INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah menempatkan aksesibilitas ke Morotai Maluku Utara sebagai kunci untuk mengejar target jumlah kunjungan wisman. Akses udara menjadi prioritas agar wisatawan tak berlama-lama di perjalanan untuk menjangkau pulau di pinggir Samudra Pasifik itu.
“Sebagai satu dari sepuluh destinasi pariwisata prioritas, paling lambat tahun 2019 Morotai sudah mempunyai bandara internasional,” ujar Ari Surhendro selaku person in charge (PIC) Morotai dari Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar.
Ari menjelaskan, progres yang terlihat pada pekan ini adalah pembangunan terminal Bandara Morotai. Untuk terminal lama seluas 360 meter persegi dipertahankan sebagai tampak muka. Namun, akan ada penambahan terminal baru. Rencananya, gedung terminal baru juga akan difungsikan sebagai tampak muka.
“Kedua tampak muka cukup bagus. Kebanyakan bandara hanya satu muka. Gedung terminal bandara baru Morotai sedang dalam proses lelang. Gedung terminal bandara yang baru nanti akan mempunyai luas 2.200 meter persegi,” ujar Ari kepada awak media di Jakarta belum lama ini.
Dalam sebuah kesempatan belum lama ini Menteri Pariwisata Arief Yahya memberi perhatian khusus pada pembanguan khususnya sekor yang jadi salah satu andalan penerimaan devisa Negara. Dukungan infrastruktur dan akses transportasi di Pulau Morotai masih minim, terutama fasilitas bandar udara yang landasan pacunya dianggap kurang memadai.
"Landasan pacunya di sana hanya bisa untuk pesawat-pesawat ukuran kecil, sedangkan kalau mau langsung dari Taiwan kan pesawatnya berbadan besar. Ini yang akan coba kita benahi mulai tahun depan," ujar Arief
Dalam kesempatan itu juga Ari Suhendro mengatakan, Morotai juga sudah menyiapkan berbagai atraksi. Salah satunya adalah Wonderful Morotai Islands Festival (WMIF) 2017.
Selain itu, berbagai event menarik juga dipersiapkan. Antara lain Festival Pante (3-6 Mei 2017), Festival Foto Underwater (15-19 Mei 2017), Festival Musik & Tari Tradisonal (8-12 Agustus 2017), Festival Pesona Kirab Nusantara (4-15 Agustus 2017), Fishing Morotai hingga Fishing Morotai (25-27 Agustus 2017).
Agenda sport tourism juga ada. Namanya Marathon Morotai pada 26-27 Oktober 2017. “Jadi kami menjajaki kemungkinan launching dan foto promosi, serta pembuatan calendar of event Morotai 2017,” sebutnya.
Untuk menggenjot jumlah wisman ke Morotai, Kemenpar juga menggenjot branding, advertising dan selling (BAS). “Branding Morotai adalah Wonderful Morotai Islands,” katanya.
Untuk promosi, Morotai juga mejeng di ajang Asia Dive Expo (ADEX) Singapore pada 7-9 April. “Tim sudah menyiapkan foto-foto obyek wisata Morotai untuk dipasang di pameran ADEX Singapore,” katanya.
Gereget wisman terhadap Morotai pun semakin terasa. Hampir setiap hari ada wisman yang berkunjung ke pulau yang pernah disinggahi Jenderal Douglas MacArthur di era Perang Dunia II itu.