Progres RDMP Balikpapan Telah Mencapai 16,32 Persen

Oleh : Hariyanto | Jumat, 29 Mei 2020 - 15:50 WIB

Migas Ilustrasi
Migas Ilustrasi

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di tengah pandemi COVID-19, PT Pertamina (Persero) tetap menuntaskan proyek strategis nasional, salah satunya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang saat ini progressnya telah mencapai 16,32%. Progress ini naik dari capaian triwulan 1-2020 yang tercatat 15,02%.

Vice President Corporate Communicaton Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, progress RDMP Balikpapan saat ini masih on the track, meskipun dalam pelaksanaan pengerjannya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Megaproyek RDMP dan GRR merupakan proyek strategis nasional yang telah ditetapkan untuk terus dijalankan di tengah pandemi COVID-19 serta fluktuasi harga minyak mentah dan kurs rupiah terhadap dollar. Proyek ini penting untuk memastikan ketahanan dan kemandirian energi nasional dapat segera terwujud," ujar Fajriyah melalui keterangan pers yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (29/5/2020).

Fajriyah menambahkan, progress RDMP Balikpapan per 17 Mei 2020 meliputi empat pekerjaan yakni engineering (6,05%), Procurement (5,85%), Construction (4,38%) dan Commisioning (0,03%) sehingga secara keseluruhan mencapai 16,32%.

Proyek RDMP dan GRR secara keseluruhan saat ini memperkerjakan sekitar 5.000 tenaga kerja dimana mayoritas di RDMP Balikpapan.

Pada umumnya pekerja di RDMP Balikpapan berasal dari pekerja lokal, sehingga Pertamina harus terus menjaga keberlangsungan proyek ini agar ekonomi masyarakat di wilayah operasi bisa terus tumbuh dan bergerak maju.

Menurut Fajriyah, RDMP Balikpapan akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari serta meningkatkan kualitas produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V.

Proyek RDMP Balikpapan juga disinergikan dengan pembangunan New Crude Lawe-Lawe Tankage Facility dengan kapasitas penyimpanan sebesar 2 juta barel.

Sejalan dengan The New Normal, Pertamina telah menyiapkan Protokol Perlindungan COVID-19 untuk melindungi pekerja, pelanggan, pemasok serta mitra bisnis.

Penerapan Protokol tersebut antara lain dengan mewajibkan penggunaan masker, sarung tangan, jaga jarak (social distancing) serta penyemprotan disinfektan pada seluruh area operasi.

"Dengan dukungan seluruh stakeholder, Pertamina akan terus menuntaskan megaproyek RDMP dan GRR sesuai target. Harapannya, pada tahun 2026, kita sudah mandiri dengan tidak lagi mengimpor BBM," pungkas Fajriyah.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Robert Alberts Pelatih Persib Bandung (Foto Dok PR)

Rabu, 23 September 2020 - 18:00 WIB

Ini Alasan Pelatih PERSIB Robert Berikan Sesi Latihan Bek Lebih Awal

Pelatih Robert Alberts mengungkapkan pentingnya materi latihan yang spesifik bagi pemain di setiap posisi. Oleh sebab itu, dalam agenda latihan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu 23…

Ilustrasi obat-obatan (Tribun)

Rabu, 23 September 2020 - 17:45 WIB

Kemenperin Manfaatkan Balai Besar Kimia Tingkatkan Riset Bahan Baku Industri Farmasi

Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bahan baku industri farmasi di dalam negeri.

Tanaman talas hasil pertanian lokomotif Pandeglang

Rabu, 23 September 2020 - 17:18 WIB

Talas Beneng, Produk Ekspor Unggulan Kabupaten Pandeglang

Di masa pandemi ini permintaan luar negeri untuk Talas Beneng ternyata tidak menyurut. Selain Belanda, ada lima negara baru yang menampung hasil panen Talas Beneng asal Pandeglang. Pemerintah…

Coca Cola Serahkan Bnatuan Ambulans ke PMI

Rabu, 23 September 2020 - 17:00 WIB

Coca Cola Serahkan Bantuan Ambulans ke PMI

Penyerahan bantuan kepada PMI merupakan realisasi bertahap dari kontribusi Coca-Cola yang telah disalurkan melalui Palang Merah Indonesia untuk mendukung upaya bantuan darurat dan kemanusiaan…

Kilang Plaju

Rabu, 23 September 2020 - 16:55 WIB

Kilang Plaju Milik Pertamina Ini Hasilkan Polypropylene untuk Bahan Baku Plastik Kemasan

Kilang Polypropylene Plaju adalah satu-satunya kilang penghasil biji plastik yang dimiliki Pertamina saat ini. Dibangun pada tahun 1993, RU III menghasilkan biji plastik dengan kualitas yang…