INDUSTRY.co.id - Jakarta- Perusahaan bidang minyak sawit PT Dharma Satya Nusantara Tbk akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2016 sebesar Rp52,3 miliar atau setara dengan Rp5 per saham.

Advertisement

"Perusahaan akan mengalokasikan sebagian laba 2016 untuk dibagikan dividen, sekitar Rp 52,3 miliar," ujar Direktur Utama Perseroan Andrianto Oetomo, dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (31/3/2017)

Ia megemukakan bahwa pada 2016 lalu, perseroan meraih laba bersih sebesar Rp250,7 miliar. Sedangkan sisa laba setelah dibagikan dividen akan dibukukan perseroan sebagai laba ditahan.

Advertisement

"Laba ditahan tersebut nantinya akan kami gunakan untuk memperkuat modal kerja dan investasi perseroan," katanya pula.

Direktur Keuangan Dharma Satya Nusantara Lany Djuwita mengemukakan bahwa produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) perseroan selama 2016 mencapai 312 ribu ton atau turun sekitar 23,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Advertisement

"Hal itu disebabkan penurunan produksi TBS yang disebabkan oleh dampak lanjutan El Nino yang terjadi pada tahun 2015 dan berlanjut pada kuartal kedua 2016," katanya pula.

Pada 2016, ia memaparkan, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp3,94 triliun, atau turun sekitar 10,9 persen jika dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun sebelumnya. Dari total penjualan itu, industri kelapa sawit memberikan kontribusi sebesar Rp3,0 triliun atau 75 persen dari total penjualan.

Advertisement

Ia menyebutkan pula pada 2016, perseroan menjual CPO sebanyak 384,4 ribu ton atau turun sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan harga rata-rata CPO sekitar Rp7,54 juta atau naik sekitar 10 persen dibandingkan harga rata-rata 2015.

Pada periode itu, lanjut dia, perseroan memiliki total lahan tertanam sawit sekitar 90.288 hektare yang terdiri dari 69.368 hektare lahan tertanam kebun inti dan sisanya dari kebun plasma.

"Dari jumlah itu, kebun yang sudah menghasilkan mencapai 65.181 hektare. Perseroan memiliki profil kebun berusia muda, dengan rata-rata usia kebun inti sekitar Rp8,5 tahun," katanya lagi.