Mendag Agus Lepas Kontainer Ekspor ke-4.000 Mayora Group Senilai Rp1,07 triliun

Oleh : Krishna Anindyo | Rabu, 01 Juli 2020 - 11:15 WIB

Pelepasan Kontainer Ekspor ke-4.000 Mayora Group
Pelepasan Kontainer Ekspor ke-4.000 Mayora Group

INDUSTRY.co.id - Tangerang  - Di tengah kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto optimistis ekspor produk makanan dan minuman (mamin) dapat bertahan dan berkembang. Optimisme ini salah satunya ditunjukkan oleh keberhasilan Mayora Group yang terus meningkatkan capaian ekspornya.

Hal ini disampaikan Mendag saat melepas kontainer ekspor ke-4.000 Mayora Group periode Juni 2020 dengan total nilai Rp1,07 triliun. Pelepasan kontainer ekspor ini berlangsung pada Selasa (30/6), di lokasi pabrik Mayora Group, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten.

"Dengan pelepasan kontainer ke-4.000 Mayora Group periode Juni 2020 dengan nilai Rp 1,07 triliun, diharapkan produk mamin Indonesia semakin eksis dan dikenal, tidak hanya di kancah domestik namun juga di seluruh dunia dan dapat diikuti pelaku usaha lainnya di Indonesia," ujar Mendag Agus Suparmanto melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi Industry.co.id pada Selasa (30/6/2020).

“Kami menyampaikan penghargaan dan ucapan selamat kepada Mayora Group yang mencatatkan prestasi luar biasa dengan keberhasilannya mengirimkan kontainer ke-4.000 pada periode Juni 2020 di masa sulit dan penuh tantangan seperti ini. Keberhasilan ini tentunya memberikan kontribusi yang berarti bagi kinerja ekspor nasional,” ungkap Mendag Agus.

Dengan pelepasan kontainer ekspor ke-4.000 periode Juni 2020 ini, maka sepanjang Januari-Juni 2020, Mayora Group telah mengekspor sebanyak 17.000 kontainer.

“Prestasi tersebut merupakan hal positif yang perlu kita pertahankan ke depannya,” imbuh Mendag.

Selain itu, Mendag juga menyampaikan rasa bangganya karena beberapa produk Mayora, seperti Torabika dan Kopiko telah meraih pencapaian yang luar biasa di negara-negara lain. Bahkan permen kopiko merupakan produk permen kopi nomor satu di Filipina, Vietnam, Malaysia, India, kawasan Afrika dan Timur Tengah, hingga Amerika Serikat. Produk kopi kemasan dari Mayora juga menjadi pemimpin pasar di Filipina dengan menguasai pangsa pasar sebesar 46 persen.

Secara umum pandemi Covid-19 telah berdampak pada sektor perdagangan di seluruh dunia. Namun, lanjut Mendag, beberapa sektor produk ekspor seperti pertanian, kesehatan, dan mamin olahan masih memiliki peluang yang besar untuk terus tumbuh.

“Saat ini kesadaran konsumen akan produk mamin yang higienis dan baik bagi imun tubuh terus meningkat. Untuk itu, diperlukan strategi khusus dalam memasarkan produk yang inovatif dan berkualitas, bermutu, serta memiliki produktivitas yang efisien dalam rantai nilai produksi. Hal ini akhirnya dapat menghasilkan produk yang kompetitif di pasar internasional," tutur Mendag.

Mendag menyampaikan, Kementerian Perdagangan terus mendukung pelaku usaha dalam meningkatkan ekspor produk Indonesia. Untuk itu, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan beberapa strategi untuk peningkatan ekspor.

Sejumlah strategi di antaranya dengan mempermudah dan mempercepat pelayanan penerbitan surat keterangan asal (SKA) barang ekspor melalui penerapan affixed signature dan stamp; menerapkan otentikasi otomatis dalam proses perizinan ekspor bagi eksportir yang memiliki reputasi; serta meningkatkan kecepatan layanan ekspor-impor dan pengawasan melalui National Logistic Ecosystem (NLE).

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga melakukan peningkatan fasilitasi dan pelayanan informasi ekspor, promosi ekspor dan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) secara virtual melalui perwakilan perdagangan; peningkatan pelatihan calon eksportir secara virtual; serta mengusulkan insentif berupa asuransi, kredit ekspor, dan pembiayaan lainnya melalui lembaga pembiayaan ekspor bagi eksportir terdampak Covid-19.

Sementara itu, Presiden Direktur Mayora Group Andre Sukendra Atmadja menyampaikan, Mayora Group berkomitmen turut membangun perekonomian Indonesia, baik melalui bisnis dalam negeri, maupun berkontribusi dengan melakukan ekspor menggunakan merek Indonesia.

