INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT ABM Investama Tbk (ABMM) akan menjajaki bisnis di industri logistik untuk menyeimbangkan portofolio bisnis di industri batubara.
"Pengembangan bisnis di luar industri batubara ini akan dilakukan mulai 2017," kata Direktur PT ABM Investama Tbk, Adrian Erlangga melalui keterangan tertulis, Jakarta, Senin (8/5/2017).
Adrian menuturkan, ABMM yang saat ini sebagian besar bisnisnya adalah batubara akan terus memperkuat dan mengembangkan bisnisnya di industri tersebut di masa mendatang.
Pada tahun ini, ABMM juga terus memperkuat neraca keuangan dengan melakukan penurunan utang, peningkatan utilisasi aset, mengurangi idle aset dan partnership untuk pertumbuhan.
Pada 2016, ABMM berhasil menciptakan performa positif dengan menorehkan laba bersih sebesar US$12,6 juta dari tahun sebelumnya merugi hingga US$38,1 juta. Al hasil, marjin laba bersih berubah positif atau menjadi 2,1% dari tahun lalu negatif 5,8%.
Sementara pendapatan perseroan turun sekitar 9,7% atau menjadi US$590,7 juta selama 2016 dari tahun sebelumnya US$654,6 juta.
Perseroan juga mampu mencatat pertumbuhan return on asset (ROA) sekitar 1,2% sepanjang 2016 2016 dari tahun lalu negatif 3,2%. Return on equity (ROE) turut membaik dengan capaian 7,9% dari negatif 21,9%.