Tolong di Catat! OJK Tegaskan Autogajian Ilegal

Oleh : Candra Mata | Minggu, 12 Juli 2020 - 08:30 WIB

Autogajian ilegal (ist)
Autogajian ilegal (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, menegaskan bahwa program atau produk penawaran investasi berkedok penghimpunan dana publik oleh Yayasan Autogajian adalah ilegal dan merugikan masyarakat. 

Penegasan ini disampaikan Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Yudi Tri Wibowo saat dikonfirmasi wartawan seputar legalitas operasionwaal lembaga atau yayasan Autogajian yang saat ini diikuti banyak warga dengan nilai investasi jutaan rupiah per-keanggotaan tersebut.

Asal tau saja, Autogajian ini adalah satu dari belasan aktivitas usaha investasi yang dinyatakan ilegal oleh Satgas Waspada Investasi (SWI) pada April 2020.

OJK juga menilai bahwa Autogajian ini beroperasi dan melakukan usaha investasi uang tanpa mengantongi izin.

"Data yang kami terima dari SWI, pusatnya di Boyolangu, Tulungagung," kata Yudi Tri Wibowo dilansir dari Antara, Minggu (12/7).

Oleh karenanya, Yudi mengimbau masyarakat untuk waspada dan tidak terjebak pada penawaran investasi produk jasa keuangan yang tidak memiliki landasan legal formal semacam Autogajian.

"SWI sudah meminta menghentikan penghimpunan dana dan penawaran investasi, sampai mendapat izin dari otoritas terkait. Tapi rupanya Autogajian ini tetap saja beroperasi dan melakukan kegiatan penghimpunan dana masyarakat," katanya.

Yudi melanjutkan apabila Autogajian tidak punya legalitas,  jika terjadi masalah OJK tidak akan bisa melakukan mediasi dan klarifikasi pada pihak-pihak terkait yang terlibat.

Masyarakat yang merasa dirugikan oleh kegiatan investasi Autogajian disarankan untuk melapor ke penegak hukum.

"Karena ilegal,  tidak di bawah pengawasan kami. Kalau ada yang merasa dirugikan, sebaiknya langsung lapor ke penegak hukum," ujarnya.

Namun, sejauh ini OJK Kediri yang juga membawahi wilayah Tulungagung secara formal belum menerima aduan dari masyarakat.

Menurut Yudi, pengaduan itu mungkin saja langsung masuk ke SWI.

Namun, kata dia, ada lembaga yang mengirim surat padanya, meminta kejelasan mengenai Autogajian.

Lembaga dimaksud adalah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tulungagung.

"Kami juga sudah jawab secara tertulis, dan kami terangkan bahwa Autogajian tidak punya legalitas," kata Yudi.

OJK juga menembuskan surat penjelasan itu ke Polres Tulungagung.

Selain tanpa legalitas, Autogajian juga menjalan skema piramida.

Jika anggota yang sudah mendaftar ingin mendapatkan penghasilan, mereka juga harus mencari anggota lain.

Dalam profil bisnis yang berhasil ditelusuri di sejumlah situs, Autogajian diperkenalkan sebagai komunitas saling berbagi.

Sistem komunitas Autogajian ini, dengan menggerakkan setiap sumberdaya anggotanya, mengklaim sebagai komunitas baru yang bergerak dan bertumbuh secara terencana, sistematis, dan masif, dengan konsepsi saling berbagi (rejeki) dan saling percaya.

Siapapun, di manapun, kapanpun, dan bagaimanapun setiap individu yang menjadi anggota komunitas Autogajian diberikan kesempatan yang sama, dengan modal awal hanya Rp150 ribu untuk dapat meraih uang tunai hingga total Rp1,2 miliar.  (Sumber Antara)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 05 Agustus 2020 - 22:46 WIB

Triwulan III 2020, Regulator Jasa Keuangan Tetap Waspada Nasib Perekonomian

Memasuki triwulan III 2020, KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan di antara anggota KSSK dengan meningkatkan kewaspadaan mengantipasi dampak penyebaran Covid-19 yang masih tinggi terhadap…

Hadi Pranoto Temukan Obat Herbal Covid-19 (ist)

Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:00 WIB

Heboh Pengakuan Hadi Pranoto, Kemenkes Luruskan Informasi: Obat Covid-19 Harus Lewati Uji Ilmiah Sebelum Diproduksi dan Dipasarkan

Akhir akhir ini banyak pihak mengklaim telah menemukan obat COVID-19. Salah satunya informasi yang disampaikan oleh Hadi Pranoto yang mengaku sudah menemukan obat yang spesifik bisa menanggulangi…

Migas Ilustrasi

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:53 WIB

Seberapa Menarik Wilayah Kerja Migas Ditawarkan Cost Recovery atau Gross Split ?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menjaga agar aktivitas dan investasi hulu migas tetap berjalan optimal di tengah tantangan pandemi global dan penurunan harga minyak bumi…

MenkopUKM Teten Masduki saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Beringharjo Yogyakarta

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:45 WIB

Omzetnya Turun 80%, MenkopUKM Teten Bakal Ringankan Cashflow para Pedagang Pasar Beringharjo

Sejumlah pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta mencurahkan isi hatinya di hadapan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki.

Ilustrasi Pergerakan Saham

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:30 WIB

Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen, IHSG Justru Berakhir Menguat 1,03 Persen

BPS merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen dibading periode yangs ama pada tahun sebelumnya, justru perdagangan Indeks Harga Saham…