INDUSTRY.co.id - Jakarta, Pemerintah melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam sambutan diacara Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Selasa (09/02) menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan kritikan dan masukan yang keras dari insan pers demi tercapainya pembangunan.
“Bagi Pemerintah, kebebasan pers, kritik, saran, masukan itu seperti jamu, menguatkan Pemerintah. Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras, karena dengan kritik itulah Pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar,” ucap Pramono.
Untuk itu, kebebasan pers lanjutnya, harus dijaga bersama, karena hal itu juga tertuang dalam amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.
"Sebagai negara demokrasi, kebebasan pers merupakan tiang utama untuk menjaga demokrasi tetap berlangsung," ujarnya.
Selain itu diharapkan pers akan selalu tetap menjadi pengontrol utama dalam setiap upaya bangsa Indonesia untuk mencapai kemajuan.
“Sebagai bangsa yang besar, sebagai bangsa yang sedang membangun, sebagai bangsa yang diperkirakan akan menjadi salah satu (dari) lima kekuatan ekonomi dunia, maka pers akan tetap menjadi kontrol utama dari kemajuan bangsa ini,” kata Pramono.
“Namun semua kebebasan ini harus diisi secara benar. Jangan kemudian kebebasan diisi dengan hoaks dan informasi yang tidak produktif," pungkasnya.