INDUSTRY.co.id - Penggunaan kartu identitas di perusahaan dan universitas telah mengalami perubahan drastic selama beberapa tahun terakhir.
”Berawal dari hanya sekedar alat identifikasi sederhana, kartu identitas karyawan kini dapat digunakan untuk membuka pintu dan mengakses sistem teknologi informasi (TI), jaringan internet bahkan data, sedangkan kartu identitas mahasiswa kini banyak digunakan untuk membeli makanan, menyewa buku di perpustakaan, pintu akses asrama, dan lain sebagainya. Sedangkan cara mencetak kartu identitas ternyata tidak banyak berubah selama dua decade terakhir. Biasanya dicetak dari sebuah atau beberapa komputer yang terhubung dengan printer di dekatnya,” ujar Hary Kartono,Director of Sales, Secure Issuance, ASEAN, HID Global, Kamis (16/7/2020)
Namun kini, perusahaan-perusahaandan universitas-universitas mulai menggunakan solusi berbasis cloud yang memungkinkan mereka mencetak kartu dari jarak jauh, mentransformasi proses pencetakan kartu identitas lewat perangkat pencetak kartu yang canggih, dengan menerapkan teknologi Internet of Trusted Things(IoTT) sehingga merubah tatanan nilai ekonomi pencetakan kartu identitas lewat moda layanan baru.
Secure Card Issuance (SI) secara umum dapat diartikan sebagai pembuatan dan pendistribusian kartu identitas yang aman dan tidak mudah dipalsukan untuk masing-masing individu.
Indonesia sendiri diprediksi akan menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara ASEAN, khususnya untuk pasar komputasi awan atau cloud computing. Pertumbuhan konsumsi perangkat dan layanan seluler serta meningkatnya permintaan layanan untuk mengatasi masalah sebelum, ketika dan setelah bencana terjadi menjadi penggerak utama pasar cloud di Indonesia.
Bencana disini bukan saja mengacu kepada bencana alam, tapi juga termasuk masalah ketika data perusahaan dicuri hackermisalnya.
Selain itu, dalam lima tahun terakhir, Layanan teknologi cloudtumbuh sekitar 48 persen per tahun, lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata tahunan secara global.
“Faktor-faktor ini yang membuat kami percaya, bahwa penerapan proses mencetak kartu identitas lewat teknologi cloudhanya tinggal menunggu waktu saja,” ujar Hary Kartono lebih lanjut.
Umumnya kartu identitas didesain dan dicetak menggunakan komputer yang terkoneksi dengan printer di dekatnya. Seseorang harus benar-benar berada di depan komputer untuk mendesain kartu, menggunakan data base identitas untuk input data ke kartu, lalu mengirim file kartu ke printer.
Beberapa pemasok menambahkan perangkat lunak sehingga pengguna bisa membuat desain berbasis web, dan dalam beberapa kasus, terdapat unsur pekerjaan encoding juga.
Namun kini, ada “new normal” di bidang pencetakan kartu identitas. Saat initeknologi cloudmenyediakan semua elemen yang diperlukan untuk mencetak kartu identitas lewatsistem yang terpusat dan terintegrasi sehingga memungkinkan seluruh proses pencetakan dilakukan dari jarak jauh, mulai dari desain, prosesencoding, hingga pencetakan.
Administrator di kantor pusat atau yang berada di kantor cabang yang jauh lokasiny atau berada di lokasi yang lebih terpencil, contohnya, dapat mencetak kartu baru dengan mudah, melakukan encodedata, mencetak kartu pengganti, dan mengatur antrean cetak.
Semua ini dapat dilakukan di dalam satu sistem menggunakan tablet, laptop, atau perangkat apapun dengan anta muka jaringan Internet.
Cara “New normal” berbasis teknologicloud ini meningkatkan pengalaman pengguna dengan memungkinkan pencetakan kartu secara instan di/daribanyak lokasi berbeda, dari pada harus datangke kantor pusat hanya untuk mengambil kartu identitas.
