Pandangan AAJI Atas Kebijakan Countercyclical OJK bagi Perusahaan Perasuransian

Oleh : Herry Barus | Minggu, 05 April 2020 - 06:30 WIB

Budi Tampubolon Ketua Dewan Pengurus AAJI
Budi Tampubolon Ketua Dewan Pengurus AAJI

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Menindaklanjuti surat OJK nomor S-11/D.05/2020 tanggal 30 Maret 2020 perihal tersebut diatas, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. AAJI menyambut baik kebijakan countercyclical yang dikeluarkan oleh OJK yang bertujuan untuk menjaga stabilitas kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di tengah wabah COVID-19, sekaligus sebagai suatu dukungan bagi industri asuransi jiwa untuk terus berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
  2. AAJI berpandangan bahwa kebijakan countercyclical untuk industri asuransi dikeluarkan oleh OJK memberikan beberapa relaksasi kebijakan yaitu (i) perpanjangan batas waktu penyampaian laporan berkala perusahaan kepada OJK, (ii) penyelenggaraan penilaian kemampuan dan kepatutan Pihak Utama melalui telekonferensi, serta (iii) memberikan relaksasi terhadap perhitungan solvabilitas perusahaan, dimana hal tersebut diberikan untuk mendukung kinerja perusahaan asuransi serta memberikan kemudahan dalam situasi yang penuh tantangan saat ini. Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan suatu pilihan yang dapat diambil oleh perusahaan asuransi jiwa namun bukan merupakan kewajiban dalam pelaksanaannya.
  3. AAJI berpendapat bahwa penerapan relaksasi penundaan pembayaran premi yang jatuh tempo (grace period), selama 4 (empat) bulan, baik untuk nasabah perorangan / ritel atau nasabah korporasi, HANYA wajib dilakukan apabila perusahaan asuransi mengakui tagihan premi yang berusia hingga 4 (empat) bulan sebagai aset yang diperkenankan dalam perhitungan tingkat solvabilitas. Dengan demikian, relaksasi penundaan pembayaran premi sebagaimana dimaksud dalam surat OJK mengenai countercyclical bukan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan bagi perusahaan asuransi dan merupakan kebijakan yang dapat diambil oleh masing-masing perusahaan asuransi.
  4. AAJI meminta nasabah untuk selalu memahami ketentuan-ketentuan dalam polis mereka termasuk mempertimbangkan apakah langkah untuk menunda pembayaran premi akan berpengaruh kepada elemen-elemen investasi yang telah diperhitungkan dalam perencanaan keuangan mereka. AAJI juga mengimbau nasabah untuk memastikan agar perlindungan asuransi jiwa yang dimilikinya tetap aktif dan menghubungi perusahaan asuransi masing-masing untuk mendapatkan penjelasan atau apabila mempunyai pertanyaan terhadap polis yang dimiliki.
  5. Beberapa hal yang saat ini tengah dilakukan AAJI untuk kepentingan masyarakat dan nasabah serta industri asuransi jiwa di tengah situasi yang penuh tantangan ini adalah:
  • Meminta Perusahaan anggota untuk tetap merekrut tenaga pemasar baru agar masyarakat tetap mendapatkan layanan untuk proteksi kesehatan dan finansial mereka. Hal ini mengkonfirmasi komitmen industri asuransi jiwa untuk terus berkontribusi dalam penciptaan lapangan kerja, bahkan di situasi yang sulit seperti saat ini;

“Meminta OJK untuk memberikan relaksasi kepada perusahaan asuransi jiwa yang memasarkan Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) untuk dapat memanfaatkan teknologi dalam penjualannya, dimana pertemuan langsung secara tatap muka antara tenaga pemasar dan calon nasabah dapat digantikan dengan penggunaan teknologi komunikasi (pertemuan langsung secara digital), serta menghapus kewajiban tanda tangan basah dan menggantikannya dengan tanda tangan dalam bentuk digital atau elektronik. Hal ini sesuai dengan ajakan Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan gerakan physical distancing dalam menghadapi pandemi saat ini,”ujar Budi Tampubolon

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Sabtu (4/4/2020)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi

Kamis, 28 Mei 2020 - 13:20 WIB

Kabar Gembira! Jokowi Bakal Guyur Insentif buat Petani dan Nelayan, Ini Skemanya

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas dengan topik pembahasan insentif bagi petani dan nelayan dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pokok di Istana Merdeka, kompleks Istana…

Donald Trump

Kamis, 28 Mei 2020 - 13:15 WIB

Donald Trump Longgarkan Lockdown dan Ekonomi Dibuka, Wall Street Terbang Tinggi

Jelang kembali dibukanya ekonomi dan pelonggaran lockdown oleh Pemerintah Amerika Serikat, kondisi Wall Street langsung meningkat tajam di pasar modal.

Dirut Pupuk Indonesia Aas Sadikin

Kamis, 28 Mei 2020 - 13:00 WIB

Produsen Pupuk Indonesia Perketat Prosedur di Area Pabrik Saat Era New Normal

Sebagai langkah melindungi para karyawan dan kelancaran penugasan penyaluran pupuk, lima produsen pupuk yang merupakan entitas bisnis dari PT Pupuk Indonesia (Persero), siap menerapkan pedoman…

MPL BULL

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:20 WIB

Mobile Premier League Indonesia Hadirkan Tiga Game Lokal Baru

Mobile Premier League sebagai platform mobile esports berbasis ketangkasan terbesar di Asia Tenggara mengumumkan kolaborasinya bersama tiga pengembang game lokal Indonesia, yaitu Antpixel Studio,…

Ilustrasi deposito perbankan

Kamis, 28 Mei 2020 - 12:16 WIB

ATMR Perbankan BUKU 3, 4 Ditiadakan Hingga Tahun Depan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melanjutkan stimulus terhadap perbankan. Penyesuaian Implementasi Beberapa Ketentuan Perbankan Selama periode Relaksasi.