INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk mencatat pendapatan bersih pada kuartal pertama 2017 sebesar Rp1,078 triliun, lebih rendah 0,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,086 triliun.

Advertisement

"Pada kuartal pertama 2017, peritel di Indonesia mengalami pelemahan penjualan. Hal ini disebabkan gejolak politik yang tidak stabil. Ramayana pun merasakan dampaknya dan hanya mengalami 'flat growth'," kata General Marketing & Merchandising Manager Ramayana Lestari Sentosa Tbk, Jane Melinda Tumewu dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (2/5/2017)

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa dari tren perilaku belanja pada April tahun ini, perseroan melihat pertumbuhan yang cukup signifikan, disebabkan adanya kepercayaan konsumen terhadap kestabilan ekonomi Tanah Air.

Advertisement

"Setelah 3 bulan pertama mendatar, penjualan kami meningkat dengan 'real growth' sebesar 12,4 persen pada April 2017. Tampaknya, itu disebabkan adanya perbaikan dan kestabilan politik. Dengan membaiknya perekonomian Indonesia dan juga didukung transformasi terhadap gerai-gerai kami, saya yakin Ramayana bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia," katanya.

Jane Melinda Tumewu mengemukakan bahwa perseroan telah melakukan proses transformasi yang dimulai sejak tahun 2016 terhadap 13 gerai dan dilanjutkan dengan penambahan tujuh gerai hingga Mei 2017.

Advertisement

"Ramayana telah mengubah orientasinya menjadi 'mass market solution' untuk kebutuhan fashion masyarakat luas. Selama ini, Ramayana pun dikenal sebagai barometer perilaku belanja konsumen masyarakat Indonesia," katanya.

Sementara itu, CFO Ramayana Lestari Sentosa, Suryanto menyatakan bahwa untuk tahun 2017, perseroan menargetkan penjualan bersih sebesar Rp8,886 triliun atau naik 8 persen dari Rp8,228 triliun pada 2016.

Advertisement

Ia mengemukakan bahwa sampai dengan Maret 2017, Ramayana telah mengoperasikan sebanyak 112 toko yang tersebar di 54 kota besar di seluruh Indonesia. Ramayana juga telah menawarkan produk-produknya secara online melalui situs dan aplikasi belanja online, seperti Tokopedia.

"Tahun ini, Ramayana berencana untuk membuka empat toko baru, sebagian besar akan dibuka menjelang musim Lebaran. Toko-toko itu terletak di area Jabodetabek, yakni di Pondok Aren, Kota Harapan Indah (Bekasi), Cikupa, dan Jatinegara," paparnya.

Pada tahun ini, dipaparkan, perseroan akan mengusulkan pembagian dividen sebesar 60 persen dari total laba bersih tahun 2016 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2017. Tercatat, laba bersih Ramayana pada 2016 seebsar Rp408,479 miliar.