Ngeri! Disaat Pandemi, Perusahaan Sarung Tangan Karet Asal Malaysia Makin Kaya Raya

Oleh : Ridwan | Selasa, 23 Juni 2020 - 12:05 WIB

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)
Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pandemi Corona tampaknya membawa tahun yang baik bagi pelaku industri sarung tangan karet. Seperti di Malaysia, yang merupakan pemasok 65 persen produk sarung tangan karet di dunia, kini memiliki empat miliarder di sektor tersebut. Termasuk dua di antaranya merupakan pendatang baru.

Thai Kim Sim dari Supermax Corp menjadi yang teranyar bergabung dalam kelompok tersebut. Bloomberg Billionaires Index mencatat, kekayaan bersihnya mencapai USD 1 miliar pada sesi perdagangan saham bulan ini.

Lonjakan permintaan selama pandemi corona telah mendongkrak nilai saham perusahaan yang memproduksi alat pelindung, dan merubah negara di Asia Tenggara menjadi tempat bermukimnya pengusaha yang sangat kaya di bidang ini. Termasuk Supermax yang sukses melompat lima kali lipat dan mencuri perhatian.

"Memakai sarung tangan karet telah menjadi norma baru untuk berbagai tujuan, seperti medis dan ritel, dan pemakaian yang tinggi akan menguntungkan pembuatnya untuk jangka waktu lama," kata Analis CGS-CIMB Research Walter AW seperti dikutip Bloomberg (22/6/2020).

Negara Asia Tenggara menguasai pasar sarung tangan dunia sejak periode 1980, ketika permintaannya meninggi kala wabah AIDS menerjang. Berkat ongkos kerja yang rendah, pengusaha Malaysia berhasil mendirikan toko.

Pandemi Covid-19 semakin mengangkat bisnis pengusaha seperti pemilik Top Glove, Lim Wee Chai yang meraih kekayaan bersih sebesar USD 2,5 miliar. Perusahaan tersebut melaporkan kenaikan kekayaan bersih 366 persen menjadi 348 juta ringgit (USD 81 juta) selama tiga bulan hingga Mei 2020, dengan angka penjualan mencapai rekor tertinggi.

Rival lokalnya yakni Hartalega dan Kossan Rubber juga memperoleh peningkatan saham dua kali lipat di 2020. Hal tersebut mendorong kekayaan Hartalega menjadi USD 4,8 miliar, serta Kossan Rubber yang kini bernilai USD 1,1 miliar serta membuatnya menjadi miliarder pendatang baru.

Tapi dengan lonjakan saham 394 persen pada tahun ini, Supermax menjadi tak tertandingi. Perusahaan melaporkan kenaikan 24 persen pendapatan menjadi 447 juta ringgit selama tiga bulan hingga Maret 2020. Khususnya didorong oleh permintaan besar akibat Covid-19.

Perseroan saat ini memproduksi 24 juta sarung tangan setiap tahunnya, dan berencana menambah hingga 44 juta pada 2024. Supermax juga turut membeli lahan tambahan untuk meningkatkan kapasitas produksi pada bulan ini.

Ketika banyak analis menilai positif pergerakan Supermax, sebagian mengatakan produsen dari Malaysia tengah menghadapi tantangan saat negara seperti China memperluas produksi sarung tangan karetnya.

Tapi untuk sekarang ini, Supermax tetap jadi perusahaan favorit. Fakta bahwa perusahaan memproduksi sarung tangan merek sendiri membuat harga jualnya jadi lebih tinggi kepada konsumen akhir.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) (Photo by RRI)

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:45 WIB

Legislator Ini Desak Pemerintah Tunda Kenaikan Tarif Tol Belmera: Jangan Tambahin Beban Baru, Rakyat Lagi Susah

Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Syaikhu mendesak Pemerintah untuk menunda kenaikan tarif tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera).

Tilang oleh Polisi Lalulintas

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:28 WIB

Catat! Kena Tilang Ganjil Genap di Denda Rp500 Ribu, Pelanggar: Saya Gak Tahu Jalan dari Bandung ke Jakarta, Padahal Udah Liat Google Maps

Wakil Kasat Lantas Polrestro Jaktim Kompol Maulana mengatakan di hari pertama sanksi tilang terhadap pelanggar ketentuan ganjil-genap di Jakarta Timur didominasi oleh pengendara dari luar wilayah…

PT Sumber Global Energy Tbk

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:10 WIB

PT Sumber Global Energy Tbk Raih Rp54 Miliar Dana IPO

PT Sumber Global Energy Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat ke-35 sepanjang 2020 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan perolehan dana IPO sebesar Rp54 miliar.

 PT Pegadaian (Persero)

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:02 WIB

Webinar Emas Merdeka Pegadaian Sukes Sedot 19.000 Peserta

Webinar yang bertajuk “Merdeka Finansial di Era New Normal” ini diadakan serentak di seluruh Indonesia dengan menghadirkan 12 Senior Vice President PT Pegadaian (Persero) dan 8 (delapan)…

Ilustrasi Investasi di Jakarta Selatan

Senin, 10 Agustus 2020 - 11:02 WIB

Catat! Ini Fakta-fakta Jakarta Selatan Makin Seksi untuk Investasi

Realisasi investasi PMA dan PMDN berdasarkan wilayah kota administrasi, paling tinggi berada di Jakarta Selatan dengan total realisasi investasi sebesar Rp13,5 triliun.