INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Perusahaan riset pasar dan wawasan konsumen global, Toluna, resmi menunjuk Amy Fenton sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru per 15 Oktober 2026.
Fenton menggantikan pendiri Toluna, Frédéric Charles Petit, yang telah memimpin perusahaan selama 25 tahun. Petit akan tetap menjabat sebagai anggota Dewan Direksi, Penasihat Senior, dan Pemegang Saham.
Penunjukan tersebut mengakhiri proses suksesi terstruktur yang diumumkan pada 8 Oktober 2026, yang dipimpin oleh Dewan Direksi dan didukung firma pencarian eksekutif terkemuka.
Ketua Dewan Direksi Toluna, Bruce Haymes, mengatakan Fenton adalah sosok yang tepat untuk membawa Toluna ke fase pertumbuhan berikutnya.
"Dewan Direksi berupaya mencari pemimpin yang memadukan pengetahuan mendalam tentang industri wawasan konsumen dengan pengalaman mentransformasi bisnis riset melalui teknologi dan AI. Amy adalah sosok pemimpin tersebut," kata Bruce.
Amy Fenton memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri wawasan konsumen dan analitik. Sebelum bergabung dengan Toluna, ia menjabat sebagai CEO dan anggota Dewan Direksi MarketCast. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Chief Client Officer wilayah Amerika Utara di Kantar dan Ipsos, serta 25 tahun berkarier di Nielsen. Ia memulai kariernya di Procter & Gamble.
Fenton mengatakan, Toluna berada di momen penting dengan menggabungkan komunitas 80 juta konsumen global, platform teknologi, dan penerapan AI.
"Saya sangat antusias bergabung di Toluna di saat yang sangat penting bagi industri ini. Toluna telah menyatukan komunitas jutaan konsumen global, platform teknologi, dan penerapan AI," ujar Fenton.
"Kami akan mempercepat langkah selanjutnya dengan memanfaatkan wawasan manusia dan AI untuk menghasilkan intelijen prediktif yang membuat klien yakin saat mengambil keputusan di waktu nyata," tambahnya.
Sementara itu, Frédéric Petit menyebut ini adalah waktu yang tepat untuk regenerasi kepemimpinan.
"Ketika saya mengatakan bahwa inilah saat yang tepat untuk memiliki pemimpin baru, saat itu saya berharap kami dapat menemukan sosok pemimpin seperti Amy," kata Petit.