Viral Tagihan Listrik Capai Rp 19 Juta, Ini Kata Dirjen Gatrik Kementerian ESDM

Oleh : Hariyanto | Selasa, 11 Agustus 2020 - 15:38 WIB

Ilustrasi meteran listrik (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)
Ilustrasi meteran listrik (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Viral kabar mengenai tagihan listrik yang membengkak dialami oleh seorang warga Kota Makassar,  Sulawesi Selatan beredar di media sosial. Tak tanggung-tanggung, lewat akun Twitternya @ummudaardaa, pengguna daya listrik 900 watt tagihannya membengkak hingga Rp 19 juta.

Merespon adanya kabar tersebut, Kementerian ESDM memastikan permasalahan yang dikeluhkan pelanggan tersebut telah diselesaikan. Direktur Bisnis dan Usaha Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Hendra Iswahyudi, mengatakan, PLN telah melakukan penghitungan ulang terhadap tagihan pelanggan tersebut.

Berdasarkan hasil penghitungan ulang yang dilakukan, PLN sepakat pelanggan hanya perlu membayarkan Rp 1.050.000 dengan cara dicicil.

"Solusinya sudah disepakati mekanismenya. Itu di Makasar, pelanggan hanya bayar Rp 1.050.000 dengan dicicil 4 kali per bulan. Jadi 200 ribu. Itu sudah clear," kata Hendra, dalam konferensi pers virtual, Selasa (11/8/2020).

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana memastikan, naiknya tagihan listrik yang dikeluhkan sejumlah pelanggan sejak juni lalu itu bukan karena PLN salah pencatatan. Melainkan adanya mekanisme penghitungan rata-rata tiga bulan saat wabah COVID-19.

"Jadi enggak ada salah catat. Ini karena mekanisme pencatatan yang berbeda. Kalau pihak ketiga itu mau datang ke rumah, orang rumah belum tentu mau didatangin. Kan ini enggak mungkin, listrik jalan terus kan," kata Rida.

"Makanya ini diambil yang diambil negara lain itu dengan rata-rata itu. Artinya, ini yang terbebankan ke rekening berikutnya," tambah Rida. Rida menegaskan, pengawasan terhadap PLN terutama soal tagihan listrik juga akan terus dilakukan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar

Rabu, 23 September 2020 - 10:15 WIB

Segera Salurkan Stimulus Ekonomi Agar PHK Tidak Meluas di Masa Pandemi

Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar beranggapan, pemerintah harus terus diingatkan untuk segera menyalurkan stimulus ekonomi guna membendung gelombang PHK di masa pandemi.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Rabu, 23 September 2020 - 09:50 WIB

Meski Kasus Positif Masih Cukup Tinggi, Kesembuhan Pasien COVID-19 Naik 35,8 Persen Dalam Sepekan

Berdasarkan analisa mingguan per 20 September, urutan 5 teratas per provinsi, kasus sembuh DKI Jakarta naik 1.540 (5.995 -> 7.495), Jawa Barat naik 1.093 (1.130 -> 2.223), Jawa Tengah naik 845…

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito

Rabu, 23 September 2020 - 09:35 WIB

Mohon Dicatat, Pemerintah Tak Akan Mentolerir Aktivitas Politik yang Berpotensi Tingkatkan Penularan COVID-19

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, soal protokol kesehatan selama pilkada telah dijamin Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui peraturan No. 6 dan No. 10 Tahun…

Ketua DPR RI - Puan Maharani

Rabu, 23 September 2020 - 09:15 WIB

Pandemi Covid-19, Ketua DPR Apresiasikan Lonjakan Aktivitas Olahraga Pada Masyarakat

Puan meminta Pemerintah merespons tingginya minat berolahraga masyarakat dengan memfasilitasi sarana berolahraga yang memadai, aman, dan nyaman.

Pupuk Indonesia

Rabu, 23 September 2020 - 08:59 WIB

Pupuk Indonesia Siapkan Pasokan Pupuk Jelang Musim Tanam

Para produsen pupuk yang terdiri dari PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja telah menyiapkan total stok pupuk bersubsidi yang…