INDUSTRY.co.id - Tegal - Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dan Yayasan Kelola Sampah Indonesia (Yaksindo) hari ini, Selasa (8/9/2020) menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) tentang peningkatan pengelolaan sampah dan lingkungam hidup.

Advertisement

Penandatanganan MoU dilakukan secara virtual melalui aplikasi daring yang dilakukan oleh Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono dengan Ketua Yaksindo Nara Ahirullah.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi, Sekretaris Daerah Kota Tegal Johardi, Direktur Eksekutif Green Indonesia Foundation (GIF) Asrul Hoesein, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Christine Halim, Owner PT. Kemasan Ciptatama Sempurna (KCS) Wahyudi Sulistya, dan Presiden Direktur PT. Trinseo Materials Indonesia, Hanggara Sukandar. 

Advertisement

Dengan ditandatanganinya MoU ini, Kota Tegal akan menjadi kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program pilot pengelolaan sampah end-to-end dari hulu ke hilir yang menerapkan circular economy.

Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono mengatakan pendandatanganan MoU antara Pemkot Tegal dan Yaksindo sebagai bukti kedua belah pihak memiliki kesamaan pemahaman mengenai perlunya peningkatan pengelolaan sampah dan lingkungan yang berbasis circular economy dan penerapan teknologi dalam pengolahan sampah. 

Advertisement

"Kesepakatan tersebut menjadi pedoman para pihak dalam mempersiapkan kerja sama penerapan peningkatan pengelolaan sampah dan lingkungan hidup di Kota Tegal. Saya berharap pengelolaan sampah dan pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan dapat berjalan secara efektif di Kota Tegal," harapnya.

Ia pun berharap semoga Kota Tegal dapat menjadi pilot project dalam pengelolaan sampah yang belum ada di Indonesia maupun di seluruh dunia. 

Advertisement

"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya terhadap semua pihak yang telah terlibat dalam program ini," kata Wali Kota Tegal.

Dijelaskan Wali Kota Tegal, untuk pilot project pertama program ini akan dilaksanakan di TPS 3R Kelurahan Mintragen. Kedepannya, terang Wali Kota, sampah di Kota Tegal dapat diselesaikan di tingkat rumah tangga dan di TPS 3R, sehingga hanya sampah-sampah residu yang tidak bisa diolah saja yang akan dibuang ke TPA.

"Rencana dari pilot project ini 10 ton sampah tiap hari akan kita jadikan brikegt sebagai subtitusi batu bara yang digunakan di industry," sebut Wali Kota. 

Disebutkan Wali Kota, secara teknis tahap perjanjian kerja sama pemanfaatan sampah akan dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal dengan Yaksindo.

Sementara kebutuhan lain dalam program ini akan dipenuhi oleh berbagai pihak untuk mewujudkan circular economy sebagai total solution permasalahan sampah di Kota Tegal. Salah satunya PT. Trinseo Materials Indonesia yang sejak awal juga ikut serta berkolaborasi dengan Pemkot Tegal bersama PT. KCS, GIF dan ADUPI.

Ketua Yaksindk, Nara Ahirullah menyebut pengelolaan sampah harus menjadi perhatian utama dalam masalah lingkungan yang disebabkan oleh sampah. 

"Yaksindo dalam hal ini adalah kolaborator yang akan memasukkan semua pihak untuk mensukseskan proyek pengelolaan sampah Kota Tegal, dari mulai pengelolaan sampah rumah dan sejenis rumah tangga, mapping potensi sampah untuk mengetahui volume potensi akurat sampah mengenai tanggung jawab produsen terhadap sisa produknya, teknis daur ulang sampah menggunakan Mesin Predator, hingga pelaksanaan pembelian materi daur ulang oleh Perusahaan berpacu pada regulasi yang berlaku dan harus diimplementasikan secara terintegrasi sebagai solusi dari masalah ini," papar Nara.

Dengan program ini, kata Nara, Primer Koperasi Pengelola Sampah (PKPS) akan mengubah material daur ulang yang awalnya disebut sampah menjadi bisnis yang sustainable karena ketersediaan bahan bakunya yang pasti ada. 

"Di Kota Tegal ini jugalah kita akan melihat bagaimana masyarakat, pemerintah, pihak produsen dan swasta lainnya secara bergotong-royong membantu pengelolaan sampah secara bertanggungjawab dan proporsional," jelas Nara 

"Dengan program ini akan mengeliminasi sampah hingga 80 persen. Sehingga sampah diharapkan tidak sampai ke TPA, karena sampah sudah tidak ada lagi," tambahnya.