Jokowi Tegaskan RAPBN 2021 Bakal Fokus Pada Empat Sektor Strategis

Oleh : Krishna Anindyo | Sabtu, 15 Agustus 2020 - 13:45 WIB

Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)
Presiden Joko Widodo (Foto: Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah akan mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2021, yaitu ‘Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi’.

Melalui tema itu, program pemulihan akan terus dilanjutkan bersamaan dengan reformasi di berbagai bidang. Ia pun mempertegas terdapat empat sektor strategis yang akan difokuskan.

Fokus pertama adalah memercepat pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19. Kedua, mendorong reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing ekonomi. Ketiga, mempercepat transformasi ekonomi menuju era digital. Keempat, pemanfaatan dan antisipasi perubahan demografi.

RAPBN 2021 juga akan mengantisipasi ketidakpastian pemulihan ekonomi dunia, volatilitas harga komoditas, serta perkembangan tatanan sosial ekonomi dan geopolitik, juga efektivitas pemulihan ekonomi nasional, serta kondisi dan stabilitas sektor keuangan.

Pelaksanaan reformasi fundamental juga dilakukan antara lain reformasi pendidikan, reformasi kesehatan, reformasi perlindungan sosial, dan reformasi sistem penganggaran dan perpajakan.

“Dengan berpijak pada strategi tersebut, pemerintah mengusung tema kebijakan fiskal tahun 2021, yaitu Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Reformasi,” tutur Presiden Jokowi ketika menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2021 beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna DPR RI, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat, (14/8/2020).

Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga mengutarakan asumsi indikator ekonomi makro yang dipergunakan sebagai acuan dalam pembangunan ekonomi ditahun mendatang. Adapun pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan mencapai 4,5 persen hingga 5,5 persen.

"Tingkat pertumbuhan ekonomi ini diharapkan didukung oleh peningkatan konsumsi domestik dan investasi sebagai motor penggerak utama," sambung Jokowi.

Inflasi akan tetap terjaga pada tingkat 3 persen untuk mendukung daya beli masyarakat. Selain itu Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 14.600 per dollar AS. Serta suku bunga SBN 10 tahun yang diperkirakan sekitar 7,29 persen.

Harga minyak mentah Indonesia (ICP) diperkirakan akan berkisar pada 45 dollar AS per barel. Lifting minyak dan gas bumi diperkirakan masing-masing mencapai 705.000 barel dan 1.007.000 barel setara minyak per hari.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelayanan Outreach KJRI Los Angeles (Photo by Kemlu)

Rabu, 23 September 2020 - 11:15 WIB

Bantu WNI di Colorado, KJRI Los Angeles Berikan Pelayanan Outreach

Program outreach ke masyarakat Indonesia dilaksanakan setelah otoritas di Denver memperlonggar protokol selama pandemik COVID-19.

H. Firli Bahuri: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia

Rabu, 23 September 2020 - 11:00 WIB

Dirgahayu Polantas Ke-65

Polri sebagai induk dan penganyom Korps Lalu Lintas, cepat melakukan beberapa perbaikan internal jajarannya dengan menggandeng KPK.

Presiden Joko Widodo

Rabu, 23 September 2020 - 10:37 WIB

Ini Tiga Pemikiran Presiden Jokowi yang Disampaikan Dalam Pidato Sidang Majelis Umum ke-75 PBB

Presiden Joko Widodo menyerukan tiga pemikiran dalam pidatonya pada sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disampaikan secara virtual Rabu, (23/9/2020).

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Rabu, 23 September 2020 - 10:33 WIB

Cegah Kluster Perkantoran, Perusahaan Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Dengan Ketat

Satgas Penanganan COVID-19 meminta perusahaan-perusahaan swasta melindungi karyawannya agar tidak terpapar COVID-19 dan melahirkan kluster-kluser baru. Perkantoran termasuk pabrik-pabrik juga…

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar

Rabu, 23 September 2020 - 10:15 WIB

Segera Salurkan Stimulus Ekonomi Agar PHK Tidak Meluas di Masa Pandemi

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar beranggapan, pemerintah harus terus diingatkan untuk segera menyalurkan stimulus ekonomi guna membendung gelombang PHK di masa pandemi.