Lindungi Wartawan, Ketum PWI Atal Depari: Panduan Peliputan Wabah Covid-19 Berlaku Mulai Rabu 8 April 2020

Oleh : Nata Kesuma | Selasa, 07 April 2020 - 22:15 WIB

Atal Depari Ketum PWI
Atal Depari Ketum PWI

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Wartawan yang akan meliput wabah Covid-19 harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai Covid-19. 

Selain itu wartawan yang sedang dalam status diduga atau dalam pengawasan penyakit Covid-19 dilarang melakukan liputan. 

Hal itu terangkum dalam Panduan Peliputan Wabah Covid-19 yang dikeluarkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, di Jakarta Selasa (7/4). 

“Setelah melihat perkembangan di lapangan dan terutama setelah pemerintah mengeluarkan ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, baik untuk perlindungan terhadap wartawan maupun keselamatan publik, pengurus PWI merasa perlu  mengeluarkan Panduan Peliputan Wabah Covid -19,” kata Ketua Umum PWI Pusat, Atal Depari.

Menurut Atal, panduan ini dibuat khusus untuk para wartawan, sehingga ruang lingkupnya pun lebih ditujukan kepada kepentingan wartawan. Selain itu, tambah Atal, panduan ini dibuat dengan struktur dan bahasa yang ringkas sehingga mudah dipahami oleh para wartawan. 

“Tetapi tetap  mencakup semua yang terkait peliputan wabah Covid-19,” tegas Atal.

Dalam paduan  yang terdiri dari 12 point itu, antara lain diatur, wartawan tidak datang meliput langsung kasus Covid-19 ke rumah sakit, kecuali ada kepentingan publik yang luar biasa besarnya. 

Selain itu wartawan tidak boleh masuk ke kamar jenazah yang menjadi tempat korban penyakit Covid-19. 

Dalam kasus yang sangat mendesak dan memiliki kandungan kepentingan publik yang besar, wartawan minimal berada 10 meter dari area kamar jenazah.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19, wartawan diminta mengikuti ketentuan-ketentuan dan pedoman yang dikeluarkan pemerintah, seperti selalu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker menjaga jarak dan sebagainya. 

”Wartawan juga kami minta mematuhi semua peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” tegas Ketua Umum PWI Pusat.

Menurutnya, panduan  ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak merebaknya wabah Covid-19, tetapi untuk menampung berbagai persoalan muktahir yang munculnya dalam peliputan di lapangan, sengaja panduan ini baru disyahkan hari ini dan diberlakukan mulai besok, Rabu, 8 April 2020.

Sementara itu, Ketua Tim Perumusan Panduan Peliputan Wabah Covid-19, Wina Armada Sukardi menerangkan, panduan ini telah mengadopsi juga perkembangan teknologi. 

Misalnya postingan dari pasien Covid-19 di media sosial boleh dikutip wartawan sepanjang sudah terverifikasi keakuratannya. 

“Juga tidak mengandung unsur kengerian, fitnah, dan harus menyebut sumber yang jelas,” tegas Wina.

Selanjutnya Wina mengatakan, pemakaian drone tidak boleh mengganggu ketenangan pasien dan dokter yang menangani kasus Covid-19. 

“Untuk ketinggian tertentu harus mendapat izin dari otoritas di bidang ini,” kata Wina.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pelabuhan Makassar

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:55 WIB

Angkutan Laut Dibuka 7 Juni, Kemenhub Minta Antisipasi New Normal

Kementerian Perhubungan RI meminta kepada seluruh instansi di Pelabuhan Makassar agar melakukan monitoring dan pengawasan arus balik setelah ada kemungkinan dibukanya angkutan laut pada 7 Juni…

Kantor Kementerian BUMN. (Istimewa)

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:21 WIB

Duh! Jika New Normal, Pegawai BUMN yang Ngantor Bakal Berkurang 20%

Jakarta-Pegawai BUMN yang masuk kerja akan berkurang sampai 20% jika masuk ke skenario new normal. Sebab, pegawai yang bakal masuk kerja ialah 45 tahun ke bawah jika mengikuti skenario

The Terrace Lifestyle

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:20 WIB

Samsung Luncurkan Lifestyle TV dan Soundbar Terbaru

The Terrace adalah Samsung Smart TV yang dirancang khusus untuk menghadirkan keseluruhan pengalaman hiburan indoor ke luar ruangan. The Terrace baru saja diluncurkan untuk konsumen Amerika Serikat…

Anak-anak Sekolah (foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:20 WIB

KPAI Desak Kemendikbud Kaji Ulang Rencana Pembukaan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah pada 13 Juli

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama intensif mengkaji rencana pembukaan kegiatan belajar…

Obat Herbal Covid-19 Dr Suradi (ist)

Kamis, 28 Mei 2020 - 11:10 WIB

Heboh Penemuan Obat Herbal Covid-19, Pakar: Pak Jokowi Kasih Saya 100 Pasien, Niscaya dalam 1 x 24 Jam Mereka Sembuh

Obat herbal anti Covid-19 yang diperkenalkan Dr Suradi belum juga dimanfaatkan pemerintah. Padahal, obat tersebut sudah terbukti berhasil menyembuhkan ratusan pasien positif coronavirus. Kini,…