INDUSTRY.co.id - Jakarta, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Indonesia menunjukkan sinyal pemulihan yang semakin kuat.

Advertisement

Menurutnya, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang telah membuat kemajuan sangat impresif sejak Januari.

"Indonesia juga memiliki kasus Covid yang menurun sangat tajam dari di atas 15.000 menjadi hanya di bawah 5.000. Jadi, ini sebenarnya menuju arah yang baik,” kata Menkeu secara daring dalam acara Squawk Box Asia, seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Kamis (8/4/2021).

Advertisement

Selain itu, jelas Menkeu, dari sisi pemulihan ekonomi juga dapat dilihat dari beberapa indikator, seperti meningkatnya ekspor dan kepercayaan konsumen. 

Selain itu, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Maret 2021 berada di angka 53,2. Ini merupakan capaian tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Advertisement

“Ini semua menunjukkan pemulihan yang cepat, terutama mulai Maret dan kami perkirakan ini akan berlanjut di kuartal kedua," terangnya.

"Inilah salah satu alasan kita sangat percaya diri dengan pemulihan ekonomi Indonesia,” tegas Sri Mulyani.

Advertisement

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mempertahankan sinyal pemulihan ini, baik melalui kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal.

"Agar dapat memberikan isyarat yang kredibel dan tepat bagi pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

Keyakinan senada juga diutarakan oleh Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Hidayat Amir.

 Ia percaya diri pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II 2021 ini bisa mencapai 7 hingga 8 persen.

"Di kuartal II,  kita cukup yakin dan realistis kalau pertumbuhan ekonomi 7 sampai 8 persen," ungkapnya secara virtual, Kamis (8/4).

Keyakinan tersebut menurutnya didasarkan dari sejumlah indikator perekonomian hingga saat ini serta sederet kebijakan Pemerintah dalam mengungkit perekonomian.