BUMN PT Phapros Cetak Laba Menurun, DPR Ini 'Tepok Jidat' : Waktu Masih Swasta Malah Bagus Kinerjanya

Oleh : Krishna Anindyo | Senin, 27 Juli 2020 - 11:05 WIB

Ilustrasi Farmasi PT Phapros
Ilustrasi Farmasi PT Phapros

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Laba tahun berjalan yang dihasilkan PT Phapros Semarang, pada Tahun 2019 mengalami penurunan cukup signifikan. Anggota Komisi VI DPR RI Amin AK meminta agar kedepan  manajemen BUMN farmasi ini dikelola secara lebih baik dan efisien lagi agar tidak terjadi penurunan laba yang cukup besar.

"Penurunan laba tahun berjalan dari Rp 133,29 miliar pada tahun 2018 menjadi Rp 102,31 tahun 2019 sehingga terjadi penurunan sekitar Rp 31 miliar. Ini perlu mendapat perhatian serius," ujar Anggota Komisi VI DPR RI Amin AK melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Senin (27/7/2020).

Legislator dapil Jawa Timur IV ini membandingkan, saat Phapros masih perusahaan swasta justru terbilang bagus kinerjanya, tapi setelah menjadi BUMN justru menurun, kondisi ini tidak bagus untuk masa depan. Dengan menjadi BUMN tentu ada fasilitas dari negara, ada modal dari negara, ada sumber daya dari negara, bahkan ada kebijakan-kebijakan negara yang berpihak.

Ia menguraikan, laba bersihnya sebuah perusahaan merupakan salah satu parameter keberhasilan atau kegagalan manajemen. Penurunan laba bersih mencapai sekitar 30 persen mengundang tanda tanya besar, sebelum menjadi BUMN sempat menorehkan keuntungan Rp 133 miliar lalu pada tahun 2019 justru menurun menjadi Rp 102 miliar.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini juga mengkritisi alasan pihak manajemen Phapros bahwa penurunan laba diakibatkan adanya bunga hutang jatuh tempo. Namun menurut Amin, lebih disebabkan oleh manajemen operasional perusahaan yang kurang baik dan ini menjadi tantangan tersendiri.

"Jangan sampai BUMN selalu identik dengan perusahaan plat merah yang kalah dengan swasta," tegasnya.

Ia menerangkan, Komisi VI DPR RI akan mendukung dari sisi kebijakan tapi manajemen Phapros harus bisa menunjukkan kinerja yang lebih bagus.

“Kita akui pemain di bisnis farmasi ini sangat banyak, dari pangsa pasar sebesar Rp 88 triliun ada sekitar 250 pemain di bidang farmasi ini. Dan perusahaan terbesar saja menguasai tak lebih dari 6 persen share market-nya," jelas Amin.

Politisi yang memiliki latar belakang seorang Akuntan ini mengatakan bahwa persaingan di bidang farmasi di tengah pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi Phapros dan Kimia Farma selaku induknya.

“Industri farmasi ini menjadi salah satu kebutuhan pokok rakyat harus bisa menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG (Good Corporate Government). Bila ini ditegakkan maka akan meningkatkan kinerjanya menjadi lebih baik," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Phapros, Hadi Kardoko dalam paparannya mengakui adanya penurunan laba tahun berjalan pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018. Hal tersebut menurutnya disebabkan adanya pembayaran hutang jatuh tempo dan juga akuisisi PT Lucas Djaja.

"Implementasi Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) pada tahun 2018 skornya sebesar 479,75 meningkat menjadi 523,25 pada tahun 2019. Sementara peningkatan skor perolehan GCG tahun 2018 sebesar 86,72 menjadi 90,09 (very good/sangat baik) pada   tahun 2019," ulas Hadi.

“Langkah sinergi ketika masuk dalam Kimia Farma Group antara lain penjualan produk Phapros melalui jaringan Kimia Farma, penetrasi pasar ekspor, ekspansi pasar melalui penetrasi digital, efisiensi dalam pengadaan bahan baku melalui joint procurement serta refinancing pinjaman kepada pihak ketiga melalui line Kimia Farma,” tutupnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Photo by Lifestyle - Bisnis.com)

Minggu, 20 September 2020 - 08:00 WIB

Pemerintah Didesak Tetapkan Standar Harga Test PCR dan Regulasi Vaksin Mandiri

Regulasi vaksin mandiri perlu segera dipersiapan, sehingga pada saatnya swasta dapat dilibatkan dalam pengadaan vaksin mandiri tanpa beban negara. Keterlibatan pihak swasta dapat membantu pemerintah…

Bank DKI terus berinovasi

Minggu, 20 September 2020 - 07:38 WIB

Raih BUMD Marketeers Award, Bank DKI Termotivasi Beri Layanan Terbaik

Bank DKI meraih 3 penghargaan sekaligus pada BUMD Marketeer Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Mark Plus Inc. Ketiga penghargaan tersebut mencakup predikat sebagai the most promising company…

DHL Express (Ist)

Minggu, 20 September 2020 - 07:21 WIB

DHL Express Umumkan Penyesuaian Harga Tahun 2021 di Indonesia

Jakarta-Penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia, hari ini mengumumkan rata-rata penyesuaian harga yang berlaku efektif 1 Januari 2021.

Ilustrasi Online Shooping

Minggu, 20 September 2020 - 07:10 WIB

ShopeePay Bagikan Tips Belanja Aman Selama PSBB

Jakarta– ShopeePay, fitur layanan e-money terintegrasi di Indonesia, memperluas jangkauan transaksi digitalnya hingga ke merchant pasar swalayan agar lebih dekat dengan pengguna selama pandemi…

Jembatan Youtefa Hubungkan Infrastruktur Ekonomi Seputar Papua

Minggu, 20 September 2020 - 07:00 WIB

Selain Dukung Sektor Perekonomian, Jembatan juga Diberi Senuhan Nilai Seni

Indonesia saat ini membutuhkan pembangunan beberapa jembatan bentang panjang yakni dengan panjang lebih dari 100 meter, sehingga peluang kerja bagi para ahli jembatan di Indonesia masih sangat…