Pemerintah Harus Komprehensif, Tingkatkan Industri Tekstil Nasional

Oleh : Ridwan | Jumat, 05 Mei 2017 - 14:21 WIB

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)
Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat (Kanan) bersama Kedubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. (Fadli/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Tingginya produk tekstil impor di Tanah Air, membuat produsen tekstil dalam negeri sulit untuk berjaya di negeri sendiri.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Perdagangan sedang berusaha semaksimal mungkin bagaimana pembatasan impor bisa disaring.

"Pemerintah harus bisa menyaring impor itu benar-benar yang dibutuhkan, bukan impor yang harus bersaing secara frontal dengan produksi dalam negeri," ungkap Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat saat dihubungi INDUSTRY.co.id  di Jakarta (5/5/2017).

Ade menambahkan, saat ini ekspor tekstil kita memang tumbuh sekitar 3 persen lebih di kuartal I-2017.

"Ini suatu pertanda bahwa ekspor kita lebih baik, tetapi untuk di dalam negeri sendiri kita kurang begitu bersinar karena kalah bersaing dengan produk-produk murah dari impor," terang Ade.

Sebelumnya Kementerian Perindustrian telah mengusulkan adanya dua pelabuhan resmi yang dikhususkan untuk melakukan impor tekstil dan produk tekstil (TPT). Hal ini guna menekan angka impor tekstil ilegal. Pelabuhan resmi yang diusulkan menjadi pelabuhan resmi impor tekstil yaitu Pelabuhan Dumai dan Pelabuhan Bitung.

"Pemerintah harus melihat lokasi industrinya ada dimana. Saat ini industri tekstil banyak tersebar di pulau Jawa, sedangkan pelabuhan yang ditunjuk berada di pulau Sumatera tentunya bahan baku jadi tidak jalan nantinya," tegasnya.

Harapan saya, tentunya barang-barang konsumsi impor harus langsung dibatasi masuknya, sehingga ketergantungan impor ataupun persaingan barang impor dan barang dalam negeri bisa terjaga.

Menurut Ade, pemerintah harus komprehensif dari hulu sampai hilir, dari mulai masalah listrik, logistik, hingga masalah keterkaitan hulu menengah sama hilir. Tentunya ini diperlukan untuk meningkatkan semuanya.

"Kami akan terbuka untuk diskusi lebih lanjut dengan pemerintahan terkait, guna meningkatkan industri tekstil dalam negeri," tutup Ade.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Penelitian vaksin dokter (rino/industry.co.id)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:26 WIB

Terus Dikebut, Januari 2021 Vaksin COVID-19 Bio Farma Siap Edar

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyampaikan komitmennya mengatasi pandemi Covid-19. Ia mengatakan pihaknya saat ini terus bekerja sama dengan anggota BUMN Farmasi lainnya, yakni Kimia…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:15 WIB

Perluas Jaringan Pasar, Kemenperin Tekankan Pentingnya Perlindungan KI bagi IKM

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus fokus pada pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), termasuk memfasilitasi para pelaku IKM dalam hal perlindungan kekayaan intelektual (KI).…

Kegiatan Pembuatan Papan Nama

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:15 WIB

Percantik Rumah Masyarakat, Satgas 754 Kostrad Berikan Papan Nama di Setiap Rumah

Sebuah karya yang lahir dari tangan prajurit untuk mempercantik rumah masyarakat yang dilakukan oleh Satgas Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad yang membagikan papan nama di tiap - tiap rumah yang ada…

Gerbang Tol Pekanbaru

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:06 WIB

Horee...Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131,48 Km Siap Beroperasi

, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan persiapan untuk operasi Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,48 kilometer (km) dengan melakukan Uji…

Mega Life Ass

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:00 WIB

Mega Investa Link Luncurkan Produk Single Premium dengan Redenominasi US Dollar

Bank Mega dan PFI Mega Life (perusahaan patungan antara Prudential Financial Inc dan CT Corporation) bersama-sama mengumumkan peluncuran produk baru yaitu Mega Investa Link pada hari Senin (6/7).…