INDUSTRY.co.id - Masalah selalu menerpa dalam kehidupan manusia, dan semua itu tidak akan terlepas dari masalah,  Pasti kita akan bertanya mengapa selalu ada masalah?

Bahkan kita selalu kalau bisa, menghindar dari masalah tapi terkadang masalah memang datang, Kadang tidak diundang malah masalah tiba tiba datang menghampiri.

Saya  yakin  dari pembaca sekalian dapat dipastikan semua pernah mengalami suatu masalah dalam kehidupan , entah itu masalah financial

Masalah percintaan

Masalah bisnis atau usaha

Masalah pekerjaan atau dikantor

Masalah keluarga atau masalah menyangkut tentang kehidupan, sakit yang berkepanjangan atau apapun, begitu perjalanan kehidupan yg selalu dibarengi dengan masalah supaya mengerti maknanya hidup.

Tapi kita sebagai manusia yangmempunyai akal dan cara berpikir,  tentunya akan mencari jalan keluar  atau solusi dari masalah tersebut, Semua tergantung dari kekuatan diri untuk mau mencari solusi, terkadang ada yang mempunyai karakter selalu mengeluh dan tidak mau mencari jalan keluar malah menyalahkan keadaan dirinya, menyalahkan keadaan sekitar atau bahkan meratapi keadaan yang terjadi, itu sifat dasar manusia yang tidak mau berubah.

Kehidupan sebenarnya adalah ibarat kaset VCD yang diputar berulang ulang, karena kehidupan selalu berputar, yang menjadi pertanyaan adalah,  apakah VCD itu ASLI tau BAJAKAN?

Kalau ASLI maka akan bertahan dan kuat, sedangkan

Kalau BAJAKAN sangat mudah atau rentan dengan kerusakan.

Begitu diri kita apabila mempunyai mental yang kuat, sabar dan ikhlas dalam menjalankan kehidupan dan menghadapi masalah, maka kita akan menganalisa masalah tersebut untuk mencari jalan keluarnya dengan selalu berusaha dan berdoa seperti diibaratkan VCD yang ASLI tadi.

Sedangkan yang lemah tak berdaya, cepatmenyerah, mengeluh tidak pernah bersyukur dan ikhlas dalam menghadapi masalah diibaratkan seperti VCD BAJAKAN yang mudah rusak.

Kita bagi menjadi 2 sifat manusia dalam menghadapi masalah hidup

1. Manusia yang berpikir atau bermental Negatif dia menghadapi masalah dengan dengan menyesali dirinya, menggerutu, cemberut, kesal, tidak berbuat apa-apa, menyalahkan keadaan , tidak mau kompromi atau berdamai dengan hatinya,  kadang semakin menjauh dengan Allah karena dia berpikir Allah tidak adil dengan dirinya?

Apakah memang Allah tidak adil?

Kalau kita sendiri tidak mau berubah dan mengubah keadaan ?

Yang ada hanyalah penyesalan, kenapa ini bisa terjadi!!!

Lalu apa yang bisa duperbuat!!

Sepertinya dengan adanya masalah dunia ini akan berakhir segalanya bagi dia.

Berbagai macam pertanyaan dilontarkan pada dirinya tanpa mau berbuat untuk segera mencari solusi dalam masalah tersebut .orang seperti ini jika menemui masalah kalau bisa menghindar, apapun caranya dia akan tempuh,  karena bagi dia, masalah adalah sesuatu yang harus dihindari.

Dan ini banyak ditemui,  dikarenakan mentalnya yang rapuh tidak ada pondasi yang kuat disini diperlukan suatu pembelajaran hidup untuksupaya kita dekat dengan Allah

Ada cerita Motivasi tentang perntanyaan kadang kita mengira bahwa Allah itu tidak adil,

Ada seorang  pedagang yang sering jualan dengan naik sepeda  keliling kampung kadang kalau lelah  dia sering berteduh dibawah pohon,

Suatu saat dia keliling jualan seharian. ternyata hari ini jualannya agak sepi jauh dari yang diharapkan  tapi dia sabar dan ikhlas, kata dia “apapun jualan hari ini saya harus syukur karena masih banyak orang dibawah saya”

” Karena  kecapekan dia beristirahat sambil kipas-kipas badannya dengan topinya dia duduk dibawah pohon asam, sambil duduk dia melihat keatas, kata pedagang ini “ Allah  itu ngak adil ya, masak pohon asam yang begitu besar buahnya kecil banget, sedangkan pohon labu yang disampingnya, pohonnya kecil tapi buahnya gede banget lucunya kata pedagang tersebut”

Tidak lama kemudian barusan dia mempertanyakan tentang keadilan Allah tentang buah tersebut tiba-tiba buah asam tersebut jatuh tepat diatas kepala dia, kaget sekali dia mengatahui buah tersebut jatuh.