“Pelepasan kontainer ekspor ini merupakan wujud nyata dan komitmen Mayora dalam memajukan perekonomian Indonesia melalui kegiatan ekspor, sekaligus sebagai bentuk dukungan dan partisipasi Mayora Group terhadap gerakan 'Bangga Buatan Indonesia',” imbuh Andre.

Andre juga mendukung penuh arahan dan ajakan pemerintah agar dunia usaha tetap semangat, optimis, serta terus berkarya dan memenangkan persaingan di pasar global.

“Atas nama Mayora Group, kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan atas peran aktifnya dalam membantu pengembangan ekspor produk makanan olahan Indonesia. Bantuan dari Kemendag dalam mempermudah proses ekspor dan dorongan agar tetap semangat sangat luar biasa dan memberikan keyakinan bagi kami untuk terus berusaha memajukan ekspor produk dengan merek dari Indonesia dalam situasi pandemi sekalipun,” jelas Andre.

“Produk Mayora seperti Torabika, Kopiko, Beng Beng, dan Danisa, tidak hanya sekadar berhasil diekspor, namun mampu menjadi pemimpin pasar di berbagai negara. Hal ini menunjukkan ekspor produk makanan olahan dari Mayora tetap mampu bersaing di pasar global, sehingga secara tidak langsung dapat menjaga perekonomian Indonesia. Prestasi yang sudah dicapai saat ini diharapkan dapat memberi inspirasi dan membuat kita semakin bangga dan yakin bahwa produk dengan merek Indonesia berhasil menembus pasar dunia,” pungkasnya.

Sebagai salah satu perusahaan fast moving consumer goods, Mayora Group telah membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi dan mendapatkan banyak penghargaan, baik lokal maupun internasional. Di antaranya, “Top Five Best Managed Companies in Indonesia” dari Asia Money, “Top 100 Exporter Companies in Indonesia” dari majalah Swa, “Top 100 public listed companies” dari majalah Investor Indonesia, serta “Best Manufacturer of Halal Products” dari Majelis Ulama Indonesia.

Pada periode Januari–Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan surplus sebesar USD 4,3 miliar. Capaian kinerja perdagangan ini cukup menggembirakan di tengah pandemi yang melanda hampir seluruh negara di dunia.

Sementara itu, khusus untuk produk makanan olahan Indonesia, pada periode Januari−Mei 2020 berhasil mencatatkan nilai ekspor sebesar USD 1,32 miliar atau meningkat 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan negara tujuan utama ekspor produk makanan olahan Indonesia pada periode Januari−Mei 2020 yaitu Amerika Serikat sebesar USD 293,6 juta (pangsa pasar 22,11 persen), Filipina USD 161,4 juta (12,15 persen), Malaysia USD 101,6 juta (7,65 persen), Singapura USD 74,9 juta (5,64 persen), dan Jepang USD 71,9 juta (5,41 persen).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi PLTS

Jumat, 22 Januari 2021 - 11:01 WIB

Setjen DEN Gandeng BRI dan LEN Industri Realisasikan Penggunaan PLTS Atap

Nota Kesepahaman ini merupakan rencana kerja sama pembiayaan dan pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di lingkungan kantor dan perumahan pegawai Setjen DEN.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto memberikan keterangan di Kantor Presiden, Jakarta, pada Kamis, 21 Januari 2021. Foto: BPMI Setpres/Lukas

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:49 WIB

Pemerintah Perpanjang PPKM hingga Dua Pekan Mendatang

Jakarta-Pemerintah akan kembali memperpanjang masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua minggu ke depan mulai tanggal 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021.

Menteri Sandiaga Uno

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:39 WIB

Banyak Mendengar Keluhan Pengusaha Hotel, Sandiaga: Okupansi Hotel di Bawah Titik Impas

akarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan perpanjangan pemberlakuan kegiatan masyarakat atau PPKM akan berdampak pada ketahanan pelaku usaha yang bergerak di bidang…

Presiden Joko Widodo

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:38 WIB

Simak! Ini Tiga Sektor Industri yang Dapat Bertahan dan Berkembang Ditengah Pandemi

Ketiga sektor tersebut adalah sektor pangan, sektor farmasi dan rumah sakit, serta teknologi jasa keuangan dan pendidikan.

Amar Bank

Jumat, 22 Januari 2021 - 10:30 WIB

Amar Bank Kembangkan Intelligence Banking Tingkatkan Layanan Keuangan Digital

Di Indonesia, permintaan layanan bank digital semakin besar seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna aktif internet di tahun 2020 yang mencapai 175,4 juta orang atau 64% dari total penduduk…