Perang Bintang, Pilkada Tangsel untuk Siapa?

Oleh : Akhrom SA, S.IP | Rabu, 12 Agustus 2020 - 12:49 WIB

Deputi Sosial Politik G-7, Akhrom Saleh
Deputi Sosial Politik G-7, Akhrom Saleh

INDUSTRY.co.id - Sebagai penyanggah Ibu Kota Negara, Tangerang Selatan (Tangsel) merupakan kota yang menjadi salah satu pilihan penduduk urban untuk bermukim. Berbagai suku agama dan ras, dari berbagai pelosok negeri berdomisili di kota yang memiliki slogan “Cerdas, Modern dan Religius” tersebut.

Terlepas dari gambaran umum Tangsel, tentunya kita ketahui bahwa kota penyanggah ibu kota ini sebentar lagi akan menyelenggarakan pesta demokrasi, pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru, seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Mengamati calon-calon yang bermunculan di Pilwako Tangsel, antara lain, Benyamin Davnie yang kemungkinan besar berpasangan dengan H. Pilar Saga Ichsan yang diusung Partai Golkar dan PPP, demikian juga Hj. Siti Nur Azizah yang berpasangan dengan Ruhama Ben diusung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Muhammad berpasangan resmi dengan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

Melihat pasangan-pasangan itu penulis berpendapat, bahwa pilkada Kota Tangsel merupakan perang bintang, perang para elite nasional dan lokal. Kenapa demikian? Pertama faktanya, dari ketiga pasangan yang muncul, seperti pasangan Benyamin Davnie yang berlatar belakang birokrat tulen yang juga petahana didampingi keponakan dari mantan penguasa Banten, sekaligus bersaudara dengan Wakil Gubernur Banten, Andika. Dan H. Pilar juga sebagai anak kandung Bupati Kabupaten Serang, Hj. Ratu Tatu.

Kedua, pasangan Hj. Siti Nur Azizah anak dari penguasa negeri, Wakil Presiden RI Periode 2019-2024, KH. Ma’ruf Amin, yang Azizah pun mantan seorang birokrat (ASN).

Sementara pasangan ketiga, Muhammad mantan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan berpasangan dengan anak konglemerat Hashim Djojohadikusumo, yang juga keponakan dari Menteri Pertahanan RI Periode 2019-2024, sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Tentunya melihat latar belakang calon yang bermunculan pastinya dapat kita nilai, bahwa Kota Tangerang Selatan seperti seorang gadis perawan yang direbutkan oleh “lelaki hidung belang”. Pertanyaannnya kenapa harus Kota Tangerang Selatan? Padahal secara hak suara Tangsel bukanlah penduduk padat yang Daftar Pemilih Tetapnya (DPT) seperti DKI, Kabupaten Bekasi, Bogor dan Depok, bahkan Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang jauh lebih banyak suara pemilihnya dibandingkan Kota Tangsel. Jumlah DPT Kota Tangsel tahun 2019, menurut Ketua KPU Tangsel sebanyak 948.571/wartakota.com. Sementara pemuktahiran data dalam proses pencocokan dan penelitian (Coklit) tahun 2020 sebanyak 1.380.662 orang/Kompas.com/16 Juli 2020. Dan perbadingannya dengan Kota Tangerang sebanyak 1.194.369 orang tahun 2019/situs resmi KPU Kota Tangerang).

Jadi apa yang menjadikan alasan para tokoh lokal atau elite politik nasional untuk menurunkan jagoan-jagoannya di Pilkada Kota Tangerang Selatan? Coba kita lihat dari sudut pandang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangsel dari mana asalnya? Tangsel hanya memiliki (pajak) dari sektor perdagangan, yakni pajak reklame, pajak restoran, pajak hiburan, PBB, BPHTB dan lain sebagainya (Metropolitan Id/2019. “PAD Tangsel Tembus Rp 1,3 Triliun). Bila dibandingkan dengan Kota Tangerang yang juga Kota Penyenggah Ibu Kota Negara sebesar Rp 2,2 Triliun tahun 2019. (Satelit News.id/”PAD 2019 Kota Tangerang Naik 108,60 Persen”). Artinya apabila kita mengacu dari politik anggaran tentunya itu tidaklah dapat masuk logika untuk dijadikan alasan utama dalam merebut kursi nomor 1 (satu) di Kota Tangerang Selatan, tentu melihat data tersebut kota Tangerang jauh lebih besar PAD-nya dibandingkan Kota Tangsel.

Jadi untuk siapa mereka para anak tokoh, penguasa dan anak konglemerat yang maju dalam pilwako Tangsel? Penulis beranggapan bahwa para calon yang dipasang beradu merupakan refpresentatif pilpres tahun 2024. Kenapa demikian? Secara umum, sebanyak 270 daerah menyelenggarakan pilkada serentak pada bulan Desember 2020 mendatang, merupakan tolak ukur/pemetaan suara dalam bertarung pemilihan presiden tahun 2024. Oleh karenanya para elite dan tokoh nasional serta para konsultan politik, pilkada menjadi ajang adu strategi dan adu kuat, sehingga menjadi sebuah keharusan semaksimal mungkin untuk merebut kursi kepala daerah dalam kontestasi pilkada serentak, sebagai tolak ukur pemilihan presiden tahun 2024.

