INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dari segi perdagangan berhasil menjadi bursa yang mencaatatkan jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan Asia Tenggara (Asean) pada 2019. Itu merupakan cerminan respon pasar yang positif di sepanjang tahun lalu.
Pada 2019, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 469.000 transaksi per hari. Itu lebih tinggi dibandingkan Thailand sebanyak 308.000 transaksi per hari. BEI pada 2019 juga berhasil memfasilitasi 76 pencatatan efek baru. Itu juga merupakan angka pencatatan tertinggi di Asean.
Adapun 76 pencatatan efek baru tersebut, yaitu pencatatan efek dari 55 perusahaan tercatat dan diikuti oleh pencatatan 14 Exchange Traded Fund (ETF), pencatatan dua Efek Beragun Aset (EBA), pencatatan dua Perusahaan Penerbit Obligasi Baru, pencatatan dua Dana Investasi Real Estat (DIRE) dan pencatatan satu Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).
“Kinerja BEI di sepanjang 2019 berhasil menjamin kelancaran penyelenggaraan aktivitas dan mampu meningkatkan berbagai pencapaian dari tahun sebelumnya, mulai dari peningkatan jumlah dan partisipasi investor, peningkatan kuantitas dan kualitas Perusahaan Tercatat dengan jumlah pencatatan perusahaan baru tertinggi di ASEAN, peningkatan frekuensi perdagangan tertinggi di ASEAN, hingga peningkatan kapasitas Anggota Bursa dan perluasan Partisipan,” papar Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI, pada acara konferensi pers secara virtual usai RUPST di Jakarta, Selasa (30/06/2019).
Inarno menuturkan, dari segi pengembangan investor, jumlah investor di pasar modal Indonesia pada 2019 mencapai 2,48 juta, atau tumbuh 53% dibandingkan pada 2018 sebanyak 1,6 juta. Sementara itu, jumlah investor saham pada 2019 telah mencapai 1,10 juta investor, tumbuh 30% dibandingkan 2018 yang baru sebanyak 852.000 investor.
Lebih lanjut Inarno mengungkapkan, hingga Mei 2020, jumlah investor pasar modal Indonesia sudah mencapai 2,81 juta, dengan investor saham mencapai 1,19 juta investor.
BEI pada 2019 meluncurkan serangkaian inisiatif strategis, yang terdiri dari peluncuran indeks IDX Value 30 dan IDX Growth 30, implementasi sistem pelaporan Perusahaan Tercatat terintegrasi IDXNet-SPE OJK, Implementasi e-Registration untuk pendaftaran Efek secara elektronik, serta Papan Akselerasi yang bertujuan untuk memfasilitasi penggalangan dana perusahaan kecil dan menengah.
Di samping itu, demikian Inarno, untuk terus memperluas jangkauan pasar modal Indonesia, BEI telah memperluas jaringan distribusi melalui penempatan berbagai Kantor Perwakilan di kota-kota besar di Indonesia dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi dan Institusi untuk mendirikan Galeri Investasi.
Hingga akhir 2019, BI telah memiliki 30 Kantor Perwakilan, 464 Galeri Investasi, dan 448 komunitas investor di seluruh Indonesia. Selain berhasil mengimplementasikan program-program strategis BEI pada 2018, BEI juga berhasil meraih beberapa penghargaan, yaitu menyandang titel Best Islamic Capital Market dari Global Islamic Finance Award (GIFA) dan Best Companies to Work for in Asia dari HR ASIA.
Pada 18 April 2019, BEI telah resmi bergabung dengan Sustainable Stock Exchange Initiative, yakni perkumpulan bursa-bursa dunia yang menitikberatkan pada program-program keuangan berkelanjutan. Itu merupakan komitmen untuk mendukung pembangunan pasar modal yang berkelanjutan, serta sejalan dengan best practice bursa di tingkat global. (Abraham Sihombing)