Lantas dia mengatakan Allah itu  sangat ADIL, coba kalau pohon asam tadi mempunyai buah sebesar pohon LABU pasti kepala saya abisss dehhhh..

Cerita Motivasi kedua adalah tentang ahli Pangkas rambut  yang mengatakan Allah tidak ADIL.

Suatu saat saya pergi ke BarberShop untuk potong atau pangkas rambut kesuatu tempat dibilangan Banda Aceh, dengan naik mobil saya meluncur dan sampailah di barbershop tersebut sekitar  jam 4 sore , kemudian saya masuk dan menunggu giliran untuk pangkas rambut , sambil menunggu, saya  membaca majalah tentang  franchise, asyik menikmati bacaan tersebut dan akhirnya giliran tiba untuk pangkas rambut.mkata ahli pangkas itu tanya “ mau pangkas rambut yang model seperti apa?

Saya jawab yang model lagi ngetrend deh sambil senyum ahli pangkas mulai memangkas rambut dan sambil cerita-cerita tentang suka duka menjalani profesinya yang kadang banyak dapat uang kadang sedikit pendapatannya, lalu ahli cukurnya mengatakan kepada penulis

“ Pak sebenarnya Allah itu ADIL ngak sih? saya jawab Allah sangatlah adil, kemudian ahli pangkas itu jawab coba bapak lihat didepan tuh…. Banyak pengemis dan orang gembel yang ngak makan  meminta kesana kemari bukankah Allah itu ngak adil ??

Saya hanya tersenyum aja mendengar pertanyaan ahli pangkas tersebut.

Tidak lama berselang muncullah 2 orang pengemis yang kumal bajunya dengan rambut gondrong , lusuh dan gimbal karena tidak pernah dipotong ,

Gantian saya bertanya dengan ahli pangkas tersebut coba itu lihat didepan pengemis dengan rambut gondrong dan gimbal Apakah Anda sduah ADIL kepada pengemis tersebut???

Kata ahli pangkas “saya sudah adil, siapa saja yang datang ketempat saya dan antri bukankah sudah saya cukur semua??

Lalu saya bilang nahh  kenapa pengemis tersebut kenapa ngak dicukur??

Ahli pangkas tersebut menjawab siapa suruh pengemis tersebut ngak datang ketempat Barbershop saya??

Jawab ahlipangkas  tersebut!!!!

Ya begitulah dengan Allah gimana akan dikabulkan doanya kalau pengemis tersebut tidak mendatangi dan berdoa dengan Allah lalu berusaha, berusaha dan berusaha.

Dari gambaran diatas   bahwa dengan adanya masalah, maka kita harusnya dengan dengan Allah bukan malah menjauh , tapi makin mendekat terus berusaha , sabar, ikhlas dan tenang menghadapi apapun.

2. Manusia yang berpikir atau bermental positif yaitu dalam menghadapi masalah selalu optimis, yakin, selalu bergerak terus berusaha mencari solusi atau jalan keluarnya pantang menyerah , meyakini bahwa persoalan atau masalah adalah tantangan yang membuat dirinya semakin matang untuk melahirkan jiwa yang tangguh.

Bagi dia masalah adalah harus dihadapi karena membuat hidup semakin dinamis dan dapat memberikan manfaat kedepan dalam hidupnya.

Ada kata Motivasi “ Keputusan yang benar itu berawal dari suatu pengalaman masa lalu yang salah, sehingga menjadi pelajaran. Jadilah bisa memutuskan yang benar kedepannya karena sudah belajar dari kesalahan”

Artinya adalah manusia yang mempunyai pengalaman adalah juga lahir dari masalah yang dihadapinya sehingga muncul pemikiran yang optimis dalam menghadapi masalah hidup.

Ada cerita motivasi dari para nelayan jepang yang berburu ikan paus, di Negara Jepang sirip ikan paus sangat terkenal dan harganya sangat mahal sekali maka dari itu para nelayan jepang berlomba-lomba menacari ikan paus terutama siripnya, ikan paus akan mahal bila samapi dermaga dalam kondisi tetap hidup, kalau sampai dermaga dalam kondisi mati maka ikan paus harganya sangat murah.

