INDUSTRY.co.id - Jakarta, Valbury Asia Futures kembali menorehkan capaian penting di industri perdagangan berjangka Indonesia.
Perusahaan pialang berjangka tersebut memperoleh rating A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sebuah penilaian yang diberikan berdasarkan evaluasi berkala terhadap aspek kepatuhan, tata kelola perusahaan, stabilitas operasional, pengawasan transaksi, hingga perlindungan nasabah.
Predikat tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan dinilai mampu menjaga standar operasional dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
Momentum ini juga dimanfaatkan Valbury untuk memperluas aktivitas bisnis pada kuartal ketiga (Q3) 2026.
Selain meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah, perusahaan akan melanjutkan program edukasi melalui roadshow di sejumlah kota besar sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai perdagangan berjangka komoditi.
Head of Marketing & Communication Valbury, Caroline Haryono, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas layanan sekaligus membangun ekosistem investasi yang sehat.
"Rating A+++ dari Bappebti merupakan buah dari kepercayaan nasabah dan dedikasi seluruh tim Valbury dalam menghadirkan layanan terbaik. Namun, bagi kami pencapaian ini bukanlah garis akhir, melainkan tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai perdagangan berjangka komoditi," ujar Caroline.
Menurut Caroline, perusahaan akan kembali menggelar rangkaian roadshow nasional mulai Juli hingga November 2026 setelah mendapat respons positif pada penyelenggaraan sebelumnya di Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, dan Bali yang diikuti ratusan peserta.
Roadshow berikutnya dijadwalkan berlangsung di Makassar, Medan, Bandung, dan Jakarta.
Melalui kegiatan tersebut, Valbury ingin memberikan akses edukasi yang lebih merata sekaligus memperkenalkan peluang investasi di pasar berjangka kepada masyarakat di berbagai daerah.
"Kami ingin memastikan masyarakat di berbagai kota memperoleh akses literasi yang sama mengenai perdagangan berjangka. Edukasi merupakan fondasi penting agar investor dapat memahami peluang sekaligus risiko sebelum bertransaksi," kata Caroline.
Outlook Q3 2026
Di sisi pasar, tim riset Valbury menilai dinamika perdagangan pada kuartal kedua 2026 masih didominasi oleh tingginya volatilitas emas (XAU/USD), pergerakan indeks saham global, serta saham-saham teknologi Amerika Serikat.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia.
Memasuki kuartal ketiga, Valbury memperkirakan peluang transaksi masih terbuka lebar bagi pelaku pasar, baik di instrumen forex, komoditas maupun saham global.
Emas diperkirakan tetap menjadi aset safe haven yang diminati investor di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penyesuaian kebijakan moneter.
Sementara itu, pasangan mata uang mayor dan saham-saham blue-chip Amerika Serikat diproyeksikan tetap menawarkan likuiditas tinggi serta peluang transaksi yang menarik bagi trader aktif.
"Q3 menjadi periode yang penting karena kami melihat pasar akan bergerak semakin dinamis. Dengan dukungan platform trading yang terus dikembangkan serta edukasi yang kami hadirkan melalui berbagai kanal resmi, kami optimistis dapat membantu nasabah menangkap peluang di tengah perubahan kondisi pasar," tutur Caroline.
Melalui pencapaian rating A+++ dari Bappebti, ekspansi program edukasi nasional, serta optimisme terhadap prospek pasar pada kuartal ketiga 2026, Valbury menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas layanan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendukung terciptanya ekosistem perdagangan berjangka yang semakin transparan dan berkelanjutan di Indonesia.