INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk seluruh wilayah Indonesia merupakan bentuk keadilan nasional untuk masyarakat Indonesia, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ia mengatakan program bahan bakar minyak satu harga tersebut khususnya untuk bahan bakar bersubsidi seperti premium dan solar, yang diharapkan bisa dijual dengan satu harga mulai dari Indonesia bagian barat hingga bagian timur.
"Supaya ada keadilan nasional, maka dimanapun itu harga BBM akan disatukan. Khususnya untuk yang harga BBM bersubsidi seperti premium atau solar," kata Kalla, di Jakarta, Selasa (9/5/2017)
Kalla mengatakan selama ini memang harga BBM di sebagian besar wilayah Indonesia sudah satu harga. Namun, di beberapa wilayah yang jauh dan sulit dijangkau, harga BBM tersebut naik akibat tingginya biaya transportasi.
"Jadi tentu, pemerintah harus meningkatkan subsidi. Tapi karena kebutuhan tidak terlalu besar, maka pemerintah demi keadilan itu akan mejalankan. Kita sudah jalankan sebagian," ujar Kalla.
PT Pertamina (Persero) telah menyatakan dukungannya terhadap setiap kebijakan pemerintah terkait dengan bahan bakar minyak satu harga tersebut, khususnya untuk masyarakat di daerah terluar.
Namun dalam pelaksanaannya, salah satu hambatan untuk merealisasikan program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo tersebut antara lain adalah terkait dengan biaya angkut. Biaya produksi untuk BBM tersebut tidak ada perbedaan antara Pulau Jawa dan daerah lain di Indonesia.
Kendala lainnya adalah sulitnya mencari pengusaha yang berminat untuk membuka stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah pelosok.
Pertamina berupaya program tersebut akan terealisasi sebelum 2019 mendatang.