Ini yang menjadi persoalan para nelayan dijepang tersebut karena kebanyakan dari hasil tangkapan ikan pausnya sekitar 80% sampai dermaga dalam keadaan mati.

Maka banyak merugi para nelayan penangkap ikan paus terebut, lalu berdiskusi para nelayan mencari solusi supaya ikan paus tersebut tetap hidup dari ditangkap sampai dermaga.Berpikirlah mereka untuk mencari tau kenapa paus setelah ditangkap dan dimasukkan dikapal kemudian mati??

Akhirnya para nelayan menemui seorang professor yang ahli dibidang kelautan dan ahli dibidang ikan paus, profesor tersebut mengikuti para nelayan melaut dan ikut serta dalam penangkapan ikan paus tersebut, hari pertama ikut professor melihat cara menangkap ikan paus lalu dimasukkan dalam tempat didalam kapal yang berisi air, setelah itu dibawa kedermaga, profesor memperhatikan ikan paus tersebut dalam kapal, dalam perjalanan dari laut lepas kedermaga ikan paus tersebut tidak bergerak dan lama-lama mati sampai dermaga.

Profesor kemudian membawa sample 1 ikan paus ke laboratorium,  dia mengetahui bahwa tanpa ada gerakan membuat ikan paus mati. akhirnyaprofesor tersebut menemukan cara supaya ikan paus tetap hidup sampai kedermaga.

Hari ke 8 professor ikut dalam penangkapan dengan nelayan kelaut, dia akan uji coba penemuannya untuk supaya ikan paus tetap hidup dalam penngkapan tersebut.

Setelah para nelayan menangkap ikan paus, professor memasukkan ikan kecil kedalam tempat penangkapan ikan paus tersebut dan dalam perjalanan menuju dermaga ikan paus terus bergerak kesana kemari untuk menangkap ikan-ikan kecil tersebut.

Dan ikan paus hasil tangkapan para nelayan tersebut hidup 99% dikarenakan ikan paus selalu bergerak dinamis menangkap ikan-ikan kecil tersebut.

Dari  gambaran tersebut diatas yang dapat diambil pelajaraanya adalah

Hidup adalah Dinamis dan harus terus Bergarak menghadapi masalah, apabila ada masalah lalu kita tidak bergerak mencari solusi maka lama-lama akan mati seperti cerita paus diatas.

Hadapi masalah dengan terus berkreasi,dinamis , maka masalah tersebut akan terselesaikan.hadapi dengan sabar, ikhlas berserah diri dengan Allah setelah kita berusaha .

Allah Maha Adil dengan memberikan masalah membuat kita  menjadi manusia yang bijaksana. Jika kesulitan datang menghadang, terimalah sebagai ujian dari ketentuan/Takdir Allah.

Jangan mengeluh, menggerutu apalagi sampai menggugat ketentuan dan keadilan Allah.

Paul G stolz dalam bukunya Adversity Quotient ( kecerdasan yang dimiliki manusia dalam menghapi kesulitan hidup) membagi manusia menjadi 3 type dalam mengadapi masalah

1.Quitter Yaitu Orang Yang Berhenti

Orang-orang jenis ini berhenti ditengah pendakian, mudah putus asa dan menyerah sehingga kehidupan mereka terus diliputi kesusahan

2.Camper Yaitu Orang Yang Bekemah

Orang jenis ini melakukan pendakian namun belum mencapai puncak sudah berhenti

Orang type ini setidaknya bisa merasakan tantangan.pendakian yang tidak selesai mereka anggap sebagai kesuksesan akhir, padahal sebenarnya tidak demikian, karena masih banyak potensi dalam diri yg belum teraktualisasi hingga sia-sia.

3.Climber Yaitu Pendaki

Orang type ini adalah optimis, berpikir positif dan terus berjuang sampai meraih apa yg dicita-citakan. Mereka selalu melihat peluang dan celah darisetiap tantangan dan rintangan ,melihat makna dibalik masalah dan kesulitan dan selalu bergairah untuk maju dan dijadikan sebagi semangat untuk menuju sukses.

Lalau bagaimankah dengan anda?

Anda termasuk type yg mana?

Semua anda yg menentukan.

Tapi bila ada masalah kemudian kita sudah sekuat tenaga berusaha untuk mencari jalan keluar dan semuanya terasa mentok ngak tau lagi kemana mencari solusi, maka ini saatnya kita belajar ikhlas dan sabar lalu meminta petunjuk pada Allah karena semua akan kembali padanya.

Anas  Almansour: Motivator Kepribadian  dan Penulis Buku Zero Emotion