INDUSTRY.co.id - Jakarta-IHSG break out support moving average 5 hari dengan potensi menguji support MA20 dan lower bollinger bands. Indikator stochastic bergerak terkonsolidasi negatif pada area tengah oscillator dan indikator MACD yang bergerak diambang zona negatif.
"Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya menguji support dengan support resistance 4994-5076," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (21/7/2020).
Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AALI, BNGA, KLBF, MIKA, SMGR, TOWR.
IHSG (-0.56%) turun 28.48 poin kelevel 5051.11 dengan saham-saham sektor aneka industri (-1.62%) dan Pertambangan (-1.25%) turun signifikan menjadi penekan pergerakan IHSG. Turunnya rata-rata harga komoditas tambang menjadi salah satu faktor disamping total jumlah kasus penyebaran virus corona di Indonesia yang telah menyalip China. Indeks saham sektor pertanian (+2.99%) naik hampir tiga persen setelah harga CPO berhasil naik diatas 2600 riggit per mton. Investor asing melakukan aksi beli bersih sebesar 243.57 miliar rupiah dengan saham BBCA dan ICBP yang mulai dibeli investor asing meskipun nilai tukar rupiah masih melemah setengah persen kelevel 14785 per USD.
Bursa Eropa dibuka melemah dengan indeks Eurostoxx (-0.62%), FTSE (-0.93%) dan DAX (-0.32%) turun. Meskipun eurostoxx menguat kelevel tertinggi dalam empat bulan terakhir setelah para pemimpin regional membuat kemajuan dalam menegosiasikan paket stimulus bersejarah untuk ekonom yang telah terkena dampak dari pandemi. Di Eropa, upaya terus menyepakati paket stimulus 750 miliar euro ($ 856 miliar), di tengah perbedaan mengenai seberapa banyak dana pemulihan harus didistribusikan melalui hibah versus pinjaman berbunga rendah.