Hari ini, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra telah kembali bergandengan tangan ditingkat nasional, gambaran itu juga di realisasikan sampai tingkat daerah, salah satunya faktanya di Kota Tangerang Selatan, bahwa kedua partai penguasa tersebut kembali bergandengan tangan mengusung jagoannya dalam pilkada, khususnya Kota Tangerang Selatan.

Demikian juga Partai Demokrat dan PKS yang memiliki sejarah panjang pun telah menunjukkan sikap politiknya di Kota Tangerang Selatan. Gambaran ini mengingatkan kita pada sejarah Pilpres tahun 2009-2014, saat Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto melawan Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang diusung Partai Demokrat juga didukung oleh PKS.

Kembali kepada Pemilihan Kepala Daerah Kota Tangerang Selatan, sayangnya para calon tidak menggambarkan refresentatif pemimpin daerah yang terlahir dari rakyat biasa, pasalnya hemat penulis, para calon merupakan anak-anak dari penguasa negeri, yang menunjukkan bahwa pollitik oligarki masih bercekokol kuat dalam tubuh partai, sehingga keputusan elite partai terlihat dalam pilkada Kota Tangsel.

Maka, penulis berharap, secara umum pilkada serentak dapat mencetak pemimpin-pemimpin daerah yang dapat membawa daerahnya keluar dari krisis kesehatan (Covid-19), dan dapat bekerjasama dalam membantu pemerintah pusat keluar dari krisis/resesi ekonomi yang di depan mata telah mengancam kita. Pun secara khusus pilkada Tangerang Selatan, siapapun pemenangnya dapat mengatasi Covid-19, dan dapat mengatasi persoalan kesenjangan sosial yang semakin hari semakin meningkat di Kota Tangerang Selatan.

Permasalahan di Tangsel bagaikan, “Puncak Gunung ES” nampak masalah diatas  terlihat kecil, sesungguhnya permasalahan di bawah jauh lebih besar. Pilkada Tangerang Selatan, penulis berharap benar-benar menjadi ajang pertarungan yang sehat demi Tangsel yang jauh lebih baik. Berharap Pilkada Tangsel untuk kesejahteraan warganya, bukan untuk para segelintir elite lokal dan nasional dan kepentingan pilpres 2024.

Permasalahan yang komplek tersebut menjadi PR besar bagi para calon Wali Kota dalam baradu konsep yang dapat dipaparkan dan direalisasikan kelak.

Oleh : Akhrom SA, S.IP
Pemerhati Sosial Politik

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Marines Cycling Community Rutin Tingkatkan Imunitas Tubuh

Sabtu, 19 September 2020 - 06:00 WIB

Marines Cycling Community Rutin Tingkatkan Imunitas Tubuh

Marines Cycling Community (MCC) atau komunitas bersepeda Korps Marinir TNI AL dibawah pimpinan Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr (Han) bersama-sama lawan Covid…

Sabtu, 19 September 2020 - 05:30 WIB

Atlet Dayung Korps Marinir Tinngkatkan Kemampuan Jelang Seleksi PON Papua

Pelatih dayung Marwiltim Sertu Marinir Ramijo mengatakan penjaringan atlet ini sangat penting untuk kaderisasi dan regenerasi dalam meningkatkan prestasi pedayung agar tidak kehabisan stok.…

Patroli Kewaspadaan Sungai dan Rawa Oleh Prajurit Yonif 5 Marinir Malang

Sabtu, 19 September 2020 - 05:00 WIB

Patroli Kewaspadaan Sungai dan Rawa Oleh Prajurit Yonif 5 Marinir Malang

Kegiatan latihan yang dipimpin Komandan Kompi Latihan Jaguar Yonif 5 Marinir Letda Marinir Mardian tersebut merupakan program pembinaan yang dilaksanakan Brigif 2 Marinir yaitu latihan Satuan…

Komandan Kavaleri 2 Mar Impin Pasukan dan Material Tempur

Sabtu, 19 September 2020 - 04:30 WIB

Komandan Kavaleri 2 Mar Impin Pasukan dan Material Tempur

Apel gelar pasukan dan material tempur melibatkan semua unsur latihan baik pelaku, pengawas dan pengendali latihan dari jajaran Kavaleri maupun pendukung latihan yaitu dari Yontaifib 2 Mar sebagai…

Batalyon Roket 2 Marinir Surabya Laksanakan Gun Drill

Sabtu, 19 September 2020 - 04:00 WIB

Batalyon Roket 2 Marinir Surabya Laksanakan Gun Drill

Guna menghadapi Latihan Satuan Lanjutan I (LSL I) TW II tahun 2020 prajurit Batalyon Roket 2 Marinir melaksanakan latihan Gun Drill dengan material 1 (satu) pucuk MLRS Vampire dan 1 (satu) RM…