Tidak Ada Pasukan Khusus di BIN

Oleh : Wawan Hari Purwanto | Rabu, 16 September 2020 - 22:13 WIB

Wawan Hari Purwanto, Deputi VII BIN
Wawan Hari Purwanto, Deputi VII BIN

INDUSTRY.co.id - Inagurasi Statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno Inisiator STIN adalah acara yang digelar bersamaan dengan Dies Natalis STIN 2020.

Acara tersebut juga dirangkai dengan penutupan Dikintelsus (Pendidikan Intelijen Khusus) dengan kode sandi Pasukan Khusus Rajawali.

Ini bukan Pasukan (Unit) tersendiri namun Kepelatihan Intelijen Khusus yang diberikan kepada Personil BIN yang bertugas di lapangan (bersama TNI, Polri), agar memahami tentang tugas dan dinamika di lapangan, antara lain Intelijen Tempur, Taktik dan Teknik Intelijen di medan hutan/perkotaan dll, serta peningkatan kapabilitas SDM.

Pelatihan ini dilaksanakan antara lain berdasarkan evaluasi terhadap hasil Operasi Satgas di wilayah Konflik, dimana Personil BIN di Papua ada yang telah Gugur dan terluka.

Kalau mengkaitkan ini dengan Schutz Staffel Nazi Jerman, dll rasanya terlalu jauh.

Penutupan Dikintelsus  selalu diwarnai dengan atraksi ketrampilan baik bela diri, IT, bahan peledak atau ketrampilan senjata serta  simulasi penumpasan ATHG lainnya.

Pendidikan ini ditujukan untuk mengasah kemampuan dalam mengatasi tugas khusus yang berat dan medan sulit. Setelah selesai pendidikan mereka diterjunkan untuk  tugas klandestin di berbagai sasaran yang menjadi titik ATHG. Mereka terjun seorang diri ataupun bekerja dengan tim kecil (Satgas).

Dikintelsus Ini bukan dibentuk menjadi sebuah pasukan tetapi akan terjun secara personal/ mandiri di wilayah tugas. Jadi ini bukan pasukan tempur, meskipun latihannya adalah latihan para komando.

Diklat seperti ini biasa dilakukan di BIN,  semua ditujukan untuk menciptakan insan intelijen yang tangguh guna melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, serta menjaga keselamatan 267 juta rakyat Indonesia.

Saya juga mantan rektor STIN yang sekarang disebut gubernur,  sehingga paham akan sistem pendidikan yang diterapkan di BIN.

Setelah selesai pendidikan mereka  kembali ke unit tugas masing- masing sesuai tupoksinya.

Atraksi penutupan pendidikan adalah simulasi hasil pendidikan yang mencerminkan ketangguhan skill, spirit dan stamina. Selain itu juga terbentuk keberanian, wawasan dan personal approach yang baik dan dibarengi kecepatan bertindak jika ada ATHG. 

Jadi tidak ada Pasukan di BIN, Penamaan Pasukan Khusus Rajawali adalah kode sandi pendidikan yang selalu berubah kodenya di setiap jenis pendidikan.

 

Oleh: Wawan Hari Purwanto
Deputi VII BIN
Mantan Gubernur STIN

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) M. Lutfi menemui Presiden Donald Trump

Sabtu, 19 September 2020 - 13:33 WIB

Jadi Dubes Indonesia di AS, M. Lutfi Akan Pastikan Persetujuan GSP Diperpanjang

Selain itu, Lutfi juga akan memulai pembicaraan untuk negosiasi terkait perjanjian dagang bebas terbatas atau limited trade deal  dengan AS.

Presiden Joko Widodo

Sabtu, 19 September 2020 - 13:32 WIB

Cetak Sejarah! Presiden Jokowi Bakal Berikan Pidato pada Sidang Umum PBB 23 September Nanti

Presiden RI Joko Widodo diagendakan akan menghadiri Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-75 secara virtual. Bahkan, Jokowi akan memberikan pidato di 23 September nanti.

Jembatan Gantung

Sabtu, 19 September 2020 - 13:09 WIB

Jaga Produktivitas Pertanian, Kementerian PUPR Bangun Sejumlah Infrastruktur Kerakyatan di Jawa Barat

Beberapa infrastruktur kerakyatan yang telah selesai dikerjakan di Jawa Barat adalah pembangunan saluran irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengunjungi pabrik Mayora di Banten

Sabtu, 19 September 2020 - 12:45 WIB

Kejar Target Tumbuh 4% di Akhir Tahun 2020, Meperin Pantau Industri Mamin di Banten

Kementerian Perindustrian terus memantau dan menjaga aktivitas sejumlah sektor manufaktur strategis di tengah masa pandemi Covid-19, seperti industri makanan dan minuman yang diharapkan dapat…

Yuanita Agata, Head of Marketing JOOX Indonesia Dalam Acara Konferensi Pers 'Ngobrolin #KataHati' Bersama Sederet Pembicara Inspiratif

Sabtu, 19 September 2020 - 12:15 WIB

JOOX Ajak Masyarakat Ikuti dan Ekspresikan Kata Hati Melalui Musik

Melalui playlist yang dikurasi untuk menemani setiap kondisi serta fitur-fitur interaktif yang menghibur, JOOX berkomitmen untuk menjadi social entertainment platform yang hadir menemani pengguna…