Kalau Begini Leasing Menambah Untung Selama Wabah

Oleh : Kika Syafii | Senin, 06 Juli 2020 - 11:16 WIB

Kika Syafii
Kika Syafii

INDUSTRY.co.id - Kaget sekali saya menerima surat pemberitahuan skema relaksasi kredit dari Mitsui Leasing kemarin hari. Hutang angsuran yang harus saya tanggung jadi bertambah, tanpa keringanan sedikitpun.

Skema relaksasi kredit yang oleh pemerintah ditetapkan sebagai langkah meringankan masyarakatnya ditengah Pandemi, justru menjadi cara Mitsui Leasing menambah untung selama wabah.

Cara Mitsui Nambah Untung

Begini cara mereka memberikan “keringanan” ala Mitsui Leasing. Contoh:

Angsuran awal mobil adalah 11.680.000 per bulan dengan tenor 48 bulan, maka total hutang adalah 536,064,000.

Terhitung mulai dari bulan Maret 2020 ditangguhkan dengan tetap harus membayar biaya selama 6 bulan sebesar 3.723.000 rupiah.

Di bulan Agustus, harus membayar angsuran kembali dengan jumlah yang naik menjadi 14.674.000 per bulan, ditambah tenor angsuran menjadi 54 bulan.

Maka total hutang yang sebelumnya 536.064.000 rupiah menjadi 610,992,000 rupiah.

Ada penambahan hutang hampir 100 juta yang harus ditanggung nasabah, dan tidak ada opsi lain dari ini. Sungguh moral hazard yang luar biasa keren dari perusahaan besar.

Menambah Beban

Seperti yang saya tuliskan kemarin di artikel Leasing Untung Pengusaha Buntung, solusi relaksasi kredit dari lembaga pembiayaan ini tidak memberikan keringanan sedikitpun, terutama lembaga swasta.

Tidak ada belas kasihan yang ditunjukan oleh perusahaan pembiayaan swasta, mereka justru terkesan berlomba menambah keuntungan sebesar mungkin dari setiap nasabahnya.

Coba kita hitung kalau dari 1 nasabah saja bisa menambah untung sebesar 100 juta, bila ada 1000 nasabah maka mereka justru bertambah keuntungan hingga milyaran rupiah dari kondisi wabah ini.

Dan ini menambah beban bagi para nasabah seperti saya, pengusaha transportasi kerepotan untuk mengejar angka angsuran selanjutnya yang sudah mendekati angka maksimal pendapatan kendaraan.

Mengharap OJK

Saya awalnya sangat mendukung keputusan pemerintah meminta OJK Indonesia untuk memberikan aturan keringanan kredit kepada para pengusaha kecil yang masih memiliki kredit.

Namun ternyata OJK membiarkan lembaga – lembaga pembiayaan swasta bebas dan liar membangun skema relaksasi sesuai kemauan mereka. Akibatnya banyak pengusaha atau UKM yang justru terancam bangkrut selepas mengikuti relaksasi kredit.

Saya sangat berharap OJK bersedia menertibkan leasing – leasing yang justru memberikan beban tambahan bagi nasabahnya, karena wabah ini seharusnya menjadi tempat untuk bergandengan tangan bukan saling pukul.

Kika Syafii, Owner Cipendawa Rent

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kepala BPPI Kemenperin, Doddy Rahadi

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Inovasi Industri dari Balai Riset Kemenperin Dukung Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan ekosistem inovasi di sektor industri sebagai upaya percepatan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

Luhut Binsar Pandjaitan (ist)

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:30 WIB

Wow Luar Biasa! Luhut Klaim IMF, World Bank Hingga Fitch Puji Kebijakan Pemerintah RI Hindari Jurang Resesi

Luhut mengungkapkan bahwa hal itu bukan klaim sepihak semata. Sebab berbagai lembaga internasional telah mengakui berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah Indonesia sangat baik. Seperti IMF,…

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:30 WIB

Terusik Banjirnya Produk China, Afsel Tiadakan Safeguard untuk Industri Indonesia

Indonesia memperoleh pengecualian dari pengenaan bea masuk tindakan pengamanan (safeguard) oleh Afrika Selatan (Afsel) atas produk threaded fasteners of iron or steel: bolt ends & screw studs,…

Ericsson

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:15 WIB

Wihh...Ericson Raih Kontrak 5G ke-100

Ericsson (NASDAQ: ERIC) telah mencapai tonggak sejarah 5G yang signifikan dengan keberhasilan perusahaan meraih perjanjian atau kontrak komersial jaringan 5G ke-100 dengan penyedia layanan komunikasi.

Industri Otomotif

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 11:01 WIB

Penjualan & Ekspor Meningkat, Menperin Agus Sebut Industri Otomotif Mulai Berkembang Positif Semester II/2020

Kinerja industri otomotif nasional diprediksi bakal mengalami perkembangan positif pada semester kedua tahun 2020.