INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia – Kementerian Luar Negeri selenggarakan pertemuan daring antar pengusaha di sektor kesehatan dalam rangka peningkatan ekspor industri kesehatan nasional.
Kegiatan bertajuk Road to INA-LAC: Virtual Business Meeting on Health Industry tersebut mempertemukan perusahaan, asosiasi, dan pejabat industri kesehatan dari Indonesia dan Amerika Latin dan Karibia (Amlatkar) untuk mendorong adanya kesepakatan perdagangan dan investasi di sektor kesehatan.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI), Ade Tarya menjelaskan bahwa perusahaan produsen alat kesehatan Indonesia memiliki kualitas yang sangat baik dengan harga bersaing.
Banyak perusahaan sektor kesehatan Indonesia yang memiliki pengalaman cukup banyak dalam ekspor-impor, terutama di masa pandemi COVID-19.
PT Pan Brothers misalnya, perusahaan garmen ini turut memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dan masker selama masa pandemi, dan telah diekspor ke seluruh dunia.
“Produk alat kesehatan Indonesia yang ingin dipasarkan ke Amerika Latin dapat masuk melalui Chile, memanfaatkan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA), untuk kemudian dapat disebar ke wilayah Amlatkar" ujar Stella Lianto, dikutip redaksi INDUSTRY.co.id pada Jumat (26/3/2021).
Selain itu, menurut Diaspora Indonesia yang merupakan CEO Bio Labs ini, dengan berlakunya IC-CEPA 10 Agustus 2019 lalu telah menghapus tarif 7,669 produk Indonesia ke Chile.
"Jadi produk alat kesehatan Indonesia memiliki potensi besar untuk diekspor ke Amerika Latin hingga Karibia (Amlatkar)," tandasnya.
Sementara itu, Konsul Kehormatan Indonesia untuk Jamaika menjelaskan kebutuhan alat kesehatan di Jamaika dan Karibia adalah produk hospital bed.
Sedangkan Manajer Nipro Medical Ecuador, menjelaskan konsumen Amlatkar mencari negara alternatif untuk impor alat kesehatan selain Tiongkok.
"Permintaan alat kesehatan di Ekuador dan Amerika Latin bertumbuh sangat cepat," pungkasnya.