BI dan Pemerintah Dorong UMKM Sebagai Kunci Pertumbuhan Baru Ekonomi

Oleh : Krishna Anindyo | Selasa, 13 Oktober 2020 - 10:15 WIB

Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Berbicara tentang bisnis dan ekonomi, UMKM ialah roda penggerak perekonomian Indonesia. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Eriko Sotarduga menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian domestik, oleh karenanya perlu didorong untuk menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi.

Tiga hal kunci yang harus ditempuh dalam pengembangan UMKM adalah peningkatan nilai tambah produk-produk UMKM, digitalisasi UMKM, dan sinergi.

"Dalam pandemi Covid-19 ini, UMKM adalah sektor yang paling terpukul karena banyaknya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Terkait hal tersebut, Komisi XI DPR RI ingin mendapatkan informasi tentang langkah-langkah yang diambil Bank Indonesia untuk mengangkat kembali UMKM di tengah pandemi Covid-19 saat ini di provinsi Jawa Barat," ucap Eriko melalui keterangan yang diterima redaksi pada Selasa (13/10).

Dikatakannya, digitalisasi UMKM dapat ditempuh dengan memanfaatkan platform digital, khususnya untuk pemasaran online dan digitalisasi pembayaran. Di sisi pemasaran, sambungnya, Bank Indonesia telah melaksanakan program onboarding UMKM dengan melibatkan UMKM binaan dan mitra.

"Program ini menjadi salah satu upaya Bank Indonesia dalam upaya pengembangan kapasitas UMKM, khususnya terkait literasi digital UMKM," paparnya.

Dalam kesempatan yang sama Eriko juga mengatakan, untuk mengatasi dampak Covid-19 terhadap Perekonomian, Pemerintah telah meluncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Program tersebut ditujukan untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang melambat, yang mana pertumbuhan ekonomi triwulan pertama tahun 2020 sebesar positif 2,97 persen dan triwulan kedua 2020 sebesar negatif 5,32 persen.

"Selama pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional telah dilaksanakan restrukturisasi kredit perbankan sebanyak 6,59 juta debitur per tanggal 29 Juni 2020 atau senilai Rp 740,79 Triliun. Dari jumlah tersebut 5,29 juta debitur adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau senilai Rp 317,29 triliun. Pemerintah juga menjalankan kebijakan stimulus perekonomian lanjutan terkait pemberian subsidi bunga bagi debitur bank dan perusahaan pembiayaan," terangnya.

Sementara itu, menjawab berbagai pertanyaan dari anggota dewan, pihak Bank Indonesia menyatakan bahwa BI berupaya mendorong pemanfaatan uang elektronik maupun implementasi Quick Responce Code Indonesia Standard (QRIS) yang semakin mempermudah transaksi digital.

Program-program tersebut terus didorong pada 2021 untuk meningkatkan literasi digital UMKM dan menambah jumlah UMKM go digital dan kemudian meningkat menjadi UMKM go global.

Berbagai program pengembangan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia dirumuskan dalam suatu strategi komprehensif pengembangan UMKM yang mencakup tiga aspek penting yakni, pembentukan klaster atau kelompok ekonomi (korporatisasi); peningkatan kapasitas baik produksi, keuangan, maupun pemasaran; serta perluasan akses pembiayaan dan literasi keuangan.

Bank Indonesia sendiri telah sejak lama melaksanakan pengembangan UMKM, mengingat besarnya peran UMKM dalam perekonomian nasional.

Upaya pengembangan UMKM ini semakin menguat di masa pandemi covid 19 dan dilakukan dengan memperhatikan peningkatan nilai tambah produk produk UMKM, digitalisasi UMKM, dan pelaksanaan kegiatan yang sinergis.

Dalam konteks pengembangan UMKM ini terdapat transformasi kebijakan untuk menjadikan UMKM sebagai kekuatan ekonomi nasional.

Dalam transformasi kebijakan ini terdapat empat aspek penting yaitu sinergi kebijakan, integrasi ekonomi dan keuangan digital, prioritisasi, serta edukasi dan literasi.

Keempat aspek ini diarahkan untuk menyasar terciptanya inklusi ekonomi dan keuangan, dengan melibatkan berbagai sumber pendanaan, baik dana sosial, pemerintah, BUMN, perbankan maupun masyarakat, serta melibatkan berbagai lembaga pengelola.

Pada masa pandemi Covid-19, UMKM didorong agar lebih adaptif dan sikap dalam menghadapi era new normal, dengan peluang peningkatan permintaan baik dari domestik maupun luar negeri dengan standar kesehatan yang baru, serta semakin kuatnya preferensi masyarakat akan transaksi ekonomi dan keuangan digital.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BPOM (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 18 Mei 2022 - 12:35 WIB

Masyarakat Diminta Bijak terhadap Isu Bahaya Mikroplastik

Maraknya pemberitaan isu bahaya mikroplastik pada air kemasan perlu disikapi bijak oleh masyarakat.

Outlet Paris Baguette

Rabu, 18 Mei 2022 - 12:30 WIB

Lanjutkan Ekspansi, Paris Baguette Buka 4 Outlet

Melanjutkan kesuksesan pembukaan outlet-outlet sebelumnya di pusat kota Jakarta, Erajaya Food & Nourishment meneruskan kembali perluasan footprint-nya dengan membuka empat outlet baru sekaligus…

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo

Rabu, 18 Mei 2022 - 12:00 WIB

IMI Bersama Pengelola Sirkuit Sentul Terus Matangkan Pengembangan West Java Sentul International Circuit

Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo bersama pengelola Sirkuit Internasional Sentul yang dipimpin Tinton Soeprapto mematangkan rencana pengembangan…

Mukhtarudin - Anggota DPR RI Komisi VII

Rabu, 18 Mei 2022 - 11:58 WIB

Neraca Perdagangan Surplus, Anggota Banggar DPR RI: Ini Sinyal Ekonomi RI Kuat

Anggota Banggar DPR RI Mukhtarudin mengatakan surplus neraca perdagangan pada April 2022 yang tercatat 7,56 miliar dolar AS mengindikasikan bahwa penguatan ekonomi Indonesia pada tahun 2022…

Lion Parcel

Rabu, 18 Mei 2022 - 11:54 WIB

Selama Ramadan dan Lebaran 2022, Lion Parcel Catat Peningkatan Volume Pengiriman hingga 30 Persen

Peningkatan volume pengiriman tersebut selain dapat menjadi indikator makin berputarnya roda perekonomian di Tanah Air, juga membuktikan bahwa preferensi dan kepercayaan masyarakat yang kian…