Indonesia Minta EAS Perkuat Kerja Sama di Bidang Infrastruktur Kesehatan, Ekonomi dan Konektivitas Kawasan

Oleh : Krishna Anindyo | Rabu, 22 Juli 2020 - 12:15 WIB

Telekonferensi Video Para Pejabat Senior East Asia Summit (EAS SOM)
Telekonferensi Video Para Pejabat Senior East Asia Summit (EAS SOM)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia tekankan perlunya perkuat kerja sama penanganan pandemi COVID-19 terutama kerja sama infrastruktur kesehatan, pemulihan ekonomi, dan konektivitas di kawasan Indo-Pasifik. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua SOM Indonesia/Dirjen kerja Sama ASEAN,Kemlu RI, Jose Tavares pada Pertemuan para pejabat senior East Asia Summit (EAS SOM), Senin, 20 Juli 2020  secara telekonferensi video di Jakarta.

“Ini saat yang tepat (bagi EAS) untuk perkuat kerja sama (multilateral dan regional) atasi berbagai dampak akibat pandemik, selain sistem kesehatan masyarakat, infrastruktur kesehatan, dan konektivitas—ini kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kawasan" ujar Jose Tavares melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Selasa (21/7/2020).

Ketua SOM Indonesia juga meyakini inisiatif Indonesia untuk menyelenggarakan EAS Health Experts Meeting akan percepat penanganan pandemik di kawasan terutama penguatan kerja sama para ahli virus dan penyakit pandemik dan formulasi protokol Kesehatan terkait essential movement of persons dalam meminimalisasi dampak covid-19.

Dalam konteks infrastruktur dan konektivitas, Indonesia juga kembali menyampaikan rencana penyelenggaraan World Economic Forum on ASEAN: Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity pada tahun 2021 mendatang.

Indonesia secara khusus mendorong negara-negara EAS dan organisasi internasional di kawasan agar terus meningkatkan kerja sama multilateral di tengah situasi sulit seperti pandemik ini. Melalui Forum EAS  diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi secara cepat.

“Kerja sama konkret seperti ini bukan saja akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tetapi juga mempertebal strategic trust antara negara di kawasan," ujar Dirjen Tavares.

“Tentunya kita semua tidak ingin Kawasan Asia Tenggara menjadi kawasan yang lemah dan tertinggal karena pandemik ini. Jika kita tidak atasi segera, maka ketertinggalan ekonomi, sosial, dan ketidak stabilan kawasan akan terjadi," tegas Dirjen Tavares mencermati betapa persoalan krisis pandemik COVID-19 sebagai tantangan bersama saat ini.

Pertemuan para pejabat senior EAS yang dihadiri seluruh perwakilan negara/pemerintahan peserta EAS ini telah membahas sejumlah isu mengemuka yang menjadi kepentingan bersama di kawasan, antara lain  upaya mempercepat pemulihan ekonomi ASEAN di masa pandemik COVID 19 melalui menjaga kelancaran konektivitas barang, jasa dan pelaku ekonomi; isu Laut China Selatan (LCS), isu Semenanjung Korea, terorisme, dan proses repatriasi di Rakhine State.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Tenaga Medis Memeriksa Sampel darah Pasien

Senin, 21 September 2020 - 14:16 WIB

Gawat! Lampaui Singapura, Kasus Positif Covid-19 di Jakarta Semakin Mengkhawatirkan

Kasus positif Covid-19 di wilayah DKI Jakarta kian hari kian meningkat dan semanakin mengkhawatirkan. Dilansir dari data Dinas Kesehatan DKI Jakarta kasus terkonfirmasi positif Jakarta telah…

Teknologi McAfee

Senin, 21 September 2020 - 14:00 WIB

Waspada Ancaman Kejahatan Siber Makin Marak di Masa WFH

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan online, sangat penting bagi netizen Indonesia untuk melindungi diri dari ancaman yang terus meningkat. Solusi dari McAfee dapat membantu…

Ilustrasi paket data

Senin, 21 September 2020 - 13:45 WIB

Kabar Gembira untuk Para Pelajar! Bantuan Kuota Data Internet dari Kemendikbud Bakal Cair Besok

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terbitkan Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020, tentang Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020.

Kepulangan 9 WNI dari Libya (Photo by Kemlu)

Senin, 21 September 2020 - 13:15 WIB

Pandemi Covid-19, KBRI Tripoli Bantu Pemulangan 9 WNI ke Tanah Air

KBRI Tripoli menggandeng KJRI Istanbul untuk melakukan pendampingan para WNI selama transit hingga BP2MI terkait penjemputan di Bandara Soekarno-Hatta dan pengaturan kepulangan mereka.

Ilustrasi Syariah (Foto:Suaranews)

Senin, 21 September 2020 - 12:45 WIB

OJK: Keuangan Syariah Tumbuh Positif Sepanjang 2020

Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia harus kita dorong perannya dalam membangkitkan perekonomian nasional. Apalagi, potensinya yang begitu besar dengan mayoritas penduduk Indonesia adalah…