INDUSTRY.co.id, Jakarta-Kondisi ketersediaan pangan saat ini perlu mendapat perhatian yang serius, bukan hanya karena situasi Pandemi Covid 19 yang belum juga mereda akan tetapi juga ada kecenderungan negara-negara lain penghasil bahan pangan dunia juga berusaha menahan pangannya untuk keperluan dinegaranya termasuk daging sapi impor.

“Hari ini (Rabu, 20/1/2021) pedagang daging sapi Jabodetabek juga melakukan aksi mogok jualan hingga tiga hari ke depan. Setelah sebelumnya aksi mogok dilakukan oleh pengrajin tempe beberapa hari lalu, ungkap Ema Umiyyatul Chusnah, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PPP.

Menurutnya, Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh Pedagang Jabodetabek dinilai sebagai salah satu bentuk ekspresi kekecewaan terhadap kinerja pemerintah. Namun para pedagang juga memiliki tanggung jawab moral kepada konsumen, karena aksi mogok justru akan menimbulkan kelangkaan daging sapi. Konsumen akan kesulitan memperoleh daging, padahal kemudahan akses pangan merupakan tanggung jawab kita semua sebagai warga negara. Diharapkan ada komunikasi antara pejabat berwenang bersama Asosiasi dagang mengenai tata kelola daging sapi.

 Selain itu kami melihat ketidak stabilan harga-harga pangan pokok, ditengarai oleh menurunnya jumlah supplai ke pasar atau adanya spekulasi oleh pelaku bisnis untuk memperoleh keuntungan pada situasi ini.

Ketidaksiapan pemerintah dalam menata laksana produksi di tingkat lapang dan tidak dimilikinya peta produksi dan data yang akurat merupakan salah satu penyebab terjadinya fluktuasi harga harga pangan pokok di masyarakat.