Printer kartu bisa diinstalasidi mana saja, termasuk kantor cabang dan jaringan universitas, dan identitas dapat dikirim ke salah satu printerter sebut untuk dicetak.
Printerkini menjadi perangkat yang cerdas, aman, dan dapat dioperasikan dengan Internet mengadopsi mekanis meIoTT sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Solusi seperti ini sangat ideal bagi Indonesiayang merupakan negara kepulauan.Kedua faktor, baik keamanan maupun perlindungan privasi,ditingkatkan padamodel berbasis cloudIni.
Model ini menggunakan enkripsi menyeluruh untuk semua data penting dan sensitif baik pada saat dikirim maupun sementara disimpan, menggunakan protokol keamanan yang standarnya setara dengan perlindungan datadiindustri perbankan.
Adanya mekanisme sertifikat digital menciptakan koneksi yang terpercaya antara cloud dengan konsol/perangkat pencetak, sedangkan data di dalam kartu tetap terenkripsi hingga proses cetak selesai, baru setelah itu semua informasi pribadi hilang.
Semua kunci enkripsi disimpan di perangkat keras, dan perangkat lunak firmware yang unik memastikan printer tidak bisa dibajak, dan hanya bisa berfungsi dengan perangkat lunak pencetak kartuberbasis cloud.
Konsol/perangkatpencetakjuga bisa digunakan terintegrasi dengan mesin pembaca kartu, sehingga pekerjaan mencetak kartu benar-benar hanya bisa dilakukan setelah melewati sistem validasi yang telah diatur sebelumnya.
Dengan platform berbasis cloud, seluruh proses pencetakan kartu identitas dapat dilakukanmelalui model layananyangdapatdibayarsecara tahunan atau bulanan. Lalu perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan pendukungnya ditawarkan dalam format beli satu dapat semua.
Dengan demikian, pendekatan ini memangkasbeberapa komponen biayao perasional sekaligus memudahkan administrator untukmemperkirakan jumlah kartu yang dibutuhkan saat ini dan di masa mendatang menimbang perkembangan teknologi ke depan atau jika jumlah kartu yang dibutuhkan berubah.
Dimanapun, usaha menekan biaya operasional sangat penting. Dengan sistem cloud, penghematan dapat mencakup biaya tahunan untuk persediaankartu, laminasi dan pita serta biaya-biaya layanan, seperti pemeliharaan alat dan update reguler untukperangkat keras dan perangkat lunak.
Belum menghitung biaya waktu dan gaji untuk membayar karyawan yang diperlukan untuk mencetak kartu atau memesan ulang persediaan, atau sumber daya manusia TI untuk mendukung operasional, atau penggantian peralatan secara berkala.
Tidak kalah pentingnya, administrator yang telah mengadopsi model berbasis cloud untuk mencetak kartu perusahaan mereka, tahu bahwa model tersebut kompatibel dengan teknologi kredensial yang ada saat ini dan dimasa depan, termasuk teknologi identitas seluler yang memungkinkan pengguna mengintegrasikan identitas ke dalam smartphone mereka.Solusi ini juga biasanya kompatibel dengan teknologi kartu identitas yang modern.
Sementara teknologi yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan percetakan kartu sebagian besar tidak berubah, teknologi yang tersedia bagi korporasi maupununiversitastelah maju pesat, mengoptimalkan bagaimana karyawan bekerja dan membuat mahasiswa lebih mudah untuk daftar kelas online, membayar biaya kuliah, dan siap untuk hari pertama tanpa perlu mengantre secara fisik.
Saat ini, bagian penting dari mencetak dan menerbitkan kartu identitas sudah semakin maju,sehingga lebih efisien dan nyaman bagi administrator.
Sebagai“new normal”,solusi pencetakan kartu berbasis cloud ,menghemat baik waktu maupun biaya, di saat yang samamengubah bagaimana perusahaan percetakan kartu beroperasi.(ADV)