INDUSTRY.co.id - Jakarta- Polemik larangan penggunaan alat tangkap cantrang yang kembali menyeruak membuat Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo angkat bicara.
"Saya heran mengapa isu cantrang ini kembali panas. Padahal dari beberapa kali pertemuan dan dialog dengan para nelayan di pantai utara jawa (Pantura), mereka sudah menunjukkan sikap yang kooperatif," ungkap Ganjar Pranowo saat konferensi pers di gedung Mina Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta (4/5/2017).
Menurut Ganjar, saat ini Jawa Tengah menjadi provinsi yang memiliki kapal yang menggunakan alat tangkap cantrang terbanyak di Indonesia.
"Ada 5.199 kapal cantrang dengan bobot sampai dengan 10 GT. Lalu ada 368 kapal cantrang dengan bobot antara 10 GT-30 GT. Sedangkan di atas 30 GT ada 858 kapal," terang Ganjar.
Ganjar menegaskan, pemerintah tetap melakukan advokasi terhadap nelayan yang menhadapi masalah hukum akibat minimnya kesadaran terkait penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Ia sendiri berjanji terus melakukan sosialsiasi kepada nelayan di Jawa Tengah untuk beralih menggunakan alat tangkap ikan ramah lingkungan.
"Ada yang setuju. Yang setuju mereka yang menerima bantuan dan mereka sudah bekerja. Mundurnya sampai bulan Juni itu relatif baik-baik saja. Ada 1-2 kelompok yang memang minat perpanjang. Yang penting mereka mau berubah saja," jelasnya.
Ganjar menjelaskan pergantian alat tangkap cantrang ke gillnet untuk kapal berkapasitas sampai dengan 10 GT akan diberikan gratis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sedangkan untuk kapal di atas 10 GT, pemerintah mengusahakan memberikan fasilitas peminjaman modal dari perbankan.
"Saat ini di Privinsi Jawa Tengah jumlah nelayan dengan ukuran kapal di bawah 10 GT yang terdampak kebijakan larangan cantrang sebanyak 5.199 orang" imbuhnya.
Sementara dari angka tersebut, baru 588 nelayan yang sudah mendapat bantuan penggantian alat tangkap. Sisanya, sebanyak 4.611 nelayan masih dilakukan verifikasi. Sementara jumlah kapal ukuran 10-30 GT sebanyak 368 unit dan kapal di atas 30 GT sebanyak 858 unit.