INDUSTRY.co.idJakarta - PT Pan Brothers Tbk (PBRX), produsen pakaian jadi (garmen) berorientasi ekspor terbesar di Indonesia dan Asia, meraih laba bersih USD23,3 juta pada 2025. Kinerja ini terlihat sangat membaik dibandingkan pada tahun sebelumnya yang menderita kerugian sebesar USD456 juta.

Advertisement

 

“Meski demikian, penjualan Perseroan pada 2025 hanya tercatat USD273,3 juta, atau turun hampir 15% dibandingkan pada tahun sebelumnya sebesar USD319,9 juta,” papar Fitri Ratnasari Purnomo, Direktur Keuangan PBRX, dalam acara paparan publik di Jakarta, Jumat (05/06/2026).

Advertisement

 

Fitri menjelaskan, penurunan penjualan 2025 itu memang sudah diproyeksikan sebelumnya. Hal itu terjadi karena merupakan dari kebijakan strategis Perseroan untuk menstabilisasikan operasional, menyaring mitra bisnis, dan memfokuskan Perseroan pada order dengan marjin yang lebih sehat serta sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Advertisement

 

“Langkah ini menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas bisnis secara keseluruhan,” imbuh Fitri.

Advertisement

 

Lebih lanjut Fitri mengungkapkan, Perseroan pada 2025 telah mampu mengurangi beban pokok penjualan menjadi tinggal USD250,1 juta dibandingkan pada satu tahun sebelumnya yang mencapai USD295 juta.

 

“Meski demikian, laba kotor Perseroan masih sedikit mengalami penyusutan, yakni sebesar 6,83% menjadi USD23,2 juta pada 2025 dibandingkan pada 2024 yang mencapai USD24,9 juta,” ujar Fitri.

 

Fitri menuturkan, penurunan beban penjualan yang signifikan sekitar 36,67% dari USD6 juta pada 2024 menjadi tinggal USD3,8 juta pada 2025 mendorong penurunan rugi usaha Perseroan menjadi tinggal USD0,7 juta pada 2026 dibandingkan pada tahun sebelumnya USD4,4 juta.

 

Bahkan, demikian Fitri, pendapatan lain-lain yang mencapai USD53,7 juta pada 2025 dibandingkan ketika mengalami beban lain-lain sebesar USD441,5 juta pada tahun sebelumnya mampu membuat Perseroan mengalami laba sebelum pajak sebesar USD42,8 juta pada 2025 dibandingkan kerugian sebelum pajak sebesar USD450,6 juta pada tahun sebelumnya pada 2024.

 

“Kondisi itulah yang pada akhirnya membuat Perseroan dapat meraih laba bersih pada 2025,” tutup Fitri.***