wajib berpuasa, kedua, balig (umur 15 tahun keatas) atau ada tanda yang lain, ketiga, puasa diwajibkan bagi mereka yang kuat berpuasa, orang yang tidak kuat, misalnya karena sudah tua atau sakit, tidak wajib puasa. Selain itu, juga disampaikan juga tentang hal-hal yang dapat mebatalkan puasa Ramadan.
Sementara itu Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung melalui Dispen Kormar menyampaikan bahwa kegiatan kauseri agama sangat perlu dilaksanakan dalam rangka membina dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan prajurit Brigif 2 Marinir kepada Allah SWT.
Sementara itu, dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa, prajurit Batalyon Infanteri 6 Marinir (Yonif 6 Mar) melaksanakan Kauseri Agama Islam bertempat di lapangan Apel Brigif 1 Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (14/04/2021).
Kegiatan Kauseri Agama Islam ini diikuti seluruh prajurit Yonif 6 Marinir yang beragama Islam dilaksanakan setelah melaksanakan Apel pagi. Bertindak sebagai penceramah adalah Serda Mar Mashadi Bintara Rohani Yonif 6 Marinir dengan mengambil tema "Rukun puasa dan hal - hal yang membatalkan puasa."
"Rukun puasa meliputi niat dan menghindari hal-hal yang dapat membatalkan puasa antara lain memasukkan sesuatu atau benda ke lubang seluruh tubuh yang saluranya menembus ke perut, muntah-muntah dengan disengaja, membayangkan hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu, berhubungan suami istri di siang hari, haid, nifas, wiladah atau melahirkan, pingsan dan murtad," terang Serda Marinir Mashadi.
"Tetap semangat melaksanakan kegiatan di bulan suci Ramadhan, puasa bukanlah menjadi suatu halangan untuk kita melaksanakan tugas, tetap utamakan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan," imbuh Danyonif 6 Mar Letkol Marinir Daniel Tarigan.