Bedah Buku “Learning 5.1, Duluan Tiba di Masa Depan” Sebagai Bekal Indonesia Menghadapi Centennial 2045

Oleh : Krishna Anindyo | Senin, 29 Juni 2020 - 14:15 WIB

Bedah Buku “Learning 5.1, Duluan Tiba di Masa Depan”
Bedah Buku “Learning 5.1, Duluan Tiba di Masa Depan”

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tanpa percepatan proses pembelajaran, mustahil Indonesia berjaya jelang Centennial 2045. Kesimpulan tegas ini tersampaikan dalam bedah buku dalam format video conference yang diramaikan oleh 303 peserta dari berbagai kalangan.

Bedah buku “Learning 5.1, Duluan Tiba di Masa Depan” menghadirkan Alex Denni selaku penulis buku juga Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian BUMN, Mohammad Bakir, wartawan senior, Eko Susetyono, Senior EVP PT Pegadaian (Persero) serta Rini Mulyawati, pegiat komunikasi dan penulis buku Ready On Stage.

Dalam paparannya, Alex menyampaikan prediksi dari Price Waterhouse Coopers (PWC) yang menyatakan bahwa Indonesia akan menempati posisi 4 sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

“Prediksi ini didasarkan atas kondisi Indonesia yang sedang menikmati bonus demografi, sebuah era dimana jumlah angkatan produktif lebih banyak dari angkatan non-produktif,” jelas Alex Denni, sumber melalui keterangan tertulis yag dterima redaksi Industry.co.id pada Senin (29/6/2020).

Namun Alex menjelaskan bahwa prediksi PWC tersebut belum memperhitungkan faktor disrupsi pandemi Covid-19.

“Pandemi yang mewabah di dunia saat ini telah mendisrupsi jalan Indonesia menuju posisi 4 besar ekonomi dunia. Pandemi memaksa kita menjalani keseharian dengan mediasi digital teknologi,” tambah Alex.

“Gagal memanfaatkan bonus demografi justru akan jadi beban dan bencana untuk Indonesia. Percepatan pembelajaran harus segera dilakukan. Satu-satunya cara untuk terus maju dan beradaptasi dengan beragam disrupsi yang ada adalah dengan memiliki mindset, skillset, dan toolset yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Learn how to learn merupakan kunci pandora untuk tetap selamat,” lanjut Alex.

Terkait dengan apa yang disampaikan Alex, Eko Susetyono selaku Senior EVP PT Pegadaian (Persero) menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran sentral dalam perputaran roda ekonomi Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia diperkiraan mencapai 75%. Pegiat UMKM diminta terus kreatif dan aktif beradaptasi dengan cara-cara yang disampaikan dalam buku “Learning 5.1, duluan tiba di masa depan”.

Human capital adalah satu faktor penting yang tidak tergantikan dan harus terus ditingkatkan kemampuannya maupun jumlahnya untuk membangun sebuah bisnis,” jabar Eko.

Zoominar kali ini juga diikuti oleh seorang musisi sekaligus pegiat UMKM, Dochi Sadega.

Pada masa pandemi, Perum Percetakan Uang RI (Peruri) justru memanfaatkan momen ini guna meningkatkan penjualannya untuk produk tanda tangan digital PeruriSign. Pandemi Covid-19 ‘memaksa’ masyarakat untuk tetap tinggal di rumah menjalankan anjuran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan memanfaatkan teknologi digital untuk bekerja dan beraktivitas. Salah satu kendala yang muncul akibat pemberlakukan PSBB adalah penggunaan tanda tangan basah akibat terhalangnya orang-orang untuk saling bertatap muka.

Peruri hadir membawa solusi melalui produknya yaitu PeruriSign, tanda tangan elektronik tersertifikasi dan memiliki status hukum yang sama seperti tanda tangan basah serta dapat dapat dipertanggungjawabkan keaslian dan validitasnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

PeruriSign sah di mata hukum karena dibuat oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) Indonesia yang diakui oleh Pemerintah, yaitu Peruri melalui Surat Ketetapan Kementerian Kominfo RI Nomor 790 Tahun 2019.

Peruri sendiri memprediksi bahwa PeruriSign akan terus bertambah penggunanya, mengingat selama PSBB telah memberikan manfaat dan membantu beberapa perusahaan menjalankan proses administrasi menjadi lebih efektif dan efisien.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi lahan pertanian kekeringan (Foto Ist)

Rabu, 15 Juli 2020 - 18:00 WIB

Waspada Sejumlah Wilayah di Indonesia Alami Kekeringan Meteorologis

Berdasarkan hasil monitoring kejadian hari kering berturut-turut dan prediksi probabilistik curah hujan dasarian, terdapat indikasi potensi kekeringan meteorologis hingga 2 (dua) dasarian ke…

Menkeu Sri Mulyani

Rabu, 15 Juli 2020 - 17:20 WIB

Pesan Haru Menkeu Ke Karyawan DJP: Kita Jadi Tulang Punggung Negara Wajib Kerja Keras, Tapi Tetap Hati-hati, Sayangi Keluarga Anda, Jaga Mereka

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa situasii pandemi COVID-19 masih menimbulkan kekhawatiran angka penularan yang tinggi. Namun, sebagai salah satu institusi yang…

Pasien Suspect Virus Corona (Liputan6.com)

Rabu, 15 Juli 2020 - 16:50 WIB

Sungguh Terlalu, DPR 'Endus' Permainan Nakal RS Sengaja Buat Pasien Negatif jadi Positif Covid-19 Demi Insentif

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mengadu kepada Terawan tentang adanya rumah sakit 'nakal' di sejumlah daerah. Menurutnya, rumah sakit tersebut sengaja membuat pasien dinyatakan positif COVID-19…

Ilustrasi penumpang KRL (Foo: Witwetnews.com)

Rabu, 15 Juli 2020 - 16:40 WIB

Catat! Mulai 20 Juli 2020, Penumpang KRL Diwajibkan Berpakaian Lengan Panjang

Mulai 20 Juli 2020 seluruh penumpang kereta rel listrik (KRL) Commuterline diharuskan berpakaian lengan panjang.

Aplikasi i-Kurma

Rabu, 15 Juli 2020 - 16:32 WIB

Berkat i-Kurma, BRIsyariah Mampu Salurkan Pembiayaan Mikro Untuk UMKM Rp9,5 Triliun Hingga Juni 2020

Pertumbuhan ini dipacu oleh transformasi digital yang dilakukan BRIsyariah melalui aplikasi i-Kurma yang merupakan aplikasi untuk memproses pengajuan pembiayaan.