INDUSTRY.co.id - Jakarta – Empat saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencatatkan saham-sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) direkomendasikan BELI oleh Yuganur Wijanarko, analis senior PT KGI Sekuritas Indonesia.
“Adapun keempat saham BUMN yang saya rekomendasikan BELI adalah saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Timah Tbk (TINS) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI),” ujarnya di Jakarta, Senin (03/04/2017).
Yuganur mengemukakan, keempat saham BUMN tersebut boleh diakumulasi pelaku pasar seiring dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI yang diperkirakan akan kembali turun. Ketika indeks turun sementara, maka harga keempat saham-saham BUMN tersebut akan menjadi relatif murah dan pelaku pasar dapat memanfaatkan momen ini untuk mengakumulasinya.
“Ini adalah hal yang wajar setelah IHSG mengalami reli kenaikan yang signifikan meski pada akhir pekan lalu diturun melemah tipis ke posisi 5.568,” tukasnya.
Ia menjelaskan, kendati laju IHSG kerap dibayangi aksi jual mendadak akibat volatilitas regional, kondisi jenuh beli dan penurunan indeks EIDO, namun sebagian pelaku pasar yang memborong saham-saham berkapaitalisasi besar (big caps) dan saham-saham lapis kedua (secondliners) sempat mengangkat IHSG ke atas level resistensi 5.600.
Yuganur mengungkapkan, BBNI boleh diakumulasi karena harganya ditargetkan bakal mencapai antara Rp6.800-7.100 per unit. Secara teknikal, perbaikan tren jangka pendek dan menengah BBNI membuat saham bank BUMN ini menarik untuk diakumulasi. Apalagi jika mencermati ekspektasi laba nya pada tahun ini.
TLKM juga patut dikoleksi karena perbaikan momentum dalam jangka pendek dan menengah yang dialami emiten telekomunikasi “pelat merah” tersebut akan diikuti oleh kontinuasi kenaikan harga berikutnya pada titik resistensi di kisaran Rp4.500-4.700 per unit.
Sementara itu, harga komoditas dunia yang berada di level terendah sejak 10 tahun terakhir dan valuasi sektoralnya masih cukup murah, membuat TINS cukup menarik untuk dibeli karena harganya ditargetkan dalam mencapai Rp1.100 per unit dalam jangka menengah.
Adapun perbaikan momentum dalam tren jangka pendek dan menengah yang dialami ADHI dapat digunakan sebagai peluang untuk dikoleksi karena harganya akan terus meningkat ke resisten psikologis berikutnya pada kisaran Rp2.525-2.675 per unit.***