INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Frontier bersama Majalah MARKETING kembali menggelar Top Brand Award 2026 pada Rabu (29/7) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta. Mengusung tema Respectful Brand, ajang penghargaan ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah merek tidak hanya ditentukan oleh popularitas dan kinerja pasar, tetapi juga oleh kepercayaan serta rasa hormat konsumen sebagai fondasi loyalitas jangka panjang.

CEO Frontier sekaligus Founder Top Brand Award, Handi Irawan D., mengatakan Top Brand Award menjadi indikator penting bagi keberlanjutan sebuah merek di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis.

"Top Brand Award bukan sekadar penghargaan atas pencapaian masa lalu, melainkan indikator keberlanjutan merek di masa depan. Merek yang mampu bertahan adalah brand yang tidak hanya dikenal, tetapi juga dipuja konsumennya," ujar Handi.

Menurut Handi, konsep Respectful Brand mencerminkan hubungan emosional yang kuat antara merek dan konsumennya melalui konsistensi dalam menghadirkan pengalaman, integritas dalam menjalankan bisnis, serta kemampuan menciptakan nilai yang relevan secara berkelanjutan.

"Respectful brand adalah tahap tertinggi dari perjalanan sebuah merek. Setelah sebuah merek dikenal, disukai, dan dipilih, tantangan berikutnya adalah direspek dan dipuja. Rasa puja tidak bisa dibeli dengan iklan, promosi, atau media sosial semata. Ia tumbuh dari kualitas, konsistensi, inovasi, dan engagement yang kuat dengan pelanggan. Merek yang dipuja akan selalu punya tempat di hati konsumen Indonesia," tambahnya.

Penerima Top Brand Award ditentukan berdasarkan hasil survei independen yang dilakukan Frontier di 15 kota besar di Indonesia. Survei tersebut menggunakan metode multistage area random sampling dan purposive sampling untuk merepresentasikan berbagai segmen konsumen.

Pengukuran Top Brand Index (TBI) dilakukan melalui tiga parameter utama, yakni Top of Mind Awareness, Last Usage, dan Future Intention. Sebuah merek berhak menyandang predikat Top Brand apabila memperoleh TBI minimal 10% dan berada di tiga besar pada kategorinya.

Handi juga menekankan pentingnya valuasi merek sebagai salah satu komponen utama aset tak berwujud (intangible asset) perusahaan. Menurutnya, di era ekonomi modern, nilai perusahaan semakin ditentukan oleh kekuatan aset tak berwujud, khususnya ekuitas merek, yang berperan dalam membangun keunggulan kompetitif sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan pasar.

Ia menjelaskan, valuasi merek dapat menjadi dasar dalam berbagai keputusan strategis perusahaan, seperti merger dan akuisisi, negosiasi lisensi, pembentukan joint venture, hingga penyusunan strategi pengembangan merek. Handi juga memaparkan lima pendekatan utama dalam menghitung nilai merek, yaitu Replacement Cost Method, Market-Based Approach, Price Premium Method, Income Split Method, dan Royalty Relief Method.

Selama bertahun-tahun, Survei Top Brand menjadi salah satu riset nasional yang digunakan untuk mengukur kekuatan merek di Indonesia. Pada 2026, survei tersebut mencakup lebih dari 350 kategori produk dan layanan dari berbagai sektor industri.

Melalui tema Respectful Brand, Top Brand Award 2026 diharapkan menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk terus membangun merek yang tidak hanya unggul di pasar, tetapi juga dipercaya, dipuja, serta mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi konsumen maupun bisnis.

Dalam kesempatan yang sama, Top Brand Award juga memperkenalkan The Purple Box, simbol yang merepresentasikan perjalanan dan pencapaian tertinggi merek-merek terbaik di Indonesia. Konsep tersebut terinspirasi dari red ocean yang menggambarkan ketatnya persaingan bisnis dan blue ocean yang melambangkan inovasi serta penciptaan nilai baru.

Menurut penyelenggara, The Purple Box bukan sekadar kemasan eksklusif, melainkan simbol dedikasi, konsistensi, dan komitmen yang telah dibangun sebuah merek selama bertahun-tahun. Melalui simbol tersebut, Top Brand Award ingin menegaskan bahwa sebuah merek tidak hanya berhasil menjadi pemimpin pasar, tetapi juga mampu mempertahankan kepercayaan pelanggan serta terus beradaptasi menghadapi perubahan.