Jababeka Group & Telkom Teken MoU Pengembangan Kompetensi Kerja Bagi Milenial

Oleh : Ridwan | Selasa, 26 Mei 2020 - 13:20 WIB

Penandatanganan MoU secara Virtual antara Jababeka Group dan Telkom soal Pengembangan Kompetensi Kerja Bagi Milenial
Penandatanganan MoU secara Virtual antara Jababeka Group dan Telkom soal Pengembangan Kompetensi Kerja Bagi Milenial

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Jababeka Group dan Telkom Indonesia berkolaborasi membuat sebuah program pengembangan kompetensi dan penyaluran kerja bagi nilenial.

Keseriusan program ini dibuktikan lewat penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara Jababeka Group dan Telkom. Penandatanganan dilakukan via online dalam meeting virtual bertajuk Peresmian Kerja sama Telkom & Jababeka dalam Peran Meningkatkan Kompetensi SDM Indonesia, Rabu (20/5/2020).

Pasca penandatanganan MoU ini, Jababeka Group-Telkom akan menjalankan 3 program, yaitu Online Class Training, Offline Training, dan Property for Millennial Pra Kerja: Dapat Kerja Dapat Rumah.

Program pengembangan kompetensi akan dikemas melalui bootcamp. Kemudian, Jababeka Group dan Telkom akan membantu menyalurkan para alumni ke perusahaan Telkom dan 1700 perusahaan yang berada di Kota Jababeka saat ini.

Selama pendidikan, peserta tak dikenakan biaya, namun ada sharing agreement. Artinya, setelah peserta mendapat kerja, dan memiliki pendapatan, mereka bisa mencicil pendidikan yang telah didapat. Bahkan nanti ada opsi untuk bisa melanjutkan pendidikan formal juga, yaitu di pendidikan S1 di President University ataupun Telkom University.

"Bagi mereka yang daftar program ini kita seleksi dulu. Dan saat dia dapat kerja dari pelatihan ini dan berpenghasilan, mereka juga bisa menyewa atau mencicil properti yang dimiliki Jababeka," ungkap Alfa Putra Kurnia selaku CEO Arkademy.

Ditambahkan Alfa, untuk standarisasi dan distribusi ke market akan dilakukan Pijar Mahir, mulai dari produksi video, penyiapan kurikulum dan silabus, sampai ke feedback-nya melalui www.pijarmahir.com.

Sementara kebutuhan instruktur akan dibantu oleh Learning Center Jababeka Group, yaitu Akademi Komunitas Presiden, President University (PU), President Development Center (PDC), dan Jababeka Learning Center (JLC).

"Tim ini termasuk juga untuk penyelenggaraan offline training atau bootcamp. Output dari semua ini apa? Ready to work graduates, kelas karyawan PU, dan Jababeka Property," terangnya.

Faizal Rochmad Djoemadi selaku Direktur Digital Business Telkom Indonesia mengaku antusias dan tak sabar untuk menjalankan kerja sama ini. Karena kerja sama Jababeka-Telkom sangat penting untuk kedua perusahaan bisa bertahan di masa COVID-19. Di mana perlahan-lahan behavior consumer berubah akibat wabah COVID-19.

Menurutnya, ada dua perubahan perilaku dari empat perubahan yang harus diantisipasi oleh Telkom karena Telkom merupakan bisnis yang bergerak di ranah digital, yaitu stay at home lifestyle dan go virtual.

"Semua orang saat ini mulai terbiasa beraktivitas di rumah, mulai dari bekerja, belajar dan tidak perlu ketemu tatap muka, semua sudah bisa selesai melalui virtual. Lebih efisien dan bisa saving cost," ujar Faizal.

Bahkan, kata Faizal, diperkirakan gaya hidup tersebut akan berlanjut setelah wabah selesai. Oleh karenanya, proyeksi bisnis yang ingin dicapai Telkom di 2021-2024 harus dikebut setahun lebih cepat untuk mengantisipasi perubahan perilaku masyarakat yang lain.

"Dengan penandatangan ini, kami berharap di tahap awal, terkait konten-konten skill yang diproduksi bisa memperkaya Pijar Mahir, salah satu platform yang dipakai Pra Kerja. Konten yang dibutuhkan pemerintah ada 3 tahap, yaitu skill level satu, dua dan tiga. Sejauh ini yang sudah dikurasi tim Pra Kerja baru tahap satu, yaitu konten low skill atau kemampuan dasar. Sedangkan untuk konten level dua dan tiga masih menunggu pemerintah mengurasi kembali," terang Faizal.

