Progress Makassar New Port Telah Mencapai 63,75 Persen

Oleh : Hariyanto | Kamis, 07 Januari 2021 - 16:33 WIB

Pembangunan Makassar New Port
Pembangunan Makassar New Port

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Hingga 5 Januari 2021, PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) telah menyelesaikan 63,75% progress pembangunan Makassar New Port (MNP) tahap lanjutan 2019 – 2022.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, secara total pembangunan Pelabuhan Baru Makassar tersebut akan rampung pada sekitar akhir 2022 mendatang.

Menurutnya, meski tahun lalu pihaknya juga dikepung oleh Pandemi COVID-19, namun Perseroan tetap mengebut pembangunan MNP agar pengerjaannya bisa kelar sesuai dengan target yang ditetapkan.

“Untuk tahap 1 A sudah rampung dan beroperasi sejak awal November 2018. Kemudian dikebut lagi Tahap 1 B dan 1 C,” terang Prasetyadi dalam keteranganya yang dikutip INDUSTRY.co.id, Kamis (7/1/2021).

Sementara itu, Senior Manager Fasilitas Pelabuhan PT Pelindo IV, Arwin menyebutkan, kegiatan yang dilakukan di pembangunan MNP tahap lanjutan 2019 – 2022 hingga 5 Januari 2021 yaitu, bore pile dan secant pile, produksi beton precast dan instal beton precast.

Pembangunan MNP Tahap 1 B dan 1 C dengan menggelontorkan investasi sebesar Rp2,8 triliun. Kehadiran mega proyek ini untuk mengintegrasikan pelabuhan hub khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), di mana pada Tahap I B dan Tahap I C yang pembangunannya kini sedang berjalan masing-masing memiliki panjang dermaga 330 meter dan 350 meter.

Sedangkan dermaga sisi selatan Tahap I C yang saat ini dibangun bersamaan memiliki panjang 600 meter, sehingga total kapasitas Tahap I diperkirakan mencapai 2,4 juta sampai dengan 2,6 juta TEUs per tahun.

Di Tahap I D juga nantinya akan dibangun dermaga dengan panjang 310 meter. Pelindo IV juga akan membangun sebuah kawasan industri di MNP untuk menciptakan ekosistem investasi yang sehat, khususnya di Sulawesi Selatan dan KTI pada umumnya.

Kawasan industri yang dibangun akan terintegrasi dengan pelabuhan, sehingga MNP akan menjadi salah satu pelabuhan untuk integrated port, di mana pelabuhan dengan kawasan industri akan menyatu.

Dirut Pelindo IV, Prasetyadi menambahkan, pihaknya juga akan memindahkan semua aktivitas bongkar muat yang selama ini dilakukan di Terminal Petikemas Makassar (TPM) ke MNP.

Namun menurut dia, pemindahan itu akan dilakukan secara bertahap dan menunggu MNP rampung secara keseluruhan. “Jadi perpindahannya akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kesiapan dari MNP,” jelasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Semen Indonesia Tbk (Ist)

Kamis, 04 Maret 2021 - 15:31 WIB

Tahun 2020, Pendapatan Semen Indonesia Melorot Sebesar 12,87 Persen

penurunan disebabkan oleh turunnya permintaan akan produk bahan bangunan serta beberapa proyek strategis nasional yang mengalami penundaan, akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah.

Label Kemasan

Kamis, 04 Maret 2021 - 15:24 WIB

Cegah Diabetes, Nutrifood: Masyarakat Harus Cerdas Baca Label Kemasan

Jakarta– Dalam rangka peringatan Hari Obesitas Sedunia, Nutrifood bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Pengawas obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia mengedukasi…

PT Brantas Abipraya (persero)

Kamis, 04 Maret 2021 - 15:20 WIB

Mantap!!! Brantas Abipraya Raih Penghargaan K3L Tingkat Dunia

Level ini menunjukkan bahwa Brantas Abipraya telah teruji proaktif sistem budaya K3L-nya baik di lapangan maupun di bagian administrasi melalui hasil survei dan observasi mendalam.

Anggota HIPMI

Kamis, 04 Maret 2021 - 15:05 WIB

Siap-siap! Jumat Besok, Bos-bos Muda di RI Bakal 'Serbu' Jakarta, Presiden Jokowi Dipastikan Hadir!

Ketua Panitia Rakernas HIPMI XVII Rohalim Boy Sangadji mengatakan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) merangkul dan mengajak tokoh nasional baik pengusaha…

Apotik PT Kimia Farma (Persero) (BeritaSatu)

Kamis, 04 Maret 2021 - 15:03 WIB

Kabar Baik untuk Pelaku UKM, Produknya Bisa Jualan di Apotek Kimia Farma, Begini Caranya

Jakarta - Kabar baik datang untuk para pelaku usaha kecil menengah (UKM) karena produknya berpeluang masuk apotek PT Kimia Farma Tbk.