Ini Syarat Nasabah BRI Dapat Keringanan Pinjaman

Oleh : Wiyanto | Kamis, 02 April 2020 - 15:38 WIB

Komitmen BRI terhadap UMKM
Komitmen BRI terhadap UMKM

INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berkomitmen untuk terus mendorong pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah penyebaran virus COVID-19. Perseroan mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan relaksasi bagi para pelaku UMKM sehingga dapat bertahan di tengah kondisi yang menantang saat ini.

Corporate Secretary BRI Amam Sukriyanto menjelaskan bahwa BRI siap memberikan relaksasi dan keringanan bagi para debitur UMKM BRI yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban karena debitur atau usahanya terdampak dari penyebaran COVID-19 baik secara langsung ataupun tidak langsung. “Selain itu, kriteria lain yang harus dipenuhi oleh debitur yakni usahanya masih memiliki prospek yang baik dan secara personal yang bersangkutan memiliki itikad baik untuk kooperatif terhadap upaya restrukturisasi yang akan dijalankan,” imbuh Amam di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Amam menjelaskan, BRI memiliki berbagai alternatif skema restrukturisasi yang dapat dijalankan, seperti penurunan tingkat suku bunga, perpanjangan jangka waktu kredit / penjadwalan kembali, perubahan skim kredit serta cara angsuran dan lain sebagainya sesuai ketentuan restrukturisasi yang berlaku. Sementara itu, sektor ekonomi yang mendapatkan keringanan antara lain pertanian, pertambangan, pengolahan, perdagangan, transportasi, perhotelan serta pariwisata.

Bagi nasabah UMKM BRI yang mengalami penurunan usaha akibat terdampak COVID-19, dapat menghubungi Relationship Manager (RM) pengelola kredit dan mengisi form aplikasi restrukturisasi secara online/e-mail atau dapat juga datang ke Kantor BRI pengelola kredit untuk mengajukan permohonan restrukturisasi kredit. Selanjutnya BRI akan melakukan analisa/penilaian kelayakan debitur untuk mendapatkan keringanan. Memperhatikan imbauan physical distancing oleh Pemerintah, mekanisme pengajuan permohonan oleh debitur kepada bank dapat disampaikan secara online melalui surat elektronik (email) atau sarana elektronik lainnya dan sampai dengan proses pemberitahuan hasil penilaian oleh bank kepada debitur akan dilakukan secara online pula.

“Seluruh proses tersebut akan dilakukan secara terstandarisasi agar berjalan dengan baik dan tentunya disesuaikan dengan ketentuan internal yang berlaku di BRI, serta menjadi kewenangan dan kompetensi bank untuk menentukan mana yang perlu restrukturisasi dan mana yang tidak perlu. Dan, terakhir yang tidak kalah penting adalah seluruh biaya proses dan materai ditanggung oleh BRI,” pungkas Amam.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Prof Wiku Adisasmito BNPB

Minggu, 31 Mei 2020 - 09:20 WIB

11 Indikator Kesehatan Daerah Bisa Beraktivitas Normal

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan terdapat 11 indikator kesehatan masyarakat agar bisa kembali ke aktivitas ekonomi produktif dan aman…

Penelitian Kelalawar (ist)

Minggu, 31 Mei 2020 - 09:02 WIB

Astaga...Peneliti China Buka Suara, Akui Virus Corona Bukan Berasal dari Pasar Hewan di Wuhan!

Peneliti China Mengakui Bahwa Virus Corona Bukan Berasal dari Pasar Tradisional di Wuhan. Pengakuan mengejutkan dunia internasional ini berasal dari seorang peneliti senior yang juga pejabat…

Komisi III DPR RI Sari Yuliati

Minggu, 31 Mei 2020 - 08:38 WIB

Satu Kelas SD Bisa Capai 40 Murid, DPR Cantik Ini Desak Pemerintah Harus Tegas Terapkan Protokol Kesehatan di Sekolah

Pemerintah berencana menerapkan new normal atau tatanan baru di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) di sejumlah sektor, tak terkecuali di sektor pendidikan. Menanggapi rencana tersebut, Anggota…

Ilustrasi Koperasi (ist)

Minggu, 31 Mei 2020 - 08:15 WIB

Kisruh Penindakan 35 Koperasi, DPR: Satgas Investasi Wajib Gesit Tapi juga harus Cermat

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Junaidi Auly mengomentari Satgas Waspada Investasi yang keliru telah melakukan penindakan terhadap 35 Koperasi. “Satgas Waspada Investasi memang wajib mewaspadai…

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Minggu, 31 Mei 2020 - 08:00 WIB

Gubernur Jabar Persilahkan 15 Daerah Terapkan New Normal

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mempersilahkan 15 dari total 27 daerah yang dipimpin bupati dan wali kota untuk membuka aktivitas atau kegiatan masyarakat dalam era kenormalan baru…