INDUSTRY.co.id - Ketika ada masalah, musibah dan beban berat, maka orang yang bertauhid, yang paling pertama ia lakukan adalah segera ingat Allah, berdoa kepada Allah, istigfar agar dimudahkan dan diberi kesabaran
Atau jika masih berat ia akan segera melakukan amal kebaikan, shalat, sedekah berbuat baik dan minta maaf kepada manusia, agar meraih ridho Allah dan memilih waktu mustajab misalnya sepertiga malam untuk mengadu dan mengeluhkan perkaranya kepada Allah
Inilah contoh perbuatan orang shalih sebelum kita
Nabi Ya’qub ‘alaihis salam berkata,
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Yusuf : 86).
Bisa saja setelah itu, kita diberikan kemudahan, kelapangan dan jalan keluar oleh Allah, kita dibuat mengingat kembali agar bersabar dan besarnya pahala bersabar
Setelah mengadu kepada Allah, barulah ia MUSYAWARAHKAN urusannya/masalahnya dengan manusia
-Dimusyawarahkan, karena ini adalah perintah Allah
Allah berfirman,
وَ شَاوِرْهُمْ في الأَمْرِ
“Maka bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.” (Ali Imran: 159)
Tapi tidak semua manusia diajak musyawarah, hanya 1-2 orang atau beberapa orang saja (tidak perlu banyak orang tahu masalahnya) yang kira-kira bisa membantu memberikan solusi dan nasehat atas masalah dan bebannya. Misalnya ustadz, ortu, sahabat, ahli psikologi dll
Itupun ketika musyawarah, ia tampakkan kepada manusia wajah yang tegar, dia hanya butuh masukan dan solusi bukan belas kasih mereka, karena hanya Allah yang dia harapkan kasih sayang-Nya
Bahkan salah satu trik agar tetap bergantung kepada Allah dan berusaha menyembunyikan masalah di hadapan manusia, ketika musyawarah ia menceritakan kasusnya dengan cerita “orang ketiga”
Misalnya: “Bagaimana pendapat dan solusi, ada orang dengan masalah dan kasus begini begitu..”
padahal orang itu adalah dia yang bertanya
Setelah dapat solusi hasil musyawarah, dia akan jalani solusi itu dengan memohon pertolongan Allah
Apapun hasilnya itulah takdir terbaik baginya, yang penting sudah berusaha, Allah sangat sayang terhadap hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu kepada bayi dalam buaian setelah terpisah lama (kandungan hadits)
Sikap yang menunjukkan Tauhid yang kurang adalah ketika ada masalah dan beban, maka ia lupa Allah, dan segera mencari manusia untuk curhat, berkeluh-kesah, bahkan caci-maki tidak terima dengan takdir Allah, padahal manusia itu juga tidak bisa memberikan solusi atau bantuan apapun
Lebih parah lagi berkeluh kesah kepada semua orang, mengeluh di sosmed, agar semua manusia tahu masalahnya, ini bukan sikap orang yg bertauhid
Curhat dan mengeluh kepada manusia dahulu, berarti: ANDA MENGADUKAN PERBUATAN ALLAH KEPADA MANUSIA”
Yang namanya manusia, anda mengeluh kepadanya, maka belum tentu dia senang, bahkan kadang bosan mendengar keluhan orang lain, bisa jadi dia bermuka manis dan mendengarkan curhat anda, tetapi bisa jadi dia “berbicara lain” di hatinya atau malah menyebarkan aib anda dengan bergosip, ya itulah manusia, siapa yang tahu
Tetapi Allah Rabb kita, semakin kita mengeluh, merengek dan memohon kepadanya, makin baik. Berbeda dengan manusia yang sebaliknya
Anaz Almansour: Founder Rezeki Healing