INDUSTRY.co.id - Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan mengirimkan bantuan guna meringankan beban bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang terjadi pada Minggu (4/4) pukul 01.00 WITA.
Adapun rincian jenis bantuan yang dikirimkan berupa; makanan siap saji sebanyak 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, makanan lauk pauk 1.002 paket, selimut 3.000 lembar, sarung 2.000 lembar, alat tes cepat antigen 10.000 unit, masker kain 1.000 lembar dan masker medis 1.000 lembar.
Bantuan tersebut dibawa bersama rombongan Kepala BNPB Letjen TNI Dr (H.C.) Doni Monardo yang bertolak ke Flores Timur pada Senin (5/4) pagi. Kemudian beberapa sisanya dikirimkan secara bertahap pada hari yang sama menggunakan ekspedisi udara.
“Bersama dengan pesawat juga ada barang-barang logistik yang dibutuhkan seperti selimut, makanan siap saji hingga obat-obatan,” jelas Doni, melalui Humas BNPB
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, bencana banjir bandang yang terjadi di Flores Timur telah memakan korban sebanyak 44 orang meninggal dunia, 26 orang hilang, 9 orang luka-luka, 80 KK terdampak dan 256 jiwa mengungsi di Balai Desa Nelemawangi. Data mengenai para korban dan masyarakat terdampak masih dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.
Kemudian kerugian materiil yang dilaporkan meliputi 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam lumpur, 5 jembatan putus, puluhan rumah terendam banjir di Kecamatan Adonara Barat dan ruas jalan Waiwadan-Danibao dan Numindanibao terputus di empat titik.
Hingga hari ini, kendala yang dihadapi adalah akses transportasi menuju titik lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan moda penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Jaringan komunikasi dan internet dilaporkan juga tidak stabil sehingga menyulitkan tim lapangan dalam pelaporan kondisi terkini.
Sementara itu otoritas penyeberangan setempat memberikan peringatan berupa larangan pelayaran karena faktor cuaca buruk seperti hujan dan gelombang tinggi.
Adapun proses evakuasi korban yang tertimbun lumpur juga masih terkendala karena medan dan faktor lain di lapangan.
Duka Cita Ketua MPR RI
Ketua MPR RI Bambang Soeatyo (Bamsoet), menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga korban, dan menyampaikan rasa prihatin atas musibah bencana alam yang mengakibatkan korban jiwa dan banyaknya warga terpaksa harus mengungsi di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Bamsoet mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau Basarnas bersama TNI-Polri untuk terus melakukan evakuasi warga terdampak banjir bandang, sekaligus tetap melakukan pencarian warga yang masih belum ditemukan dengan menelusuri seluruh wilayah terdampak bencana, guna menyelamatkan warga yang masih bertahan dan terjebak banjir bandang.
“Meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan untuk segera memberikan pertolongan bagi korban dan membangun posko kesehatan, serta mengerahkan tenaga kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan secara optimal dan menyeluruh kepada korban banjir bandang, “ ujar Bamsoet, Senin (5/4/201)
Bamsoet jugameminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial di daerah disamping mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam membantu proses evakuasi serta mengkoordinir bantuan dari masyarakat serta lembaga, dan juga menyalurkan bantuan kepada korban bencana