Pemerintah Diminta Realistis, Mulyanto DPR: Target Lifting Minyak 1 Juta Barel Perhari Sangat Ambisius, Hanya Bagus Diatas Kertas Tapi Sulit Diwujudkan

Oleh : Candra Mata | Jumat, 15 Januari 2021 - 15:55 WIB

Ilustrasi Migas
Ilustrasi Migas

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai target lifting minyak 1 juta barel perhari (bph) di tahun 2030 sangat ambisius. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah menghitung ulang rencana tersebut. 

Alasannya, rencana tersebut hanya bagus di atas kertas tapi sulit diwujudkan.

Bahkan, bila upaya ini tidak terwujud, defisit transaksi berjalan sektor migas akan tetap bengkak.

“Pada tahun 2019 defisit perdagangan migas Indonesia sebesar 9.4 miliar dolar AS, yang terutama didominasi oleh minyak hasil olahan atau BBM sebesar 11.7 miliar dolar AS. Sayangnya, sampai hari ini beberapa indikator terkait lifting minyak tersebut masih memperlihatkan tanda-tanda yang kurang menggembirakan," ungkap Mulyanto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Jumat (15/1/2021).

Tak hanya itu, Ia juga mengingatkan target lifting minyak dalam APBN dari tahun ke tahun terus melorot. 

Tahun 2019 target lifting minyak ditetapkan sebesar 775 bph. Lalu turun menjadi 755 bph pada tahun 2020. 

Kemudian kembali turun pada tahun 2021 menjadi 705 bph. Sementara realisasinya, setiap tahun tidak mencapai target APBN secara 100 persen.  

Sehingga Ia menilai target lifting minyak sebesar 1 juta bph pada tahun 2030 merupakan target yang cukup ambisius.

"Dari segi investasi, kinerja pemerintah di sektor migas juga serupa. Laporan Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) tentang nilai investasi Migas tahun 2020 memperlihatkan terjadinya penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ungkap politisi dari Fraksi PKS ini.

Menurutnya, untuk merealisasikan target lifting minyak tersebut pemerintah harus mengelola semua blok migas secara optimal. 

Salah satunya Blok Rokan yang akan dialih kelola dari Chevron ke Pertamina, Agustus 2021 ini. Mengingat Blok Rokan merupakan ladang eksploitasi Migas terbesar kedua setelah Blok Cepu.

Diharapkan blok ini mampu berkontribusi besar dalam realisasi target lifting minyak 1 juta bph.  

Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu mengoptimalkan investasi di Blok Rokan ini. Jika tidak maka resiko bagi turunnya lifting minyak di blok ini adalah suatu keniscayaan. Dan hal ini akan berpengaruh terhadap realisasi target lifting minyak secara nasional.

Hal lain yang menurut Mulyanto juga perlu dibenahi pemerintah dalam merealisasikan target lifting minyak 1 juta bph pada tahun 2030 adalah pembentukan lembaga khusus yang bertanggungjawab dalam urusan hulu migas. 

Apalagi kelembagaan hulu migas yang ada, yakni SKK Migas bersifat sementara, yakni hanya berupa satuan kerja di bawah Kementerian ESDM. 

Sehingga perlu revisi Undang-undang Migas untuk mengakomodasi keputusan MK yang membatalkan Badan Pelaksana Hulu Migas.

“Perlu kelembagaan hulu migas yang kuat dan efektif dalam menjalankan pengelolaan dan pengusahaan hulu migas nasional. Tidak cukup lembaga sementara seperti SKK Migas, yang tidak memiliki otoritas bagi pengusahaan hulu migas untuk dapat mewujudkan target ambisius lifting minyak 1 juta bph pada tahun 2030," Pungkasnya.

Sebelumnya, seperti diketahui Menteri ESDM, Arifin Tasrif, menyebutkan sepanjang tahun 2020 realisasi investasi sektor ESDM hanya mencapai angka 24,4 miliar dolar AS. 

Padahal tahun 2019 lalu realisasi investasi ini mencapai 33,2 miliar dolar AS atau anjlok sebesar 26,5 persen year on year (yoy). 

Dengan demikian, bisa dikatakan kinerja investasi migas tahun 2020 merupakan capaian terburuk dalam 10 tahun terakhir. 

Padahal untuk mencapai target lifting minyak 1 juta bph memerlukan giant discovery melalui eksplorasi yang massif dengan giant investment. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Erick Thohir

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:27 WIB

Menteri BUMN Sebut Pemerintah Bakal Bangun Proyek-proyek Nasional Tanpa Utang! Publik: Mantap Pak Erick, Bismillah...

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa ada 3 prioritas utama pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional saat ini. "Kembali saya sampaikan 3 prioritas…

Webinar dengan tema “Kalibrasi untuk Menjamin Keakurasian dan Kualitas Peralatan Medis” melalui zoom.

Minggu, 28 Februari 2021 - 20:26 WIB

SUCOFINDO Edukasi Rumah Sakit Terkait Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan melalui Webinar

Jakarta, 24/2 – PT SUCOFINDO (Persero) mengadakan webinar dengan tema “Kalibrasi untuk Menjamin Keakurasian dan Kualitas Peralatan Medis”.

Kawasan Industri Jababeka

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:57 WIB

Dahsyat! Miliki Infrastruktur Industri 4.0 Terlengkap, Kawasan Industri Jababeka Jadi Incaran Investor Perusahaan IOT

Kawasan Industri Jababeka sudah mampu mendukung industry 4.0 dan “menampung” para investor yang ingin membangun perusahaan berbasis IOT. Hal itu karena kawasan industri lain tidak ada yang…

Muhaimin Iskandqr (Gus AMI) -foto Detik.com

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:19 WIB

Gus AMI: NU dan Kyai adalah Sabuk Pengaman Bangsa di Tengah Pandemi

Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan, Nahdlatul Ulama (NU) melalui pesantrennya, adalah sabuk pengaman bangsa.  Karena itu…

Sri Mulyani Bertakziah kerumah Prof Emil Salim

Minggu, 28 Februari 2021 - 19:05 WIB

[BREAKING] Prof Dr Emil Salim Berduka, Sri Mulyani: Innalillahi, Alamarhumah Adalah Istri dari Guru Saya

Menteri Keuangan Sri Mulyani datang bertakziah ke rumah duka, alamarhumah Ibu Roosminnie Salim m istri dari Prof Dr Emil Salim yang meninggal pada Hari Sabtu Tanggal 27 Februari 2021. "Innalilahiwainnailahi…