INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kementerian Agama RI dan Permabudhi (Persatuan Umat Buddha Indonesia) menyelenggarakan pelatihan komunikasi digital secara online via aplikasi zoom yang diikuti lebih dari 500 peserta.
Peserta yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia ini adalah para penyuluh atau penceramah dari majelis-majelis agama Buddha yang tergabung dalam Permabudhi, mahasiswa/mahasiswi STAB dan Staff Ditjen Bimas Buddha Kemenag RI, Pelatihan ini mengambil tema “Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Dhamma Melalui Daring”.
Adapun pemberi materi dalam pelatihan komunikasi digital ini para profesional bidang komunikasi yang tergabung dalam Three Speakers. Three Speakers adalah tim pelatihan komunikasi yang terdiri dari para presenter Bayu Oktara, Uli Herdi, dan Hilbram Dunar. Workshop ini sendiri diselenggarakan pada hari Sabtu, 24 Oktober 2020 jam 10.00 WIB
Caliadi selaku Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI mengungkapkan bahwa pelatihan ini menjawab kebutuhan jaman yang memang telah terbuka peluang untuk melaksanakan pembinaan umat beragama melalui teknologi dan sosial media, "Untuk dakwah yang efektif dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik" katanya.
Sementara itu Arief Harsono, selaku Ketua Umum Permabudhi menyatakan pelatihan komunikasi digital ini sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para pembina agama Buddha, karena di masa pandemi seperti ini hampir semua bentuk pembinaan umat dilakukan secara digital. "Mengisi kebutuhan semua stakeholders dan ikut memajukan agama Buddha di Indonesia" katanya.
Pandita Utama Aiko Senosoenoto, selaku salah satu Ketua Pengurus Pusat Permabudhi sekaligus penggagas acara ini menyatakan perlunya setiap umat apalagi pembina untuk senantiasa meningkatkan diri dan mengikuti kemajuan jaman., " Kita dan lingkungan sewajarnya terus menyesuaikan dan menyatu. Hanya dengan begitu umat Buddha bisa ikut serta aktif memajukan Indonesia”.
Dari pihak three speaker, yang diwakili Uli Herdi menyatakan tentang keharusan dalam penguasaan komunikasi digital, “Dunia terus berubah, untuk mengatasi jarak dan waktu, siapapun harus bisa fasih berkomunikasi digital melalui kamera " ujarnya.
Paryomo selaku peserta asal Jawa Timur mengaku pelatihan ini sangat tepat karena mengisi kebutuhan umat maupun pembina.