Sepanjang Tahun 2020, Pencarian Rukan di Pantai Indah Kapuk Tumbuh 9 Persen

Oleh : Ridwan | Sabtu, 17 Oktober 2020 - 15:30 WIB

Ilustrasi Rukan di Pantai Indah Kapuk
Ilustrasi Rukan di Pantai Indah Kapuk

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Sebagai kawasan mandiri terpadu yang terus berkembang selama lima tahun terakhir, sejumlah properti turut disediakan berbagai pengembang pada kawasan Pantai Indah Kapuk di Jakarta Utara.

Tingginya penyediaan selama beberapa tahun bahkan dalam satu tahun belakangan berdampak positif dari sisi pencarian properti. Salah satunya dari sektor properti komersial yang lebih segmentif konsumennya.

Portal properti global, Lamudi.co.id, melansir terdapat 2.429 pencarian properti komersial di Pantai Indah Kapuk sepanjang tahun 2020 berlangsung. Dari data yang sama,  terdapat pertumbuhan pencarian properti komersial rata-rata sebesar 9 persen setiap bulannya.

Novriyadi, Head of Research Lamudi.co.id, menyebutkan pencarian properti komersial via daring di Pantai Indah Kapuk diketahui masih didominasi oleh sektor rumah kantor atau rukan.

Disebutkan Novri, pertumbuhan pencarian properti komersial yang terjadi pada tahun ini tumbuh secara signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ia menyebutkan salah satu faktor tumbuhnya pencarian datang dari penyediaan unit-unit komersial yang bertambah banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencarian Hunian Turut Tumbuh

Tidak hanya peminatan dari sektor properti komersial saja, baik kawasan PIK 1 dan PIK 2 diketahui juga banyak diminati dari sektor properti hunian.

Novri menyebutkan selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, sejumlah hunian baik rumah atau apartemen dijual di Pantai Indah Kapuk juga memiliki pertumbuhan pencarian yang positif via daring yakni 6  persen.

Diantara tipe-tipe properti yang ditawarkan, Novri melihat pencarian apartemen khususnya apartemen di PIK 2 adalah yang paling banyak dicari dalam pencarian properti via daring.

Novri menjelaskan faktor harga apartemen di PIK 2 adalah yang memainkan peran krusial disamping keberadaannya yang merupakan kategori hunian primer. Adapun harga apartemen di PIK 2 yang dimaksud sendiri benar-benar sangat terjangkau yakni di bawah harga 500 jutaan.

"Sejumlah daftar apartemen di PIK 2 yang merupakan apartemen primer diketahui menawarkan harga pada kisaran 200-300 jutaan dengan desain yang modern dan dilengkapi fasilitas terbaik. Tipe properti ini yang diketahui banyak diminati oleh pencarian properti kategori generasi milenial," ungkap Novri.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Bank BCA

Senin, 26 Oktober 2020 - 14:03 WIB

BCA Pastiakan Tak Ada Deposito Nasabah yang Hangus

Klaim tersebut tidak benar dan tidak berdasar karena deposito tersebut telah lama dicairkan. Bukti pencairan sudah sampaikan pada agenda pembuktian dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

Senin, 26 Oktober 2020 - 13:30 WIB

Menperin Agus Gerak Cepat Ciptakan Kawasan Industri Halal

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong sektor manufaktur tanah air agar turut berkontribusi mewujudkan Indonesia yang mampu bersaing dalam industri halal hingga skala global.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memberikan arahan ke jajarannya

Senin, 26 Oktober 2020 - 12:46 WIB

Satu Tahun Kerja, Mentan Minta Pertajam Program Yang Sudah Berjalan

Memasuki satu tahun kinerja Kabinet Indonedia Maju, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan sinergitas dan kinerja sektor pertanian untuk meningkatkan perekonomian nasional.

Pasar Indonesia Kegiatan Tahunan KBRI Pretoria (Photo by Kemlu)

Senin, 26 Oktober 2020 - 12:15 WIB

Promosikan Kuliner Nusantara, KBRI Pretoria Selenggarakan Pasar Indonesia

Tahun ini walaupun diselenggarakan dengan skala lebih kecil, kami tetap menggelar Pasar Indonesia dengan semangat tinggi untuk memperkenalkan kuliner khas nusantara dan beragam produk Indonesia.

Trio Macan

Senin, 26 Oktober 2020 - 12:00 WIB

Artis Trio Macan Ramaikan Mancing Galatama PWI Jaya dan IBR Relation

Acara Lomba Mancing Galatama ini baru pertamakalinya kami gelar, peminatnya luar biasa banyak, tetapi karena kita membatasi 100 peserta maka banyak yang terpaksa kami tolak karena keterbatasan…