INDUSTRY.co.id, Lumajang - Jika Anda berkunjung ke Lumajang, sempatkanlah diri Anda untuk menelusuri Jembatan Perak atau yang disebut oleh warga setempat Gladak Perak. Jembatan ini terletak di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. 

Selintas, tidak ada yang aneh dengan Jembatan Gladak perak ini, ternyata Jembatan ini merupakan bangunan kuno pada masa pemerintahan kolonial Belanda, dan sampai sekarang terkenal akan sejarahnya.

Jembatan dengan panjang sekitar 100 meter tersebut membentang di di atas permukaan Sungai Besuk Sat, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Menurut Amir Faisol selaku Pemandu wisata Familiarzation Trip Lumajang, mengatakan "Zaman PKI dulu, jembatan ini dsebut tempat pembuangan orang, caranya dilempar ke bawah karena dianggap berseberangan degan penguasa, itu sekitar tahun 65-an, dan zaman Petrus (Penembak Misterius) tahun 80-an," ungkapnya kepada Industry.co.id, Lumajang, Minggu (9/4/2017)

"Dari segi spiritualnya makanya banyak orang juga suka denger yang aneh-aneh, di Jembatan kalau malam-malam kadang dengar ada yang suka menjerit atau minta tolong," kata Amir.

Banyak terjadi kecelakaan tiap tahunnya karena tikungan yang menikuk itu, ujar Amir.

"Akibat banyaknya korban, akhrnya Jembatan bangunan Belanda ini ditutup dan digantikan dan dibangun dengan Jembatan Gladak Perak Baru," lanjutnya.

Jembatan Gladak Perak baru dibangun pada tahun 1998 pada saat pemerintahan Presiden RI kedua, Soeharto.

"Sejak dibangunnya Jembatan Gladak Perak Baru, berdirilah warung-warung sampai malam, tempat orang-orang istirahat dan santai-santai sambil lihat pemandangan bahkan ada yang berselfie ria," sambung Amir.

Jembatan Gladak Perak memiliki lebar tak kurang dari empat meter. Di sisi jembatan hanya ada pengaman dari bambu.

"Jembatan ini akses transportasi dari Lumajang ke Malang. Kalau aliran di bawah jembatan adalah untuk lahar dingin Gunung Semeru, tapi bagi masyarakat bermanfaat untuk pasir," pungkas Amir.

Uniknya, untuk menarik wisatawan, terdapat wisata Jembatan Gembok Cinta yang terdapat di ujung Jembatan. Di Jembatan Gembok Cinta itu, para muda-mudi yang dimabuk asmara, bisa menamai nama mereka masing-masing lalu digembok dan dikunci di pagar yang telah disediakan.