INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Kustodian Central Efek Indonesia (KSEI) menyerahkan perangkat baca KTP elektronik (card reader) kepada 98 perusahaan pelaku industri pasar modal yang telah bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri. Kerjasama itu bertujuan untuk penggunaan data Ditjen Dukcapil untuk mempercepat pembukaan rekening investasi. Itu adalah salah satu langkah yang diupayakan KSEI dalam mengembangkan pasar modal Indonesia.

Advertisement

“Kami telah berinisiatif untuk mendukung pengembangan pasar modal Indonesia pada November 2016 lalu, yakni melalu kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk penggunaan data Ditjen Dukcapil,” ujar Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama KSEI, dalam acara penyerahan card reader kepada 98 perusahaan efek secara simbolis di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Kamis (06/04/2017).

Friderica mengemukakan, KSEI saat ini menindaklanjuti kerjasama tersebut dengan melakukan seremoni penyerahan card reader ke 98 perusahaan efek yang telah melakukan kerjasama dengan Ditjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri.

Advertisement

Penyerahan card reader tersebut secara simbolis dilakukan oleh Friderica kepada perwakilan pelaku industri pasar modal yaitu PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT XDana Investa Indonesia. Ketiganya perusahaan efek tersebut mewakili 98 pelaku industri pasar modal, yaitu Perusahaan Efek, Manajer Investasi dan Agen Penjual.

Seremoni penyerahan Card Reader tersebut disaksikan oleh Agus Saptarina, Direktur Pengawasan Lembaga Efek, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Direksi dan Komisaris Self Regulatory Organization.

Advertisement

Selain kepada para pelaku industri pasar modal, KSEI pada Januari 2017 telah menyerahkan card reader kepada Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.

“Pasca penyerahan card reader ini, seluruh 98 perusahaan pelaku industri pasar modal tersebut diharapkan segera melalukan tindak lanjut berupa pengembangan aplikasi untuk proses pembukaan rekening efek dengan lebih mudah dan cepat,” tukas Friderica.

Advertisement

Friderica menambahkan, pemanfaatan data kependudukan melalui penggunaan Card Reader KTP Elektronik ini bertujuan untuk percepatan pembukaan rekening investor di pasar modal yang sebelumnya memerlukan waktu beberapa hari menjadi kurang dari 30 menit.

“Hal ini tentu saja memberikan kontribusi yang luar biasa untuk memajukan iklim investasi di Pasar Modal Indonesia, dimana investor tidak lagi kehilangan momen untuk berinvestasi karena proses pembukaan rekeningnya belum selesai. Harapannya hal ini akan semakin meningkatkan animo masyarakat untuk berinvestasi, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan  jumlah investor di Pasar Modal Indonesia” pungkas Friderica. (Abraham Sihombing)