INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian BUMN akan menggabungkan anak usaha BUMN yang bergerak di bidang yang serupa. Dalam waktu dekat, semua entitas logistik seperti kargo bakal digabung.

"Seperti Garuda Indonesia punya anak usaha kargo, Kereta Api Indonesia, Damri, serta Angkasa Pura I. Semua anak usahanya yang bergerak di bidang logistik kargo akan dimerger," kata Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno akhir pekan lalu.

Rini menerangkan, tujuan penggabungan ini untuk menekan biaya operasional perusahaan. Dengan adanya penggabungan tersebut, maka akan tercipta efisiensi sehingga dapat memberikan manfaat yang terbaik bagi masyarakat.

Menyoal mekanisme penggabungan dan entitas perusahaan baru belum dapat diutarakannya.

Bukan hanya entitas usaha bidang kargo, Rini menekankan bahwa seluruh entitas usaha yang memiliki aktivitas serupa bakal disatukan. Sebaliknya, perusahaan induk BUMN akan berbentuk holding.

"Contohnya holding BUMN sektor bank. Kalau sendiri-sendiri mereka sudah kuat. Namun, dengan holding, kita sinergikan back officenya seperti data base dan sebagainya yang bisa dimanfaatkan oleh empat bank. Artinya, biaya operasional akan jauh lebih murah dan biaya yang dibebankan ke masyarakat pun murah," ungkapnya.

Saat ini, ATM yang dimiliki oleh bank BUMN hanya 60.000, namun belum tersebar merata di berbagai pelosok Indonesia. Dengan adanya holding, ia mengharapkan 60.000 ATM tersebut dapat tersedia di wilayah Tanah Air, sehingga dapat menjangkau masyarakat luas. "Al hasil, nabasah bank juga bisa bertambah," ujarnya. (Hry/ Imq)