"Saya pun sudah melihat konten yang dibuat di Jababeka, yaitu AKP, PU, JLC dan PDC. Dengan konten yang dibuat 4 institusi yang dihasilkan program ini, semoga saat masuk konten level kedua dan ketiga, Pijar Mahir akan bisa menyediakannya," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sutedja Sidarta Darmono selaku Direktur PT Jababeka Tbk. Ia mengakui bahwa peningkatan kompetensi merupakan kunci penting agar seseorang bisa bertahan dalam masa COVID-19. Hal itu pula telah menjadi fokus dari Jababeka Group agar kemampuan pekerja bisa terus relevan dengan kebutuhan industri yang begitu dinamis.

"Dalam sisi Jababeka, kami ingin membuat Silicon Valley di Indonesia. Kita bisa membawa itu ke Cikarang. Kalau kita belajar dari Amerika Serikat, kita akan bergerak ke industri 4.0 dan 5.0. Dalam kondisi seperti sekarang, pengembangan industri 4.0 harus lebih dipercepat. Untuk itu perlu peningkatan sumber daya manusia, sebab jika mereka tidak mengikuti perkembangan teknologi, mereka akan kesulitan. Untuk itu, Jababeka siap mendukung tempat dan konten yang dibutuhkan
bagi pelatihan ini," papar Sutedja.

Sementara Setyono Djuandi Darmono selaku chairman and founder Jababeka Group dan President University, berharap kerja sama ini bisa secepatnya terlaksana dan mampu memberi dampak besar kepada masyarakat.

"Karena pemerintah sangat membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk menangani corona, seperti yang Jababeka-Telkom lakukan sekarang," kata Darmono.

Ia menilai bahwa antara Jababeka dengan Telkom memiliki dua kelebihan yang kalau disinergikan tak hanya akan meningkatkan skill bagi milenial, tapi juga pemecahan masalah pengangguran yang sedang dihadapi negara Indonesia.

"Banyak hal di Indonesia yang kalau kita bisa kembangkan akan menjadi mahal. Contohnya, kami banyak bergerak di bidang properti, tapi kalau tidak ditunjang dengan infrastruktur, maka nilainya tidak bisa besar. Oleh karenanya, saya optimis kerja sama ini bisa memberi kemajuan luar biasa, salah satunya membantu menekan angka pengangguran," ungkap Darmono.

Lantas, kapan program ini launching?

"Kami akan membuka pendaftaran di minggu keempat bulan Juni di website www.arkademy.com/jababeka. Untuk proses seleksinya akan ditangani oleh tim arkademy," tambahnya.

Adapun dalam meeting virtual tersebut diikuti juga oleh Erman Soeparno selaku Kepala Akademi Komunitas President, Prof. Dr Jony Oktavian Haryanto selaku Rektor President University, Prof. Dr. Adiwijaya selaku Telkom University, Dr. Prasabri Pesti selaku Head of Tribe Education.

Selanjutnya, Reza Widyaprasta selaku HR Director Jababeka & Co. Dr. Dida Diah Damayanti, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan dan alumni Telkom University, dan Dr. Lia Yuldinawati selaku Direktur Kerja sama Strategis Telkom University.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 05 Agustus 2020 - 22:46 WIB

Triwulan III 2020, Regulator Jasa Keuangan Tetap Waspada Nasib Perekonomian

Memasuki triwulan III 2020, KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan di antara anggota KSSK dengan meningkatkan kewaspadaan mengantipasi dampak penyebaran Covid-19 yang masih tinggi terhadap…

Hadi Pranoto Temukan Obat Herbal Covid-19 (ist)

Rabu, 05 Agustus 2020 - 20:00 WIB

Heboh Pengakuan Hadi Pranoto, Kemenkes Luruskan Informasi: Obat Covid-19 Harus Lewati Uji Ilmiah Sebelum Diproduksi dan Dipasarkan

Akhir akhir ini banyak pihak mengklaim telah menemukan obat COVID-19. Salah satunya informasi yang disampaikan oleh Hadi Pranoto yang mengaku sudah menemukan obat yang spesifik bisa menanggulangi…

Migas Ilustrasi

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:53 WIB

Seberapa Menarik Wilayah Kerja Migas Ditawarkan Cost Recovery atau Gross Split ?

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menjaga agar aktivitas dan investasi hulu migas tetap berjalan optimal di tengah tantangan pandemi global dan penurunan harga minyak bumi…

MenkopUKM Teten Masduki saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Beringharjo Yogyakarta

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:45 WIB

Omzetnya Turun 80%, MenkopUKM Teten Bakal Ringankan Cashflow para Pedagang Pasar Beringharjo

Sejumlah pedagang di Pasar Beringharjo Yogyakarta mencurahkan isi hatinya di hadapan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki.

Ilustrasi Pergerakan Saham

Rabu, 05 Agustus 2020 - 19:30 WIB

Ekonomi Indonesia Minus 5,32 Persen, IHSG Justru Berakhir Menguat 1,03 Persen

BPS merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2020 mengalami kontraksi sebesar 5,32 persen dibading periode yangs ama pada tahun sebelumnya, justru perdagangan Indeks Harga Saham…