INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Industri asuransi semakin mengandalkan pendekatan berbasis pengalaman (experience-based marketing) untuk memperluas penetrasi pasar sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Salah satu strategi tersebut terlihat dari langkah PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk yang memanfaatkan ajang Semasa Piknik 2026 sebagai medium untuk mendekatkan produk perlindungan kepada generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif.

Tren ini menunjukkan perubahan strategi pelaku industri asuransi yang tidak lagi hanya mengandalkan kanal pemasaran konvensional, tetapi juga hadir dalam berbagai festival gaya hidup dan ekonomi kreatif yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Semasa Piknik 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, dihadiri puluhan ribu pengunjung dan ratusan merek lokal, sehingga menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan pentingnya perlindungan finansial.

Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, Tini Nurianto, mengatakan pendekatan tersebut dilakukan agar asuransi semakin mudah dipahami dan terasa relevan dengan kehidupan sehari-hari, terutama bagi kalangan muda.

"Melalui Semasa Piknik 2026, kami ingin menghadirkan perlindungan dengan cara yang lebih relevan dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Kami percaya bahwa asuransi dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang hadir secara sederhana, memberikan rasa aman, dan mendukung setiap aktivitas agar dapat dijalani dengan lebih tenang," ujar Tini.

Dalam ajang tersebut, Zurich menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, mulai dari photo booth, permainan, creative journaling bersama komunitas kreatif, hingga area piknik yang dikemas sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya perlindungan asuransi. Perseroan juga memberikan perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident/PA) secara gratis bagi tenant dan peserta aktivitas tertentu selama acara berlangsung, lengkap dengan dukungan layanan ambulans di lokasi.

Langkah tersebut mencerminkan semakin eratnya kolaborasi antara industri asuransi dengan ekosistem ekonomi kreatif. Selain membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi, kehadiran perusahaan asuransi dalam festival kreatif juga dinilai dapat memberikan rasa aman bagi pelaku UMKM dan brand lokal yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Tini menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu cara untuk memperluas inklusi asuransi sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional.

"Partisipasi Zurich di Semasa Piknik 2026 juga sejalan dengan semangat acara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Dengan menjadi bagian dari ekosistem ini, kami berharap dapat mendukung para pelaku usaha kreatif agar dapat berkarya dengan lebih percaya diri, sekaligus memperluas literasi asuransi di tengah masyarakat," katanya.

Ke depan, Zurich menyatakan akan terus memperluas berbagai inisiatif yang mengintegrasikan perlindungan dengan aktivitas masyarakat. Strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan literasi asuransi sekaligus memperkuat kontribusi industri dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan inklusi keuangan di Indonesia.